Level-5, studio yang dikenal dengan seri Professor Layton dan sentuhan unik pada life simulation, baru saja menggelar panggung megah bertajuk Level-5 Vision, sebuah perhelatan yang seharusnya membangkitkan antusiasme para gamer. Namun, alih-alih parade inovasi yang memukau, acara ini justru terasa seperti reuni canggung dengan beberapa proyek yang sudah lama dinanti namun tak kunjung melangkah pasti. Lupakan dulu perdebatan soal AI dalam pengembangan gim, karena di sini, fokusnya adalah pada janji-janji yang menggantung dan pembaruan yang membuat sebagian penggemar bertanya-tanya, “Ini serius?”.
Di tengah riuh rendah tren AI yang merambah industri hiburan digital, Level-5 justru berujar lantang soal komitmen pada “kerajinan manusia” sebagai respons. Pernyataan ini tentu menarik, terutama mengingat CEO Akihiro Hino pernah sedikit tersandung lidah tahun lalu karena pandangannya yang positif terhadap potensi AI. Sikap ini seolah ingin menunjukkan bahwa di tengah gelombang otomatisasi, Level-5 tetap teguh pada sentuhan tangan empu yang tak tergantikan. Sebuah narasi yang elegan, sayangnya, momen panggungnya terasa lebih diwarnai oleh kehati-hatian dibandingkan keberanian inovatif.
Pesta pengumuman ini sejatinya berputar pada beberapa judul yang sudah dinanti, termasuk kebangkitan sang detektif topi fedora, Professor Layton and the World of Steam, portabilitas Fantasy Life i: The Girl Who Steals Time, dan yang paling ditunggu sekaligus paling mengkhawatirkan, sebuah penampakan singkat dari Decapolice. Sisanya adalah campuran antara pembaruan yang disambut baik dan beberapa ide yang masih meraba-raba peta jalan pengembangan.
Sebagaimana tradisi pengembang yang ingin mengobati kerinduan penggemar, Level-5 menyuguhkan trailer baru untuk Professor Layton and the World of Steam. Visualnya menjanjikan perpaduan teka-teki ikonik dengan nuansa baru yang menarik. Kisah yang diusung berkisar pada sosok penembak misterius dan pewaris yang diculik – premis yang cukup klasik untuk petualangan Layton. Pengembang mengklaim bahwa proyek ini hampir rampung, sebuah kabar gembira yang patut diapresiasi, terutama mengingat daftar tunggu yang sudah menggunung. Jadwal rilis 2026 masih menggantung, namun belum ada tanggal pasti yang bisa dicatat di kalender para peminat teka-teki. Kabar baiknya, gim ini akan hadir di platform yang lebih luas, mencakup PS5 dan Windows PC, selain konsol Nintendo yang sudah diumumkan sebelumnya.
Sang Detektif Kembali, Tapi Kapan Tepatnya?
Penampakan baru Professor Layton and the World of Steam memang memberikan sedikit kelegaan. Penggemar seri ini telah lama menanti petualangan baru dari Profesor dan Luke, dan pembaruan ini setidaknya mengkonfirmasi bahwa proyek tersebut masih berjalan. Misteri baru yang dihadirkan, dengan unsur penembak misterius dan pewaris yang hilang, terdengar sangat familier dengan ciri khas seri ini. Namun, pertanyaan besar tetap menggantung: bagaimana Level-5 akan mengintegrasikan teka-teki klasik ke dalam pengalaman bermain yang mungkin harus beradaptasi dengan tren modern, terutama ketika gim ini hadir di berbagai platform?
Kehadiran gim ini di PS5 dan PC, selain Switch dan Switch 2, patut dicatat sebagai langkah strategis. Ini menunjukkan ambisi Level-5 untuk menjangkau audiens yang lebih luas, melampaui basis penggemar Nintendo yang sudah loyal. Namun, ini juga menimbulkan tantangan tersendiri dalam hal optimalisasi pengalaman bermain di setiap platform yang berbeda. Mampukah teka-teki yang dirancang untuk layar sentuh atau kontroler Switch tetap terasa memuaskan di keyboard dan mouse, atau kontroler dual analog PS5?
Masih beredarnya gim ini di tahun 2026, tanpa tanggal rilis yang spesifik, adalah senyum tipis yang bercampur dengan keraguan. Ini mengindikasikan bahwa meskipun nyaris rampung, masih ada detail-detail krusial yang perlu disempurnakan. Apakah ini berarti ada penyesuaian konten, atau sekadar jadwal rilis yang sengaja dibuat longgar untuk menghindari tabrakan dengan judul-judul besar lainnya? Waktu yang akan menjawab.
Di sisi lain spektrum penantian, Decapolice muncul kembali dari kegelapan. Setelah penundaan demi penundaan yang membuat para calon pemain mulai kehilangan harapan, teaser singkat dihadirkan. Trailer tersebut tidak menyajikan detail gameplay yang substansial, hanya mengafirmasi bahwa proyek ini belum mati suri. Pernyataan bahwa gim ini masih dalam pengembangan, sejujurnya, adalah sebuah kelegaan bagi mereka yang sudah lama menanti. Namun, kelegaan ini dibayangi oleh pertanyaan: apa sebenarnya yang sedang dikerjakan? Seberapa jauh perkembangan gim ini sebenarnya?
Decapolice: Bayangan Proyek yang Terus Menggantung
Decapolice telah menjadi salah satu gim yang paling banyak dibicarakan sekaligus paling membuat frustrasi dalam portofolio Level-5. Kabar terakhir yang beredar hanyalah penundaan demi penundaan, membuat banyak pihak berspekulasi tentang potensi masalah pengembangan yang mendalam. Kemunculan singkatnya di showcase ini, meskipun hanya sebuah teaser, setidaknya memberikan sinyal kehidupan. Ini menunjukkan bahwa proyek tersebut tidak sepenuhnya dibatalkan, sebuah pikiran yang mungkin sempat terlintas di benak banyak orang.
Namun, minimnya informasi baru menimbulkan pertanyaan yang lebih besar. Apakah gim ini masih sesuai dengan visi awal yang diperlihatkan beberapa tahun lalu? Atau apakah pengembang sedang melakukan perombakan besar-besaran untuk menyelamatkan proyek yang mungkin sudah terlanjur ambisius? Trailer yang singkat dan minim detail justru membuka lebih banyak ruang untuk spekulasi daripada memberikan kejelasan.
Di dunia gaming, penundaan adalah hal yang lumrah, terutama untuk gim-gim yang ambisius. Namun, Decapolice tampaknya telah melampaui batas wajar. Para pemain telah menanti terlalu lama, dan janji-janji yang terus tertunda mulai terasa hampa. Level-5 perlu menunjukkan lebih dari sekadar “masih dalam pengembangan” untuk meyakinkan kembali audiensnya bahwa Decapolice akan menjadi pengalaman yang sepadan dengan penantian yang panjang.
Pembaruan Snack World Reloaded, remake dari Snack World: The Dungeon Crawl – Gold, menghadirkan visual diorama yang diperbarui dan mode permainan baru yang memungkinkan pemain mengendalikan Chup, tokoh dari seri anime-nya. Ini adalah langkah yang menarik bagi penggemar seri ini, menawarkan pengalaman roguelike yang diperbarui dengan sentuhan visual yang segar. Kehadirannya di Nintendo Switch 2, PS5, dan PC mengindikasikan keseriusan untuk menjangkau pasar yang luas.
Beralih ke ranah simulasi kehidupan, Fantasy Life i: The Girl Who Steals Time, yang sukses besar di tahun 2025, akan hadir di perangkat Android dan iOS. Fitur cross-play dan cross-progression dengan versi PC dan konsol menjadikannya pilihan menarik bagi para pemain yang ingin melanjutkan petualangan mereka di mana saja. Peluncuran sebagai gim premium berbayar, lengkap dengan DLC, menunjukkan komitmen pada kualitas konten tanpa adanya monetisasi agresif yang kerap mengganggu pengalaman bermain gim seluler.
Seri sepak bola populer, Inazuma Eleven, juga mendapatkan perhatian melalui Inazuma Eleven: Cross. Trailer baru dan detail gameplay yang dirilis mengonfirmasi peluncuran gim seluler ini di Nintendo Switch 2. Prak-registrasi untuk versi mobile sudah dibuka, dengan rilis penuh dijadwalkan pada bulan Juni. Bersamaan dengan itu, Inazuma Eleven: Victory Road juga akan mendapatkan perilisan fisik di Nintendo Switch 2 pada tanggal 11 Juni. Ini adalah momen penting bagi penggemar seri Inazuma Eleven yang ingin menikmati aksi sepak bola unik ini di berbagai platform.
Yang paling unik, atau mungkin bisa disebut aneh, adalah pengumuman proyek sekuel Yo-Kai Watch yang akan diintegrasikan ke dalam gim seluler Yo-Kai Watch: Wibble Wobble. Proyek game-dalam-gim ini diberi judul The Great Detective Nekomata, yang mengisahkan seorang novelis dan kucingnya dalam memecahkan misteri. Pendekatan ini tentu saja menimbulkan pertanyaan tentang arah masa depan seri Yo-Kai Watch dan bagaimana integrasi semacam ini akan memengaruhi pengalaman bermain secara keseluruhan.
Terakhir, gim seluler baru bernama Pufflings: Journey Through a Fantasy World dikembangkan oleh Level-5 dan NHN PlayArt. Konsepnya adalah variasi dari Suika Game, namun dengan penggantian buah-buahan menjadi karakter hewan lucu. Level-5 memiliki rencana besar untuk seri ini, termasuk pengembangan film animasi dan merchandise. Perilisan gim ini dijadwalkan pada musim dingin mendatang, menandai langkah Level-5 ke arah waralaba multimedia yang lebih luas, dimulai dari konsep gim kasual yang familiar.


