Bayangkan kamu adalah seorang dukun League of Legends. Bukan, bukan dukun yang nyantet lawan biar kalah. Tapi dukun yang bisa baca pikiran pemain, tahu kapan mereka lagi galau, dan paham betul draft hero apa yang bikin mereka auto-win. Kedengarannya seperti kerjaan impian? Mungkin itu yang dirasakan Wong “Chawy” Xing Lei, sang pelatih CTBC Flying Oyster (CFO).
Dari Pasifik, Untuk Dunia: Kebangkitan Sang Raksasa Tidur
Setelah 10 tahun lamanya, akhirnya ada tim dari Asia-Pasifik yang berhasil masuk ke jajaran 8 besar di Worlds 2025. Sebuah penantian panjang yang terasa seperti menunggu antrian top up Genshin Impact gratisan. CFO, dengan komando dari Chawy, berhasil membuktikan bahwa region Pasifik masih punya taji. Tapi, perjalanan mereka masih panjang, karena di depan sana sudah menunggu KT Rolster, tim kuat yang siap menghadang.
Dalam wawancara eksklusif dengan Sheep Esports, Chawy berbagi cerita tentang perjalanan bersejarah ini. Mulai dari tekanan yang dihadapi, hubungannya dengan para pemain, hingga strategi draft yang bikin tim lawan garuk-garuk kepala. Siap-siap, ini bukan sekadar wawancara biasa. Ini adalah obrolan santai ala warung kopi, tapi isinya daging semua.
10 Tahun Menanti: Lebih Lama dari Masa Jabatan Presiden
Terakhir kali tim dari Pasifik mencicipi 8 besar Worlds adalah tahun 2015, dengan hadirnya ahq eSports Club dan Flash Wolves. Bayangkan, satu dekade! Itu sama saja dengan dua kali masa jabatan presiden. Lalu, bagaimana rasanya akhirnya bisa mencapai tonggak sejarah ini dengan CFO?
“Akhirnya bisa melepaskan semua stres yang terpendam,” ujar Chawy. “Kami melakukan ini bukan hanya untuk tim kami, tapi untuk seluruh region, untuk para fans yang sudah mendukung kami selama 10 tahun. 10 tahun yang mengecewakan, dan kami benar-benar ingin membuat mereka bangga. Kami tahu jika kami gagal di perempat final tahun ini, kami mungkin tidak tahu kapan kesempatan berikutnya akan datang, jadi itu sangat membuat kami stres.”
Bisa dibayangkan bagaimana beban yang dipikul Chawy dan timnya. Seperti mengerjakan skripsi yang deadline-nya sudah di depan mata, tapi revisi dosen nggak ada habisnya.
Air Mata Pejuang: Lebih Mahal dari Skin Epic
Chawy sudah malang melintang di dunia esports selama bertahun-tahun, menyaksikan pasang surutnya. Hal ini tentu membuat pencapaian ini terasa semakin spesial. “Ini sangat menyentuh,” katanya. “Saya sudah mencoba menahan air mata saya selama ini, bahkan sampai sekarang. Saya sudah melewati semuanya, tahu? Dan menjadi orang yang membawa tim kembali ke perempat final sangat berarti bagi saya. Itu berarti semua yang saya korbankan sangat berharga.”
Pengorbanan seorang pelatih esports mungkin tidak terlihat secara kasat mata. Tapi, percayalah, mereka rela begadang demi menganalisis strategi lawan, rela jadi samsak tinju saat tim kalah, dan rela melakukan apapun demi kemenangan tim. Lebih heroik dari support yang rela mati demi melindungi carry.
Dari Chaos Menuju Harmoni: Mengatasi Masalah Komunikasi
Sebelum pertandingan penentuan, tekanan sangat besar dirasakan oleh Chawy dan timnya. Setelah kalah dalam dua best-of-three terakhir, keadaan terlihat tidak pasti. Chawy bahkan menyebutkan bahwa ada kekacauan dalam komunikasi tim. Lalu, bagaimana rasanya akhirnya bisa membawa tim melewati garis akhir dan memperbaiki masalah-masalah tersebut?
“Setelah kami unggul 2-0, dua undian berikutnya tidak terlalu bagus untuk kami,” jelas Chawy. “Sebagai pelatih, saya tidak keberatan karena permainan yang kami mainkan sebenarnya cukup bagus – itu adalah penampilan yang kuat dari kami. Tapi bagi para pemain, itu sangat memengaruhi kepercayaan diri mereka. Jadi sebagai pelatih, saya harus turun tangan, menjaga mereka tetap membumi, dan memberi tahu mereka bahwa mereka melakukan pekerjaan dengan baik, tidak membiarkan hal itu menggoyahkan kepercayaan diri mereka. Saya sangat senang saya berbicara dengan mereka, kami berhasil mendapatkan undian yang lumayan, dan saya senang semuanya berjalan dengan baik.”
Seperti seorang leader dalam game RPG, Chawy tahu kapan harus memberikan buff semangat dan kapan harus memberikan debuff kritik membangun. Intinya, komunikasi adalah kunci.
Rahasia Dibalik Kemenangan: “Saya Ini Counter FlyQuest!”
Persiapan menghadapi FlyQuest hanya memakan waktu dua hari. Lalu, bagaimana persiapan yang dilakukan oleh Chawy dan timnya?
“Saya pernah mengatakan ini sebelumnya dalam wawancara terakhir kami bersama – FlyQuest adalah salah satu tim Barat terbaik dalam beberapa tahun terakhir. Mengalahkan mereka tidak mudah,” kata Chawy. “Saya memeriksa Twitter saya sebelum pertandingan dan menyadari bahwa pada tahun 2023, ketika saya bersama TSM, saya juga mengalahkan FlyQuest. Saya pikir saya pasti menjadi counter untuk FlyQuest! Jadi rasanya sangat menyenangkan ketika kami mengundi mereka. Kami merencanakan banyak hal di sekitar draft karena kami tahu mereka sangat pintar di bidang itu, dan kami harus memastikan kami menang selama fase draft sehingga para pemain bisa merasa nyaman di atas panggung. Dan ketika mereka nyaman, game kedua terjadi.”
Ternyata, ada kekuatan tersembunyi di balik sosok Chawy. Mungkin dia punya skill pasif yang membuatnya selalu menang melawan FlyQuest. Atau mungkin, dia hanya sedang beruntung. Siapa tahu?
Jantung Berdebar: Efek Doggo
Ketika Chiu “Doggo” Tzu-Chuan melakukan dive dengan Corki di game pertama, apakah jantung Chawy berdegup kencang saat melihatnya bermain?
“Dia selalu membuat jantung saya berdegup dua kali lebih cepat,” jawab Chawy. “Saya mungkin akan terkena serangan jantung saat melihatnya bermain suatu hari nanti. Tapi itulah tim yang saya bangun tahun lalu – saya tahu saya ingin bersama Doggo dan HongQ (Tsai Ming-Hong). Saya ingin pemain muda yang tidak takut untuk bertarung, karena itulah satu-satunya cara kami bisa mengalahkan tim-tim top dari LCK, LPL, atau bahkan LCS dan LEC. Jika kamu tidak memiliki keberanian untuk membuat permainan seperti itu, kamu tidak akan pernah berhasil jauh. Saya senang mereka terus membuat permainan seperti itu.”
Doggo memang dikenal sebagai pemain yang agresif dan tidak kenal takut. Gaya permainannya yang eksplosif seringkali membuat jantung para fans berdebar-debar. Tapi, justru itulah yang membuat CFO semakin berbahaya.
HongQ: Dari PCL Hingga 8 Besar Dunia
Bagaimana perasaan Chawy tentang perkembangan HongQ? Baru setahun yang lalu dia bermain di PCL, dan sekarang dia menjadi salah satu dari delapan midlaner terbaik di dunia.
“Saya sangat bangga padanya,” ujar Chawy. “Seperti yang semua orang katakan, dia belum benar-benar tampil maksimal di Worlds ini karena setiap lawan adalah kelas dunia. Hari ini, bukan berarti dia bermain buruk juga – hanya saja Inspired (Kacper Słoma) dan seluruh tim FlyQuest bermain sangat baik, terutama ketika bermain dari belakang. Mereka benar-benar melakukan jauh lebih baik dari yang kami harapkan. Saya pikir HongQ telah meningkat pesat sepanjang tahun ini, juga karena suasana tim yang ramah. Jadi saya senang untuk tim, dan saya senang untuknya.”
Perjalanan HongQ dari PCL hingga 8 besar Worlds adalah bukti bahwa kerja keras dan dedikasi bisa membawa seseorang meraih impiannya. Seperti karakter utama dalam anime yang terus berlatih hingga akhirnya menjadi yang terkuat.
Tanpa Beban: Siap Menghadapi Perempat Final
Setelah berhasil mencapai perempat final, seberapa siapkah Chawy dan timnya untuk melangkah lebih jauh?
“Saya merasa saat ini kami sangat siap karena tidak ada lagi stres,” kata Chawy. “Kami sudah mencapai tempat yang belum pernah kami datangi sebelumnya. Selanjutnya adalah best-of-five, dan kami sudah memiliki pengalaman bermain melawan sebagian besar tim. Tapi saya akan sangat senang jika kami mengundi KT atau Gen.G, karena kami belum pernah menghadapi mereka di panggung internasional sebelumnya. Selain itu, saya pikir kami sudah bermain melawan semua orang – semoga kami tidak mendapatkan tim yang sama lagi, karena mereka sudah terlalu mengenal kami.”
Dengan tidak adanya lagi beban di pundak, CFO bisa bermain lebih lepas dan mengeluarkan seluruh potensi mereka. Siapapun lawannya, mereka akan memberikan yang terbaik.
Filosofi Chawy: Memahami Pemain Lebih dari Sekadar Statistik
Di Worlds, six-man roster CFO tampaknya bekerja secara berbeda dari sebelumnya. Hsu “Rest” Shih-Chieh dan Shen “Driver” Tsung-Hua dulu sering bergantian, tapi baru-baru ini keduanya saling menutupi champion pool masing-masing. Untuk seri AL, Rest memainkan semua tiga game. Bagaimana peran ini berkembang di tim?
“Pertama, sebagai pelatih, saya harus mempertimbangkan emosi para pemain saat memasuki pertandingan,” jelas Chawy. “Di Worlds, ketika kami menghadapi tim-tim top seperti T1, Hanwha Life, dan Anyone’s Legend, jika pemain saya tidak merasa nyaman, saya tidak akan memaksa mereka untuk bermain. Saya harus berbicara dengan mereka dan benar-benar mendengarkan tanggapan mereka – apakah mereka tegas, atau ada keraguan? Seorang pemain tidak akan pernah mengatakan, ‘Saya tidak siap.’ Mereka akan selalu mengatakan, ‘Oke, saya bisa bermain, saya bisa bermain.’ Tapi sebagai pelatih, kamu harus memahami pemainmu dengan baik dan membuat keputusan terbaik untuk tim.”
Chawy memahami bahwa seorang pemain bukan hanya sekadar statistik dan angka-angka. Ada emosi, perasaan, dan tekanan yang harus diperhatikan. Sebagai pelatih, dia harus bisa membaca pikiran pemainnya dan memberikan dukungan yang tepat.
Kunci Kemenangan: Latihan Endgame dan Komunikasi Intens
CFO menunjukkan salah satu permainan awal hingga pertengahan terbaik di Worlds, tapi late-game cenderung menjadi kacau, seperti di game pertama melawan FlyQuest. Bagaimana Chawy mengatasi hal itu untuk mencegahnya terjadi di perempat final?
“Setelah kalah dari HLE, kami mengadakan pertemuan, dan saya mengatakan kepada tim bahwa dalam scrim, kami hanya akan fokus pada permainan setelah menit ke-20,” kata Chawy. “Tidak peduli seberapa banyak kami menang atau kalah di awal, kami akan berlatih di atas 20 menit. Biasanya, scrim berakhir dengan cepat, terutama melawan tim-tim top Asia, dan kami sering kalah bahkan sebelum mencapai titik itu. Jadi sekarang kami bertahan dan melatih endgame kami. Saya pikir itu sangat membantu – kami memiliki istirahat panjang, dan saya merasa kami cukup siap untuk late game kami.”
Dengan fokus pada latihan endgame dan komunikasi yang intens, Chawy berharap bisa membawa CFO melangkah lebih jauh di Worlds 2025.
Pesan Untuk Fans: Maaf Sudah Bikin Nunggu 10 Tahun
“Maaf karena kalian harus menunggu 10 tahun, dan saya senang kalian melakukannya,” ujar Chawy kepada para fans LCP. “Tahun ini, karena performa CFO, banyak fans yang kembali – baik baru maupun lama. Ada banyak orang yang menonton kami, dan saya sangat berterima kasih kepada semua orang yang mendukung kami.“
Perjalanan CFO di Worlds 2025 adalah bukti bahwa kerja keras, dedikasi, dan dukungan dari para fans bisa membawa sebuah tim meraih impiannya. Semoga, mereka bisa terus melaju dan membawa pulang трофей juara dunia.


