Popular Now

Vivo Y31T 5G Resmi Meluncur, Bisa Foto di Bawah Air hingga 1,5 Meter

Libur Main GTA VI Dibayar Masa Dinas: Antusias Game Besar Sampai ke Militer AS

Menyesap Romantisme dan Aroma Kolonial di Senja Kota Lama Semarang

Greta Van Fleet & Rival Sons Jadi Band Pengiring Bruce Springsteen KW di Film Baru?

Jeremy Allen White jadi Bruce Springsteen? Bayangkan, dari masak-masak di The Bear, eh malah galau di Colts Neck, New Jersey. Tapi tenang, kegalauan itu cuma sementara. Ketika Springsteen butuh pelampiasan, dia langsung tancap gas dengan Trans Am-nya ke Asbury Park. Tujuannya cuma satu: Stone Pony, safe space para musisi, tempat dia bisa nge-jam bareng band lokal.

Ketika Greta Van Fleet dan Rival Sons Nge-band di Stone Pony

Yang bikin mata melotot, band lokal itu kok ya mirip perpaduan antara Greta Van Fleet dan Rival Sons. Apakah ini konspirasi? Oh, tentu saja tidak. Ini semua berkat Dave Cobb, produser beken yang langganan Grammy. Dia ini biang keladinya. Selain jadi produser soundtrack film, dia juga yang memproduseri album Starcatcher-nya Greta Van Fleet dan sederet LP Rival Sons, termasuk Feral Roots yang ciamik di tahun 2018.

Band lokal itu bernama Cats on a Smooth Surface. Aslinya, mereka memang beneran ada, dipimpin oleh Bobby Bandiera. Konon, Bandiera ini hampir aja gabung sama E Street Band-nya Springsteen. Repertoar mereka ya lagu-lagu rock dan soul lawas, kayak “Twist and Shout” dan “Long Tall Sally”. Di film, mereka bawain “Lucille”-nya Little Richard dan “Boom Boom”-nya John Lee Hooker bareng White.

Casting Ala Dave Cobb: Ketika Musisi Beken Jadi Anak Band Lokal

Nah, pas nyusun formasi Stone Pony band buat Deliver Me From Nowhere, produser film kayaknya ngandelin banget koneksi Cobb. Jadilah gitaris Greta Van Fleet, Jake Kiszka, dan bassist Sam Kiszka didapuk jadi gitaris dan bassist-nya Cats. Vokalis Rival Sons, Jay Buchanan, kebagian peran jadi Bandiera – meski di kredit film ditulisnya “Cats on a Smooth Surface – Lead Singer”. Lumayan, kan, buat nambah pengalaman.

“Perjalanan kami dengan proyek ini dimulai dari Dave Cobb… Keterlibatan Dave memicu koneksi, dan tak lama kemudian dia ditunjuk jadi direktur musik untuk film,” kata Jake Kiszka dari Greta Van Fleet kepada Rolling Stone. “Waktu itu saya lagi kerja bareng dia di studionya, Low Country Sound di Savannah, Georgia, pas dia cerita soal proyek ini. Scott Cooper, sang sutradara, lagi nyari ‘band rock ‘n’ roll muda yang keren’ – yang mirip Greta Van Fleet, katanya. Dave langsung nyaut: ‘Kenapa nggak minta mereka aja?’ Dan, ya udah, semua langsung klop.” Ini namanya rejeki anak soleh, eh, anak band.

Buchanan, meski digambarkan lebih mirip Bob Seger daripada Bandiera aslinya, tetep aja punya daya tarik di atas panggung. Dia meraung-raung dan joged-joged saat bawain “Lucille” bareng Springsteen-nya White. (Di acara tribute buat John Fogerty di Nashville baru-baru ini, Buchanan bahkan nyolong perhatian dengan bawain “Fortunate Son”-nya CCR tanpa alas kaki.) Saudara-saudara Kiszka, yang bareng Josh (vokal) dan Danny Wagner (drum) ngebentuk Greta Van Fleet, juga pasang tampang anak band yang lagi manggung di bar. Bahkan, mereka sempet kebagian dialog pas lagi nongkrong di trotoar Asbury Park abis manggung. Udah kayak abis nobar bola aja.

Jeremy Allen White Jadi Bruce Springsteen: Lebih dari Sekadar Imitasi

“Kerja bareng Jeremy itu petualangan yang seru banget,” imbuh Jake Kiszka. “Kemampuannya buat meranin Bruce Springsteen itu kayak kelas master – dia bisa nemuin titik tengah antara nangkep esensi karakter dan nyuntikin originalitasnya sendiri.”

Cameo kayak gini di Deliver Me From Nowhere, bareng sama keputusan casting yang inspired lainnya kayak Marc Maron jadi Chuck Plotkin (studio engineer), Brian Chase (drummer Yeah Yeah Yeahs) jadi Max Weinberg-nya E Street, dan Jimmy Iovine jadi dirinya sendiri (itu beneran suara Iovine yang lagi ngebentak Jon Landau di telepon), jadi suguhan yang asik buat penggemar rock. Atau setidaknya buat mereka yang jeli.

Bukan Sekadar Biopik: Sebuah Surat Cinta untuk Penggemar Musik Rock

Deliver Me From Nowhere bukan cuma biopik biasa. Lebih dari itu, film ini adalah surat cinta untuk para penggemar musik rock. Dengan sentuhan cameo yang cerdas dan pemilihan musik yang pas, film ini berhasil menghidupkan kembali era keemasan musik rock. Tapi, yang bikin film ini beda adalah bagaimana para aktor dan musisi yang terlibat berhasil menyuntikkan jiwa mereka sendiri ke dalam karakter yang mereka perankan. Hasilnya? Sebuah pengalaman menonton yang otentik dan menghibur.

Dave Cobb: Maestro di Balik Layar yang Menyatukan Segalanya

Di balik semua ini, ada sosok Dave Cobb, sang maestro di balik layar. Sebagai produser soundtrack film, Cobb berhasil menyatukan berbagai elemen musik dan menciptakan atmosfer yang pas untuk film ini. Keterlibatannya dalam proyek ini bukan cuma soal musik, tapi juga soal koneksi. Cobb berhasil membawa musisi-musisi muda seperti Greta Van Fleet dan Rival Sons ke dalam film ini, memberikan warna baru dan energi segar.

Pelajaran dari Balik Layar: Kolaborasi dan Kreativitas Tanpa Batas

Kisah di balik layar Deliver Me From Nowhere ngasih kita pelajaran berharga tentang kolaborasi dan kreativitas tanpa batas. Ketika para musisi dari berbagai genre dan generasi bersatu, hasilnya bisa jadi sesuatu yang luar biasa. Film ini bukti nyata bahwa musik bisa jadi jembatan yang menghubungkan berbagai perbedaan dan menciptakan harmoni yang indah. Jadi, tunggu apa lagi? Siapin cemilan, atur volume, dan nikmatin suguhan musik rock yang memanjakan telinga.

Lebih dari Sekadar Hiburan: Refleksi tentang Musik dan Identitas

Namun, jangan salah sangka. Deliver Me From Nowhere bukan cuma sekadar tontonan hiburan. Film ini juga ngajak kita buat refleksi tentang musik dan identitas. Bagaimana musik membentuk kita sebagai individu dan sebagai bagian dari masyarakat. Bagaimana musik bisa jadi pelarian dari kenyataan dan sekaligus jadi sumber inspirasi. Film ini adalah pengingat bahwa musik punya kekuatan buat mengubah dunia, satu lagu pada satu waktu.

Jadi, lain kali kalau lagi dengerin lagu rock favorit, coba deh pikirin lagi. Siapa tahu di balik lagu itu ada cerita yang lebih dalam dari sekadar nada dan lirik. Siapa tahu di balik lagu itu ada pesan yang bisa ngubah hidup kita. Atau, siapa tahu aja, di balik lagu itu ada Jeremy Allen White lagi nyamar jadi Bruce Springsteen.

Previous Post

Dispatch: Game Superhero dengan Twist Unik yang Bikin Nagih! (Review)

Next Post

Neato Robovac Mati Gaya: Aplikasi Tak Bisa Dipakai, Bye-Bye Fitur Canggih!

Add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *