Dengar-dengar, Samsung kali ini tidak main-main. Setelah beberapa generasi mencoba meramu formula AI yang pas, akhirnya mereka merilis seri Galaxy S26 yang konon, sejauh ini, paling “intuisi” dan “proaktif”. Pihak Samsung sampai menggelar acara Galaxy Unpacked dengan hebohnya, dan respon pasar? Oh, jangan ditanya. Angka pra-pemesanan S26 series dilaporkan meroket, tumbuh dua digit, sebuah pencapaian yang membuat para pesaing mungkin sedang sibuk meracik kopi pahit. Puncaknya adalah S26 Ultra, yang ternyata dipilih oleh lebih dari 70% pembeli pra-pemesanan. Seolah-olah semua orang sepakat, “Ya, ini dia yang ditunggu-tunggu.”.
Di tengah euforia peluncuran ini, terungkap juga seri Galaxy Buds4 yang menjanjikan suara Hi-Fi, serta Galaxy Book6 series yang digadang-gadang punya performa “advanced” dibalut desain ramping. Singkatnya, Samsung tidak hanya meluncurkan satu produk, tapi sebuah ekosistem yang diharapkan bisa menyempurnakan pengalaman digital pengguna. Tiga generasi ponsel AI Samsung ini memang dirancang untuk membuat hidup lebih mudah, dengan lebih sedikit langkah untuk menyelesaikan tugas. Dan angka pra-pemesanan ini jadi bukti sahih bahwa janji-janji tersebut berhasil memikat banyak orang.
Ultra: Bukan Sekadar Ponsel, Tapi Pernyataan Inovasi
Mari kita bedah sedikit si primadona, Galaxy S26 Ultra. Perangkat ini diklaim sebagai perpaduan sempurna antara inovasi tercanggih Samsung: performa gahar, sistem kamera kelas wahid, AI yang kian pintar, dan yang paling bikin penasaran, layar Privacy Display pertama di dunia. Ya, Anda tidak salah baca, layar yang bisa melindungi privasi dari intipan orang lain, bahkan di level piksel. Ini bukan lagi soal filter atau mode rahasia, ini soal teknologi layar yang benar-benar baru. Bayangkan saja, Anda sedang melihat sesuatu yang “pribadi” di tengah keramaian, dan hanya Anda yang bisa melihatnya dengan jelas. Canggih, bukan?
Soal performa, Ultra ini dibekali Snapdragon® 8 Elite Gen 5 Mobile Platform for Galaxy, sebuah monster yang dijanjikan bakal ngasih peningkatan signifikan di CPU, GPU, dan NPU. Artinya, segala macam aktivitas mulai dari gaming berat, multitasking tanpa jeda, hingga pemrosesan AI yang kompleks akan berjalan mulus. Lupakan kata “lemot” atau “ngelag” dari kamus penggunaan sehari-hari. Ponsel ini didesain untuk menemani sepanjang hari, tanpa mengenal lelah. Inilah yang namanya “built for all-day performance” tanpa basa-basi.
Selain kekuatan mentah, aspek AI juga jadi bintang. Fitur seperti Now Nudge diklaim bakal ngasih saran kontekstual yang relevan dan proaktif, sedangkan Now Brief akan mengingatkan tentang agenda penting tepat waktu. Ada juga berbagai agen AI lain yang siap membantu menyelesaikan tugas hanya dengan satu sentuhan atau perintah suara. Ini bukan lagi soal mengikuti instruksi, tapi soal perangkat yang bisa sedikit “membaca pikiran” dan menawarkan bantuan sebelum diminta. Konsep yang menarik, walau patut dicermati sejauh mana kepraktisannya nanti.
Sektor kamera juga tidak luput dari sentuhan futuristik. Fitur Nightography video siap menyelamatkan hasil rekaman di kondisi minim cahaya, membuatnya tetap cerah dan tajam. Ditambah lagi Super Steady dengan opsi horizontal lock baru yang bikin video tetap stabil meski sedang bergerak dinamis. Yang menarik adalah Photo Assist yang memungkinkan penyempurnaan gambar hanya dengan mendeskripsikannya. Ingin langit lebih biru? Cukup ucapkan. Atau Creative Studio untuk mengubah ide jadi visual menarik. Ini seperti punya asisten editor pribadi yang siap diandalkan kapan saja.
Buds4 Series: Suara Hi-Fi, Desain ‘Nempel’
Melengkapi pengalaman S26, hadir seri Galaxy Buds4. Unit ini hadir dengan dua varian, Galaxy Buds4 Pro dan Buds4, yang sama-sama menjanjikan audio Hi-Fi dan kenyamanan pemakaian sepanjang hari. Desainnya kini mengusung gaya “blade” yang ikonik dengan kontrol pinch yang terukir dan fit ergonomis yang diklaim hasil dari analisis jutaan data telinga global dan ribuan simulasi. Samsung seperti bilang, “earbuds ini didesain untuk telinga Anda, karena kami sudah memetakannya.”
Buds4 Pro secara khusus dilengkapi woofer lebih besar, Adaptive Equalizer yang ditingkatkan, dan Active Noise Cancellation. Hasilnya? Suara yang kaya, penuh, dan setia pada rekaman asli. Ditambah dengan integrasi agen AI dan kontrol hands-free yang intuitif, seri Buds4 ini jelas bukan sekadar pelengkap, tapi ekstensi dari ekosistem Galaxy yang terintegrasi.
Book6 Series: Performa ‘Engineered’ dalam Desain Ramping
Tak ketinggalan, seri Galaxy Book6 hadir sebagai penyeimbang di ranah laptop. Perangkat ini diklaim menawarkan performa PC paling bertenaga dari Samsung, dengan desain tipis dan portabel yang memukau. Ditenagai prosesor Intel® Core™ Ultra Series 3, Galaxy Book6 siap menyajikan CPU, GPU, dan NPU yang efisien dan kencang, memungkinkan pemrosesan kilat, multitasking mulus, dan kinerja AI yang responsif. Ini adalah jawaban bagi yang butuh kekuatan desktop dalam kemasan yang bisa dibawa ke mana saja.
Seri Galaxy S26, Buds4, dan Book6 ini mulai tersedia pada 11 Maret melalui berbagai kanal distribusi, termasuk operator, ritel, dan tentu saja, situs resmi Samsung. Pilihan warna yang ditawarkan pun cukup variatif, mulai dari Cobalt Violet, White, Black, Sky Blue, hingga varian eksklusif Pink Gold dan Silver Shadow untuk pembelian online. Untuk urusan perlindungan ekstra, ada Samsung Care+ yang menawarkan perbaikan cepat untuk kerusakan akibat kecelakaan, garansi perpanjangan, dan dukungan ahli bersertifikat. Singkatnya, Samsung menawarkan paket lengkap, mulai dari genggaman tangan hingga meja kerja, dengan janji integrasi dan performa yang tak main-main.


