Bayangkan ini: enam pendekar keyboard yang dulu merajai dunia esports, kini memutuskan untuk angkat kaki dari kerajaan FaZe Clan. Drama macam apa lagi ini? Apakah ini akhir dari sebuah era, atau hanya sekadar episode sinetron dengan plot twist yang lebih absurd dari FTV Indosiar?
Seperti yang dilaporkan oleh Bloomberg—bukan, ini bukan nama influencer—Adapt, Jason, Ronaldo (bukan yang main bola, ya), Lacy, Rage, dan Silky, serentak meninggalkan FaZe Clan. Bayangkan sebuah band bubar setelah tur konser yang sukses. Atau mungkin, lebih tepatnya, seperti tim futsal yang kalah taruhan dan harus lari keliling kampung pakai daster.
Adapt, salah satu veteran FaZe Clan, mencurahkan isi hatinya di X (dulu Twitter, sekarang tempat orang curhat sambil flexing): “14 tahun bersamamu, FaZe Clan. Setengah dari hidupku. Sakit sih, tapi ya sudahlah.” Kalimat ini sungguh menyentuh. Lebih menyentuh daripada harga tiket konser Coldplay—eh.
Drama ini semakin panas ketika seorang mantan anggota FaZe Clan yang hengkang Agustus lalu menggambarkan situasinya seperti ini: “Kami merasa seperti boneka, tanpa kendali.” Wah, ini sih bukan lagi esports, tapi sudah mirip pertunjukan wayang dengan dalang yang kurang piknik.
Konon, para influencer ini sudah setengah tahun bernegosiasi dengan HardScope (investor FaZe Clan) dan Matt Kalish (CEO-nya). Namun, negosiasi itu buntu. Kalish berencana melanjutkan FaZe Clan tanpa mereka. Mungkin dia pikir, “Ah, tanpa kalian pun, FaZe Clan tetap bisa chicken dinner.”
Kalish berkomentar kepada Bloomberg: “Menurut saya, mereka anak-anak baik yang lagi bingung karena banyak yang bisikin.” Dia juga menambahkan bahwa kondisi keuangan FaZe Clan saat ini “tidak berkelanjutan.” Hmm, sepertinya bukan cuma dompet anak kos yang menjerit di akhir bulan.
FaZe Clan: Dari IPO Hingga Dijual Murah, Kok Bisa?
Dulu, FaZe Clan sempat mencicipi manisnya menjadi perusahaan publik pada tahun 2022. Tapi, setahun kemudian, mereka diakuisisi oleh GameSquare hanya dengan mahar $17 juta. CEO-nya pun ikut dipecat. Ibaratnya, dari naik Alphard langsung turun jadi naik angkot yang ngetemnya lama banget.
Perjalanan FaZe Clan ini seperti roller coaster yang rusak. Naik tinggi, lalu terjun bebas tanpa rem. Tapi, apa sebenarnya yang terjadi? Mari kita bedah satu per satu.
Pertama, masalah kontrak. Para influencer ini merasa tidak dihargai. Mereka merasa kontribusi mereka tidak sebanding dengan apa yang mereka dapatkan. Mungkin mereka berpikir, “Kami ini yang bikin konten, kok malah kayak pesuruh?”
Kedua, masalah manajemen. Pergantian CEO dan akuisisi oleh perusahaan lain tentu membawa perubahan besar. Mungkin visi dan misi FaZe Clan sudah tidak sejalan dengan para influencer ini. Ibaratnya, sudah beda haluan, ya harus pisah kapal.
Ketiga, masalah keuangan. Kalish sendiri mengakui bahwa struktur keuangan FaZe Clan tidak berkelanjutan. Mungkin terlalu banyak pengeluaran untuk hal-hal yang tidak penting, sehingga hak para influencer jadi terabaikan. Ya, namanya juga bisnis, kadang harus ada yang dikorbankan.
Dampak Eksodus: FaZe Clan Bakal Bangkit Atau Makin Merana?
Pertanyaannya sekarang, apa dampak dari eksodus enam influencer ini terhadap FaZe Clan? Apakah mereka bisa bangkit kembali, atau malah semakin terpuruk dalam jurang kegelapan?
Jawabannya tidak sesederhana membalikkan telapak tangan. FaZe Clan masih punya nama besar dan basis penggemar yang loyal. Tapi, tanpa para influencer yang dulu menjadi tulang punggung konten mereka, akan sulit untuk menarik perhatian penonton baru.
Kalish punya rencana untuk melanjutkan FaZe Clan tanpa mereka. Mungkin dia akan mencari influencer baru, atau fokus pada konten yang berbeda. Tapi, menggantikan enam orang sekaligus tentu bukan perkara mudah. Ibaratnya, mencari jarum dalam tumpukan jerami, sambil dikejar-kejar deadline.
Di sisi lain, para influencer yang hengkang ini juga punya tantangan tersendiri. Mereka harus membangun kembali brand mereka dari nol. Mereka harus membuktikan bahwa mereka bisa sukses tanpa embel-embel FaZe Clan. Tapi, dengan talenta dan pengalaman yang mereka miliki, bukan tidak mungkin mereka akan menemukan kesuksesan yang lebih besar lagi.
Intinya, perpisahan ini adalah awal dari babak baru bagi kedua belah pihak. Kita lihat saja nanti, siapa yang akan berhasil meraih victory royale di medan perang esports yang semakin sengit ini.


