Popular Now

Vivo Y31T 5G Resmi Meluncur, Bisa Foto di Bawah Air hingga 1,5 Meter

Libur Main GTA VI Dibayar Masa Dinas: Antusias Game Besar Sampai ke Militer AS

Menyesap Romantisme dan Aroma Kolonial di Senja Kota Lama Semarang

Decipher Thelema: Melodi Gelap Yang Tak Terduga, Lebih Dari Sekadar Kemauan

Urusan nge-review album black metal kadang terasa seperti menelisik pusaran glitter di tengah badai salju. Di satu sisi, ada hasrat untuk menyorot keunikan yang tersembunyi, di sisi lain, ada godaan untuk sekadar menepuk pundak dan berkata, “Ya, begitulah black metal.” Nah, Decipher dengan ΘΕΛΗΜΑ-nya ini, berhasil bikin saya merasa seperti salah prediksi di awal. Debut mereka, Arcane Paths to Resurrection, sempat terasa kurang ‘nendang’, namun album kedua ini, Thelema, hadir bagai tamparan keras yang membangunkan apresiasi yang tertidur. Bukan sekadar gemuruh black metal biasa; ini adalah racikan yang punya sentuhan magis, gelap, melankolis, namun tetap punchy.

Konsep Thelema sendiri berarti ‘kehendak’. Meskipun tidak ada lirik yang disertakan atau narasi promosi yang memandu, nuansa musiknya—dengan rujukan samar pada entitas kegelapan dan aura pemberontakan yang begitu kuat—menjelaskan makna itu dengan sempurna. Album ini memancarkan semangat perlawanan dan beban eksistensi yang pas dengan tajuknya. Band asal Yunani ini berhasil menyajikan gaya yang tidak terlalu atmosferik, tidak pula terlalu dissonant atau bersandar pada elemen death metal, apalagi sekadar mentah dan agresif. Decipher menemukan keseimbangan yang memesona antara melodi yang halus dan pukulan yang lugas.

Secara musikalitas, Decipher di Thelema melanjutkan formula yang mirip dengan debutnya. Ada semacam keganasan ala Watain bertemu Dissection, yang kemudian diredam oleh sisi gelap dan misterius yang mengingatkan pada band-band black metal Islandia seperti Svartidauði. Dengan tetap mempertahankan penggunaan vokal group-chanted dan teriakan khas, serta melodi gitar black metal yang penuh kebencian, Thelema menunjukkan evolusi band dalam bereksperimen. Lagu-lagunya tidak terasa bertele-tele—mungkin kecuali “Bound to the Wheel”—namun setiap komposisi dirancang untuk mengeksplorasi variasi tema (“The Black March”, “Towards Renaissance”) atau menyematkan solo gitar yang tak terduga. Perubahan ritme lebih sering terjadi, membangun ketegangan lebih lama sebelum akhirnya terurai dan bertransformasi.

Penambahan durasi lima menit pada album ini ternyata cukup signifikan untuk memberikan setiap komposisi bobot lebih. Entah itu dalam bentuk keganasan yang enerjik (“Return to Naught”, “Seven Scars”) atau kepastian yang mengancam (“Liturgy”). Band ini berdiri di ambang batas menuju atmo-black, namun mereka justru memilih pendekatan yang lebih santai dan berlapis pada melodi, yang justru semakin mendalamkan dan menggelapkan suara mereka.

Melodi Gelap yang Memikat

Thelema membuktikan bahwa penguasaan Decipher atas ritme, melodi, dan ‘kekasaran’ semakin matang. Album ini memukau pendengar dengan kombinasi antara kekuatan hook yang menggigit dan nuansa kejahatan yang pekat. Melalui pola riff, vokal, dan perkusi yang berulang dan saling bersahutan, Decipher menciptakan sensasi tarik-menarik yang begitu magnetis. Teriakan kolektif yang mendahului arpeggio turun yang menggeram (“Seven Scars”), atau cara gitar bergerak naik turun mengikuti ketukan drum yang presisi (“Return to Naught”, “Hail Death”). Semua elemen ini muncul secara organik dari tempo yang ada—baik itu blast beat (“Seven Scars”), irama mars (“The Black March”), atau tempo yang bergeser cepat (“Towards Renaissance”)—menjadikan perubahan terasa mulus dan identitas band tetap konsisten.

Mungkin di atas kertas, ini terdengar seperti black metal yang tidak terlalu revolusioner. Namun, dengan ornamen melodi Decipher yang kini semakin dikenali—cerah namun sekaligus jahat—serta vokal berlapis yang terus-menerus hadir, Thelema terdengar segar dan mendebarkan. Sensasi merinding yang muncul saat mendengar riff pertama dari lagu pembuka “Return to Naught”, solo yang mengakhiri “The Black March”, dan jeritan tumpang tindih serta tremolo mendesak di “Litany” masih belum pernah gagal membuat bulu kuduk berdiri.

Kekuatan dan kenikmatan mendengarkan Thelema juga diperkuat oleh penyempurnaan yang dilakukan Decipher di berbagai aspek. Dengan memangkas semua interlude instrumental atau intro yang terlalu panjang, energi dan momentum album tetap terjaga, memberikan alur yang lebih kuat. Perubahan ritme dan tema muncul dengan berbagai penekanan serta intensitas yang muram atau penuh kedengkian. Jeritan-jeritan di paruh kedua album sama-sama menyayat dan menguras emosi seperti di bagian awal.

Produksi Decipher pun ikut berkembang untuk mengakomodasi suara yang kini lebih bernuansa dan eksploratif. Thelema hadir dengan mix yang lapang, memastikan setiap lapisan vokal dan gitar, serta pukulan drum dan dentuman simbal yang bangga, terdengar jelas dan kuat.

Langkah Kecil Menuju Kesempurnaan

Mengingat kembali, pernah ada keluhan mengenai kurangnya ‘zhuzh’ pada Arcane Paths. Terlepas dari apakah keluhan itu masih relevan, jelas Thelema tidak lagi memiliki kekurangan tersebut. Dengan segala lapisan baru dan nuansa yang memikat, Thelema tetaplah sebuah album black metal yang memiliki momen-momen menonjol yang berpotensi menenggelamkan bagian yang lebih standar. Hal ini mungkin akan dirasakan berbeda oleh setiap pendengar. Namun, album ini secara tak terbantahkan menunjukkan Decipher berhasil mengukir ruang mereka sendiri, mengisyaratkan kehadiran yang gelap dan lezat.

Thelema berdiri satu langkah di belakang kekuatan tak terbendung yang mengantarkan sebuah karya menuju kebesaran di genrenya. Namun, itu adalah langkah yang sangat kecil.

Sentuhan Akhir yang Penting:

Album ini sukses besar dalam mempertahankan kualitas musik yang murni tanpa perlu tambahan embel-embel yang tidak perlu. Decipher tampaknya belajar dari kesalahan masa lalu, menjadikan Thelema sebuah rilis yang solid dan memuaskan bagi para penggemar black metal yang mencari sesuatu yang lebih dari sekadar kebisingan.


Rating: Sangat Baik
DR: 11 | Format yang Direview: 320kbps mp3
Label: Transcending Obscurity Records
Situs Web: Bandcamp | Facebook
Rilis Internasional: 20 Maret 2026

Previous Post

Malaria Mengganas Lagi di Namibia: Daerah Ini Terparah!

Next Post

iPhone 17E Bisa Jadi iPhone 16E, Tapi Nggak Ada Animasi MagSafe-nya!

Add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *