Siapa sangka, sebuah penawaran gratis akhir pekan ini datang dengan nuansa abad pertengahan yang kental, lengkap dengan urusan pemakaman, bisnis gelap, dan sedikit… daging manusia? Lupakan sejenak gegap gempita esports atau kesibukan membangun markas di dunia fantasi. Kali ini, PlayStation Store sedang royal memberikan Graveyard Keeper, sebuah titel yang memadukan pesona santai ala Stardew Valley dengan sentuhan kelam yang akan membuat pemain merenungkan kembali arti moralitas dalam pencarian keuntungan. Gratis, tanpa perlu langganan PlayStation Plus, dan langsung menjadi milik abadi. Sebuah tawaran yang mungkin terlalu bagus untuk ditolak, atau justru terlalu mengerikan untuk dilewatkan begitu saja?
The Grim Business of Digital Death
Graveyard Keeper, lahir dari rahim Lazy Bear Games pada tahun 2018, adalah sebuah sim management yang menempatkan pemain pada posisi pengelola pemakaman di era pertengahan. Lupakan soal merawat tanaman atau memancing ikan. Di sini, tantangan utamanya adalah mengelola tumpukan mayat, sebuah bisnis yang konon berkembang pesat seiring dengan rendahnya angka harapan hidup pada masa itu. Pemain ditantang untuk memperluas kerajaan penguburan, tentu saja, dengan cara-cara yang jauh dari kata etis. Ini bukan sekadar menggali lubang dan menaruh peti mati; ini adalah tentang membangun imperium dari apa yang ditinggalkan orang mati.
Pengembangnya sendiri dengan gamblang menyatakan bahwa ini adalah tentang “semangat kapitalisme, dan melakukan apa pun yang diperlukan untuk membangun bisnis yang berkembang.” Pertanyaan retoris mereka, “Apakah benar-benar perlu mengeluarkan uang untuk daging burger yang layak bagi festival pembakaran penyihir, ketika ada begitu banyak sumber daya tergeletak begitu saja?” langsung menggarisbawahi premis permainan ini. Pemain didorong untuk mencari jalan pintas, mengumpulkan material baru, dan membangun fasilitas seperti sekop atau nisan untuk menunjang operasional. Sebuah simulasi bisnis yang jujur, bahkan jika bisnisnya adalah mengolah mayat.
Tujuan utama tentu saja adalah keuntungan. Dan bagaimana cara terbaik mencapai keuntungan dalam simulasi abad pertengahan yang gelap ini? Tentu saja dengan memanfaatkan setiap bagian dari apa yang ada. “Tubuh-tubuh mati ini tidak membutuhkan semua organ mereka, bukan? Mengapa tidak menggilingnya dan menjualnya ke tukang daging lokal?” demikian dev bahkan menawarkan petunjuk. Ini bukan lagi tentang grinding exp untuk naik level, melainkan grinding organ untuk mendapatkan koin. Sebuah pendekatan yang brutal namun jenaka dalam menggambarkan sisi gelap kapitalisme, di mana moralitas seringkali menjadi komoditas yang bisa diperdagangkan.
Dari Estetika Stardew ke Kehidupan Kelam
Meskipun seringkali dibandingkan dengan Stardew Valley karena estetika visualnya yang serupa, Graveyard Keeper mengambil arah yang sangat berbeda. Alih-alih bertani dan menjalin hubungan sosial yang harmonis, pemain justru diajak untuk berbisnis di pasar gelap mayat. Dungeon bukan hanya sekadar arena pertarungan, melainkan tempat perburuan bahan-bahan alkimia yang bisa digunakan untuk meracuni seluruh desa demi keuntungan bisnis. Permainan ini tidak malu-malu menunjukkan sisi gelap dari ambisi dan kerakusan, semua dibungkus dalam tampilan visual yang relatif ceria.
Skor MetaCritic 69 mungkin terasa rendah bagi sebagian orang, namun ini adalah gambaran betapa permainan ini berhasil dalam menjalankan misinya: menjadi sebuah “banger” yang tidak pernah berusaha terlalu serius pada dirinya sendiri. Keberaniannya untuk menyajikan konten yang begitu unik dan sedikit mengerikan adalah daya tarik utamanya. Ini adalah bukti bahwa pasar gaming masih terbuka untuk eksperimen, bahkan ketika subjeknya adalah pengelolaan jenazah dengan motif ekonomi. Kuantitas konten yang ditawarkan, dengan durasi lebih dari 50 jam, menjanjikan pengalaman mendalam yang akan menguji batas kesabaran pemain dalam mengelola bisnis yang tidak biasa.
Penawaran gratis ini bukan hanya eksklusif untuk konsol PlayStation. Bagi para PC gamers yang mungkin merasa terasing, Graveyard Keeper juga tersedia secara cuma-cuma di Steam dan Xbox. Sebuah langkah yang sangat cerdas dari pihak yang menawarkan, memastikan bahwa pengalaman unik ini dapat dinikmati oleh audiens yang lebih luas. Namun, seperti kebanyakan tawaran menggiurkan lainnya, ada tenggat waktu yang harus diperhatikan. Kesempatan emas ini hanya berlaku hingga 13 April, sebuah pengingat bahwa bahkan dalam dunia digital, waktu adalah uang, dan kesempatan gratis tidak datang selamanya.
Jadi, sebelum Anda tenggelam dalam rutinitas akhir pekan, pertimbangkan untuk menyelami dunia Graveyard Keeper. Ini adalah kesempatan langka untuk menguji seberapa jauh ketahanan moral pemain ketika dihadapkan pada tawaran keuntungan yang menggiurkan, bahkan jika itu berarti harus berurusan dengan mayat. Ingat, ini bukan sekadar permainan; ini adalah sebuah studi kasus satir tentang sisi gelap kapitalisme, yang dibalut dalam lapisan humor gelap dan gameplay yang adiktif. Ambil kesempatan ini selagi masih ada, sebelum tanah kuburan kembali tertutup dan bisnis pemakaman kembali normal tanpa sentuhan ajaib dari racun dan organ manusia.


