Popular Now

Vivo Y31T 5G Resmi Meluncur, Bisa Foto di Bawah Air hingga 1,5 Meter

Libur Main GTA VI Dibayar Masa Dinas: Antusias Game Besar Sampai ke Militer AS

Menyesap Romantisme dan Aroma Kolonial di Senja Kota Lama Semarang

Woodstock: Grateful Dead Hancurkan, CCR Main untuk Penonton Tertidur

Woodstock, oh Woodstock… Sebuah festival yang lebih legendaris dari kemampuanmu mengingat password Wi-Fi. Konon, konser ini adalah puncak kejayaan rock and roll tahun 60-an. Tapi, di balik semua euforia dan cinta damai, ada cerita pilu dari dua band besar yang karyanya memilih untuk minggat dari film dokumenter Woodstock: Grateful Dead dan Creedence Clearwater Revival (CCR). Kok bisa?

Ceritanya begini, Grateful Dead dan CCR tampil berurutan saat malam Sabtu, 16 Agustus, menjelang Minggu dini hari, 17 Agustus 1969. Nah, kekacauan yang terjadi saat Grateful Dead manggung ternyata efeknya sampai ke penampilan CCR. Jadi, bisa dibilang, ini adalah contoh nyata “apes bareng-bareng” ala festival musik.

Ketika Listrik dan Halusinasi Bersatu: Kisah Grateful Dead di Woodstock

Gitaris Grateful Dead, Bob Weir, menjelaskan bahwa hujan deras membuat panggung jadi arena berbahaya. “Panggungnya basah, dan listrik menyengatku! Aku jadi konduktor dadakan!” ujarnya mengenang. “Menyentuh gitar dan mikrofon rasanya seperti mau mati saja. Ada percikan biru sebesar bola baseball, dan aku terpental 2-3 meter ke arah amplifier.” Kebayang, kan, lagi asyik main gitar, tiba-tiba jadi Pikachu dadakan?

Selain masalah teknis, masalah lainnya adalah… mereka semua sedang tinggi-tingginya. Alhasil, penampilan mereka jadi kacau balau bahkan sebelum hujan mulai mengguyur. “Kami punya semacam kutukan di acara-acara besar – ‘selalu gagal di panggung besar’ – dan aku nggak yakin kenapa,” kata drummer Bill Kreutzmann kepada Conan O’Brien pada tahun 2015. “Penampilannya sangat buruk sampai kami nggak mau ada di film dokumenter. Benar-benar parah.”

CCR: Dari Janji Prime Time Sampai Main Buat Satu Orang

John Fogerty, gitaris CCR, menyaksikan semua kekacauan itu dari pinggir panggung. Ia bercerita bahwa bandnya – yang saat itu sedang naik daun berkat lagu-lagu hits seperti “Proud Mary,” “Born on the Bayou,” “Bad Moon Rising,” dan “Green River” – awalnya dijadwalkan tampil lebih awal. Kebayang nggak sih, lagi semangat-semangatnya mau manggung, eh, malah disuruh nunggu sampai tengah malam?

“Kami dijanjikan prime time di malam Sabtu, sekitar jam sembilan,” kata Fogerty kepada O’Brien. “Tapi mereka nggak bilang kalau kami harus tampil setelah Grateful Dead.” Masalahnya, setelah Grateful Dead naik panggung, semuanya jadi serba salah. Penundaan demi penundaan terjadi, dan yang lebih parah, Fogerty baru tahu di tahun 90-an kalau semua personel Grateful Dead menelan LSD sebelum naik panggung!

Ketika Penonton Lebih Memilih Mimpi daripada Mimpi di Panggung

Konsumsi obat-obatan terlarang dan kondisi panggung yang berbahaya membuat penampilan Grateful Dead molor tak terkendali. Fogerty mengklaim bahwa di tengah-tengah penampilan mereka, tiba-tiba semuanya hening. Sunyi senyap selama satu jam sebelum mereka mulai main lagi. Bayangkan, lagi asyik joget, tiba-tiba musik berhenti dan yang ada cuma suara jangkrik.

Alhasil, CCR baru bisa naik panggung sekitar pukul 2:30 pagi (meskipun banyak sumber bilang sebenarnya 12:30), dan mereka mendapati penonton sudah pada tewas alias tidur nyenyak. “Aku lari ke panggung – karena ini kesempatan besar; ada setengah juta orang di sana – dan aku lihat sekelompok orang yang mirip denganku, tapi telanjang. Dan mereka tidur. Mereka semua tidur sambil bertumpuk-tumpukan.”

Fogerty menggambarkan pemandangan itu seperti lukisan neraka Dante’s Inferno, di mana jiwa-jiwa keluar dari neraka. Tapi bedanya, mereka semua tidur. “Jadi, kami mulai nge-rock di tengah malam buta, mencoba membangkitkan semangat semua orang.”

“Don’t Worry About It, John! We’re With Ya!”

Setelah memainkan sekitar lima lagu, Fogerty mencoba berinteraksi dengan penonton, berharap ada yang bangun dan merespons. “Aku bilang, ‘Semoga kalian menikmati ini. Kami senang banget di sini; kami cuma mau kalian suka sama kami, tahu nggak?’”

Tiba-tiba, dari kejauhan, sekitar seperempat mil, ada seseorang menyalakan korek apinya. Ia berteriak, “Jangan khawatir, John! Kami bersamamu!” Alhasil, selama sisa konser Woodstock-nya, Fogerty merasa seperti main hanya untuk satu orang itu saja.

Karena merasa penampilannya kurang memuaskan dan tidak sesuai dengan standar CCR, Fogerty memutuskan untuk tidak memasukkan rekaman audio maupun video penampilan mereka ke dalam film dan album Woodstock. Keputusan yang pahit, tapi bisa dimengerti.

Pelajaran dari Panggung yang Batal Tampil di Woodstock

Meskipun penampilan di Woodstock berakhir mengecewakan, satu kejadian buruk itu tidak cukup untuk merusak kesuksesan CCR di tahun 1969. Mereka tetap menjadi salah satu band terbesar di dunia, dan lagu-lagu mereka terus melegenda hingga kini.

“Kami pulang, dan setelah beberapa hari aku sadar, ‘Ah, sudahlah, itu cuma satu kekecewaan; CCR tetap jalan terus,’” kenang Fogerty. “Jadi, aku nggak terlalu memikirkannya.”

Legacy CCR: Memenangkan Hak Cipta dan Merayakan Warisan Musik

Fogerty, yang akhirnya memenangkan pertempuran selama 50 tahun untuk mendapatkan hak kepemilikan atas musik CCR pada tahun 2023, baru-baru ini merayakannya dengan merilis Legacy: The Creedence Clearwater Revival Years, yang menampilkan versi baru dari lagu-lagu klasik CCR. Sebuah bukti bahwa meskipun pernah gagal di Woodstock, warisan musik CCR tetap abadi.

Dari kisah Grateful Dead dan CCR di Woodstock, kita bisa belajar bahwa bahkan band-band terbesar pun bisa mengalami kejadian apes di panggung. Tapi, yang terpenting adalah bagaimana mereka bangkit kembali dan terus berkarya. Dan, tentu saja, jangan lupa untuk selalu membawa jas hujan dan menghindari konsumsi LSD sebelum manggung, ya!

Previous Post

Ghost of Yotei: Suksesor Tsushima Lampaui Helldivers 2, Tapi Apa Artinya?

Next Post

GitLab di LAN: Hemat Uang & Jaga Privasi dengan Instalasi Lokal yang Mudah!

Add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *