Popular Now

Vivo Y31T 5G Resmi Meluncur, Bisa Foto di Bawah Air hingga 1,5 Meter

Libur Main GTA VI Dibayar Masa Dinas: Antusias Game Besar Sampai ke Militer AS

Menyesap Romantisme dan Aroma Kolonial di Senja Kota Lama Semarang

Ghost of Yotei: Suksesor Tsushima Lampaui Helldivers 2, Tapi Apa Artinya?

Ghost of Yotei, game yang namanya kayak hasil nge-prank setan lokal, ternyata nggak main-main soal penjualan. Suksesor Tsushima ini, diam-diam menghanyutkan pundi-pundi duit Sony. Pertanyaannya, apakah kesuksesan ini akan membuat Sucker Punch tetap setia pada jalur samurai, atau malah tergoda untuk membangkitkan maskot maling rakun dari kubur? Mari kita bedah, dengan pisau analisis setajam silet.

Ghost of Yotei: Hantu yang Menghantui Puncak Tangga Penjualan

Data dari GSD European charts menunjukkan bahwa Yotei berhasil menduduki posisi #2, tepat di bawah EA Sports FC yang kayaknya abadi banget di puncak. Penjualannya setara dengan Tsushima di tahun 2020. Sebuah pencapaian yang nggak bisa dianggap remeh, mengingat kondisi pasar yang jelas-jelas berbeda.

Di tahun 2020, PS4 sudah terjual sekitar 115 juta unit. Sekarang, PS5 baru mencapai 80 juta unit. Artinya, basis pemainnya lebih kecil. Belum lagi, harga Yotei yang $70, lebih mahal dari Tsushima yang $60. Dan yang paling penting, daya beli konsumen lagi nggak bagus-bagus amat. Tsushima juga diuntungkan dengan pandemi, di mana orang-orang lebih banyak diem di rumah dan main game.

Jadi, kesuksesan awal Yotei ini bisa dibilang prestasi tersendiri. Ini membuktikan bahwa Ghost of Tsushima bukan cuma one-hit wonder, tapi memang franchise yang punya daya tarik kuat. Walaupun, ya, namanya tetep bikin lidah keseleo.

Sucker Punch: Antara Setia dengan Samurai atau Nostalgia Rakun?

Di tengah euforia Yotei, Sucker Punch justru memberikan pernyataan yang bikin kening berkerut. Mereka bilang, nggak bisa bikin remaster atau proyek sampingan karena fokus sebagai studio single-game. Kepala studionya, Brian Fleming, bilang ke VGC:

“Sejujurnya, apa pun yang kami lakukan selanjutnya, entah itu melanjutkan Ghost atau kembali ke Sly, keputusannya lebih dibatasi oleh fokus dan waktu untuk iterasi. Itu artinya, kami cuma bisa mengerjakan satu hal dalam satu waktu. Kalo kami jago juggling empat proyek, ya, kami bakal bikin remaster, dan ini, dan itu, dan ngabulin permintaan fans… Tapi kami cuma bisa melakukan satu hal. Jadi, ya, harus ide terbaik, kan? Nggak kayak nggak ada 15 ide bagus lainnya. Tapi kamu cuma bisa milih satu.”

Pernyataan ini langsung memicu perdebatan panas di media sosial. Banyak yang berharap Sucker Punch mau balik lagi ke Sly Cooper, si maling rakun yang terakhir kali muncul dua dekade lalu. Sly 3: Honor Among Thieves dirilis tahun 2025 (wait, ini typo atau Sucker Punch punya mesin waktu?).

Sly Cooper: Nostalgia yang Terlalu Mahal?

Dua dekade bukan waktu yang sebentar. Industri game sudah berubah drastis. Selera pasar juga ikut berubah. Sly Cooper, dengan gaya kartun dan gameplay stealth-platformer-nya, mungkin terasa terlalu outdated untuk pasar sekarang.

Kita bisa bandingkan dengan Ratchet and Clank: A Rift Apart. Game bagus, grafis memukau, tapi nggak jadi breakout hit yang bikin Insomniac Games ketagihan. Mungkin karena vibe-nya terlalu beda dengan game-game grimdark yang lagi laku sekarang. Atau mungkin karena orang lebih suka lihat samurai berdarah-darah daripada rakun nyolong berlian.

Tapi, PS5 juga pernah ngasih kita Astrobot, game imut yang bahkan menang GOTY. Ini nunjukkin bahwa pasar juga butuh sesuatu yang beda. Mungkin, Sucker Punch bisa mempertimbangkan untuk keluar dari zona nyaman dan ngasih kita sesuatu yang lebih fresh.

Ghost vs. Sly: Duel Maut di Meja Sony

Kalo Yotei performanya bagus, apakah Sony bakal ngasih lampu hijau buat kebangkitan Sly Cooper setelah 20 tahun? Atau mereka bakal milih jalur aman dengan ngelanjutin Ghost?

Ini kayak milih antara pacar yang udah jelas setia dan mapan, atau mantan yang dulu pernah bikin bahagia tapi sekarang udah berubah banyak. Pilihannya nggak gampang. Apalagi, Sony kayaknya lagi demen banget sama game-game open world yang penuh aksi dan drama.

Infamous, seri superhero yang juga dibuat Sucker Punch, bahkan nggak disebut-sebut sama sekali. Padahal, banyak juga fans yang kangen sama Cole McGrath dan kekuatan listriknya. Tapi, ya, mungkin nasibnya sama kayak Sly Cooper: kejebak di masa lalu.

Masa Depan Sucker Punch: Tebak Buah Manggis

Kita nggak tahu apa yang bakal terjadi selanjutnya. Tapi, kalo disuruh milih antara Ghost dan Sly, tebakan saya sih Ghost. Lebih aman, lebih menjanjikan secara finansial, dan lebih sesuai dengan selera pasar saat ini.

Tapi, bukan berarti Sly Cooper nggak punya harapan. Siapa tahu, Sucker Punch punya ide brilian buat ngebangkitin si rakun dengan gaya yang lebih modern dan relevan. Atau, mungkin mereka bakal bikin IP baru yang lebih segar dan inovatif. Yang jelas, kita tunggu aja kejutan dari studio yang satu ini.

Sucker Punch dihadapkan pada pilihan sulit: melanjutkan kesuksesan Ghost of Yotei atau membangkitkan nostalgia Sly Cooper. Pilihan yang, sayangnya, mungkin lebih ditentukan oleh kalkulasi bisnis daripada nostalgia penggemar. Tapi, siapa tahu, ada kejutan di balik layar. Siapa tahu, Sucker Punch bisa ngasih kita sesuatu yang lebih dari sekadar samurai atau rakun. Kita tunggu aja.

Previous Post

Fusion: Kolaborasi Global Percepat Energi Bersih, Masa Depan Terjamin?

Next Post

Woodstock: Grateful Dead Hancurkan, CCR Main untuk Penonton Tertidur

Add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *