Popular Now

Vivo Y31T 5G Resmi Meluncur, Bisa Foto di Bawah Air hingga 1,5 Meter

Libur Main GTA VI Dibayar Masa Dinas: Antusias Game Besar Sampai ke Militer AS

Menyesap Romantisme dan Aroma Kolonial di Senja Kota Lama Semarang

Bowie Overrated? Stewart Copeland Bicara Spyro, The Police, dan Pengakuan Kontroversial

Stewart Copeland, nama yang mungkin lebih dikenal sebagai tukang gebuk drum di band legendaris The Police, ternyata punya selera humor sepedas tabasco dan lidah setajam silet. Dalam wawancara terbarunya, ia blak-blakan soal banyak hal: dari album terbarunya yang melibatkan binatang sebagai solois, hingga pengalamannya “membegal” ganja Paul McCartney. Siap-siap ngakak sambil mikir!

Dari Serigala Arktik Hingga Hyena Pesisir Tengkorak: Hewan Mana yang Paling “Copeland”?

Ketika ditanya hewan apa yang paling merepresentasikannya, Copeland awalnya memilih serigala Arktik. Namun, ia segera meralatnya dan memilih hyena Pesisir Tengkorak. Alasannya? Hyena itu jelek, tapi punya masyarakat yang kompleks, vokal yang unik, dan sangat aneh. Sebuah deskripsi yang… jujur?

Namun, sebelum kita terlalu jauh menganalisis kepribadian Copeland lewat hyena, ia memutuskan untuk kembali ke serigala. Mungkin karena serigala terdengar lebih heroik. Atau mungkin karena hyena terlalu jujur menggambarkan sisi “gelap” seorang rockstar.

Spyro The Dragon: Dari Game Jadul Hingga Jadi Obsesi Abadi Fans

Selain dikenal sebagai drummer, Copeland juga dikenal sebagai komposer musik untuk game Spyro The Dragon. Dan ternyata, game ini masih menjadi topik yang sering ditanyakan oleh penggemarnya. Bahkan, banyak yang baru tahu kalau Copeland adalah orang di balik musik ikonik tersebut. Sebuah fakta yang cukup mengejutkan, mengingat betapa suksesnya game tersebut.

Copeland sendiri mengaku tidak punya anekdot khusus tentang Spyro, selain fakta bahwa ia bekerja keras seperti “anak haram”. Namun, ia menambahkan bahwa tekanan untuk menghasilkan banyak musik justru memacu kreativitasnya. Istilahnya, “terpaksa” jadi bagus.

Ketika Sting Ngamuk di Depan 80 Ribu Orang Italia: Membara Turin!

Membahas The Police tanpa menyinggung kekacauan di atas panggung rasanya seperti makan nasi goreng tanpa kerupuk. Copeland bercerita tentang insiden di Turin, Italia, saat tur reuni mereka. Ia mempercepat tempo saat Andy Summers, gitaris The Police, sedang solo di lagu “When The World Is Running Down”.

Akibatnya, Sting kesulitan dengan vokalnya dan langsung ngamuk ke Copeland di depan 80 ribu penonton. Sambil teriak-teriak, Sting mengacungkan tangannya untuk menunjukkan backbeat yang benar. Copeland, yang merasa harga dirinya diinjak-injak, sempat berpikir untuk “membunuh” Sting saat itu juga. Tapi, anehnya, konser tersebut justru menjadi salah satu yang terbaik yang pernah mereka mainkan. Mungkin karena adrenalin dan emosi yang meluap-luap.

“Membegal” Ganja Paul McCartney: Momen Canggung yang Bikin Salah Tingkah

Copeland juga bercerita tentang momen paling memalukannya saat bertemu selebriti. Ceritanya, ia “membegal” ganja Paul McCartney di after party konser Foo Fighters di Wembley Stadium. Saat seseorang menawarkan joint, Copeland dengan sopan menerimanya. Namun, ia baru sadar kalau joint tersebut sebenarnya ditujukan untuk Paul McCartney. Alhasil, ia merasa bersalah sekaligus bangga telah “menginterupsi” momen sakral tersebut.

Siapa Rockstar Paling Baik Hati? Paul McCartney Jawabannya!

Menurut Copeland, Paul McCartney adalah standar emas untuk rockstar yang baik hati. Selain mengingat nama Anda dan berbicara seperti orang biasa, ia juga mengingat nama istri Anda. Sebuah gestur kecil yang menunjukkan bahwa McCartney adalah sosok yang rendah hati, meskipun ia adalah seorang legenda.

Dan Rockstar Paling “Nakal”? Rahasia di Balik Panggung yang Penuh Kejutan

Ketika ditanya tentang rockstar paling “nakal”, Copeland menolak untuk menyebut nama. Ia justru mengatakan bahwa para musisi biasanya tidak melihat sisi buruk dari rekan-rekan mereka. Ia mencontohkan Tommy Lee, drummer Mötley Crüe, yang dikenal dengan reputasinya yang buruk. Namun, menurut Copeland, Lee adalah orang yang manis, ceria, dan menyenangkan.

Copeland menambahkan bahwa para artis yang paling “menyeramkan” justru sangat manis satu sama lain. Sebuah fakta yang mungkin membuat kita bertanya-tanya tentang apa yang sebenarnya terjadi di balik panggung.

Warisan Mata-Mata: Penjualan dan Amoralitas yang Diterapkan

Kedua orang tua Copeland adalah mata-mata. Ayahnya bekerja untuk CIA, sedangkan ibunya untuk intelijen Inggris. Ketika ditanya apakah mereka mewariskan keterampilan mata-mata kepada anak-anak mereka, Copeland menjawab: “Penjualan dan amoralitas yang diterapkan.” Sebuah jawaban yang singkat, padat, dan penuh teka-teki.

Ketika diminta untuk menjelaskan lebih lanjut, Copeland menolak. Ia memilih untuk membiarkan pembaca menafsirkan sendiri. Mungkin karena ia tidak ingin membocorkan rahasia keluarganya. Atau mungkin karena ia ingin kita berpikir sedikit lebih keras.

Minyak Lebih “Seksi” dari CIA? Fakta Pahit Tentang Ayah Copeland

Copeland juga membuat podcast tentang pencariannya untuk mengetahui lebih banyak tentang ayahnya. Hal paling mengejutkan yang ia temukan adalah bahwa ayahnya tidak lagi bekerja untuk pemerintah AS selama masa hidupnya. Ia bekerja untuk perusahaan minyak, melakukan pekerjaan yang sama: mendukung diktator dan mempertahankan status quo.

Copeland mengaku terkejut karena hal tersebut tidak se-“seksi” menjadi mata-mata. Ia menjelaskan bahwa para mata-mata biasanya keluar masuk dinas pemerintah untuk mendapatkan kredensial dan koneksi. Setelah itu, mereka akan bekerja untuk perusahaan minyak dan menghasilkan uang yang sebenarnya.

Bowie vs. Hendrix: Selera Musik yang Kontroversial

Ketika ditanya album apa yang paling overrated, Copeland tanpa ragu menjawab: “Semua album David Bowie.” Ia mengakui bahwa Bowie adalah sosok yang inovatif dan inspiratif. Namun, musik Bowie tidak pernah “klik” dengannya. Ia lebih menyukai Jimi Hendrix.

Simon Kirke: Pahlawan Drum yang Terlupakan

Copeland juga menyebut Simon Kirke, drummer Free dan Bad Company, sebagai drummer yang paling underrated. Menurutnya, Kirke memiliki kesederhanaan yang luar biasa. Ia adalah contoh bahwa drummer hebat itu dilahirkan, bukan dibuat. Meskipun tidak memiliki teknik yang rumit, Kirke memiliki groove yang tak terbantahkan.

Wawancara dengan Stewart Copeland ini adalah bukti bahwa seorang musisi bisa jadi lebih dari sekadar tukang gebuk drum. Ia adalah sosok yang cerdas, jujur, dan memiliki selera humor yang unik. Sebuah kombinasi yang membuatnya menjadi salah satu tokoh yang paling menarik di dunia musik.

Previous Post

Street Fighter 6: Pesan Akhir Tahun Nakayama Tingkatkan Hype Season Depan!

Next Post

Pokémon Mania: Event North Charleston Ungkap Ekonomi Tersembunyi di Balik Kartu Koleksi

Add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *