Popular Now

Vivo Y31T 5G Resmi Meluncur, Bisa Foto di Bawah Air hingga 1,5 Meter

Libur Main GTA VI Dibayar Masa Dinas: Antusias Game Besar Sampai ke Militer AS

Menyesap Romantisme dan Aroma Kolonial di Senja Kota Lama Semarang

Trivium Pilih ‘Master Of Puppets’ Metallica: Dampaknya Bagi Generasi Metal

Pernah nggak sih, lagi asyik dengerin musik, tiba-tiba kepikiran: “Album ini lebih keren dari album itu!” Nah, ternyata bukan cuma kita yang suka debat kusir soal selera musik. Musisi sekelas Paolo Gregoletto, bassist Trivium, juga punya preferensi pribadi soal album Metallica. Bahkan, doi nggak ragu buat nge-fanboy abis-abisan sama salah satu mahakarya mereka.

“Master of Puppets”: Kesempurnaan yang Bikin Paolo Klepek-Klepek

Dalam wawancara dengan Radioactive MikeZ di 96.7 KCAL-FM, Paolo ditanya soal album Metallica favoritnya: “Ride the Lightning” atau “Master of Puppets”? Tanpa ragu, Paolo menjawab: “‘Master’, buat gue. Gue ngerti kenapa orang suka ‘Ride The Lightning’, tapi ‘Master of Puppets’ itu album yang… aduh, susah dijelasin. Pokoknya, album itu sempurna!”

Kecintaan Paolo sama “Master of Puppets” nggak cuma omongan belaka. Trivium bahkan pernah meng-cover lagu “Master of Puppets” untuk tribute album Kerrang! di tahun 2006. “Gue langsung bilang, ‘Kalo ada kesempatan, kita harus bawain ‘Master’,'” kenang Paolo. “Itu lagu dan album yang paling ultimate!” Mereka bahkan sempat membawakan sebagian cover tersebut saat tur di Eropa.

Ketika ditanya apakah lagu “Master of Puppets” adalah favoritnya di album tersebut, Paolo menjawab: “Kayaknya sih iya. Tapi album itu tuh kayak… kalo udah mulai dengerin satu lagu, mendingan siapin waktu buat dengerin semuanya. Gue emang tipe orang yang dengerin album secara utuh. Ya, kadang gue juga dengerin single, tapi kalo udah suka sama sesuatu, gue pengen dengerin semuanya.”

Trivium Jadi Pembuka Konser Intim Metallica: Mimpi Jadi Nyata!

Mimpi para personel Trivium jadi kenyataan saat mereka didapuk menjadi band pembuka untuk konser “intim” Metallica di Hard Rock Live, Florida, pada November 2021. Matt Heafy, vokalis Trivium, menceritakan betapa mendadaknya tawaran tersebut datang. “Gue lagi mau nonton film sama anak-anak, tiba-tiba manajer ngirim email: ‘Metallica nawarin kalian main Kamis ini.’ Kami langsung jawab, ‘YES!'”

Namun, mereka harus merahasiakan kabar gembira ini sampai H-30 menit sebelum berangkat ke Florida. “Kami harus ngumpulin kru, nyiapin peralatan, latihan lagi. Untungnya, kami selalu latihan sendiri-sendiri, jadi nggak ada masalah,” lanjut Matt. “Kami nggak sempet ketemu Metallica, tapi mereka ninggalin surat tulisan tangan dan sekotak whiskey Blackened buat kami!”

Matt menambahkan, “Bisa ngeliat mereka di konser yang ‘kecil’ (buat ukuran Metallica, 7000 orang itu tetep banyak), itu luar biasa. Gue bisa nonton mereka dari deket. James Hetfield suaranya makin bagus aja! Nggak ngerti gimana caranya, tapi dia kayaknya penyanyi yang lebih baik dari sebelumnya. Suasananya juga keren banget.”

Ketika Lars Ulrich Memuji Cover “Master of Puppets” dari Trivium

Ternyata, ini bukan kali pertama Trivium berinteraksi dengan Metallica. Matt Heafy bercerita, “Dulu, tahun 2006, kami pernah main festival bareng mereka. Lars Ulrich tiba-tiba nongol di ruang ganti kami. Kami langsung kaget! Dia bilang suka banget sama cover ‘Master of Puppets’ yang kami buat untuk Kerrang!”

Metallica bahkan mengajak Trivium, Avenged Sevenfold, dan Bullet For My Valentine untuk beberapa konser. “Mereka kayak ngeliat kami bertiga sebagai generasi penerus musik metal. Mereka selalu memberikan pujian. Gue juga pernah hangout bareng Kirk Hammett. Dia ngajak kami makan sushi dan Chinese food yang enak banget,” kenang Matt.

Paolo Gregoletto juga punya kenangan manis saat bertemu dengan idolanya, Kirk Hammett, di Amsterdam tahun 2006. “Kami makan malam di hotel tempat mereka nginep. Tempatnya mewah banget, ada restoran sushi yang keren. Kirk suka banget sama album ‘Ascendancy’ kami, jadi dia pengen hangout bareng. Kami pesen semua menu! Gila banget. Terus, di akhir acara, dia becanda ngasih bill ke gue,” cerita Paolo sambil tertawa.

“King Nothing” dan Awal Mula Kecintaan Paolo pada Metallica

Paolo bercerita bahwa ia pertama kali menemukan Metallica di tahun 1996, saat berumur 11 atau 12 tahun. “Gue ngeliat video ‘King Nothing’ di MTV, dan gue langsung bilang, ‘Ini band paling keren!’ Mereka main di salju, dan mereka keliatan keren banget. Padahal, waktu itu gue cuma tau pop-punk dan musik pop yang lagi hits di MTV. Metallica beda banget.”

Paolo menambahkan, “Metal di tahun 90-an udah mulai jarang muncul di MTV. Gue juga nggak nonton ‘Headbangers Ball’. Jadi, Metallica kayak jadi satu-satunya band metal yang masih eksis di dunia mainstream. Untung gue ketemu mereka, kalo nggak, mungkin gue nggak bakal serius di musik. Gue pengen main musik kayak mereka.”

Sejak saat itu, Paolo menjadikan video Metallica dan konser ‘Live Shit: Binge & Purge’ sebagai “pekerjaan rumah” setelah sekolah. Ia berusaha meniru mereka bersama band lokalnya, berusaha mencari cara untuk “bermain” di level yang sama.

Lebih dari Sekadar Musik: Pengaruh Metallica dalam Pembentukan Jati Diri

Kisah Paolo Gregoletto dan Trivium ini menunjukkan bahwa musik bukan cuma sekadar hiburan. Bagi sebagian orang, musik bisa menjadi inspirasi, motivasi, dan bahkan bagian dari pembentukan jati diri. Metallica, dengan karya-karyanya yang monumental, telah menginspirasi banyak musisi dan penggemar di seluruh dunia, termasuk Paolo Gregoletto dan rekan-rekannya di Trivium.

Dan di balik perdebatan abadi soal album mana yang lebih keren antara “Ride the Lightning” dan “Master of Puppets,” ada satu hal yang pasti: Metallica tetap menjadi legenda yang tak tergoyahkan di dunia musik metal. Mereka bukan cuma band, tapi juga fenomena budaya yang terus menginspirasi generasi demi generasi.

Previous Post

Analog Kembali: Generasi Muda Temukan Ketenangan di Tengah Era Digital

Next Post

Arcade Archives Cetak Sejarah! 500 Game Retro Siap Nostalgia di Switch 2 & PS5

Add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *