Popular Now

Vivo Y31T 5G Resmi Meluncur, Bisa Foto di Bawah Air hingga 1,5 Meter

Libur Main GTA VI Dibayar Masa Dinas: Antusias Game Besar Sampai ke Militer AS

Menyesap Romantisme dan Aroma Kolonial di Senja Kota Lama Semarang

Hotel Fifth Avenue: Mewahnya Gilded Age New York di Jantung NoMad

Pernah nggak sih merasa terjebak dalam film *Gatsby* versi Instagram? Semua serba mewah, berkilauan, tapi kok ya hampa? Nah, The Fifth Avenue Hotel di New York ini menawarkan pengalaman serupa. Bukan berarti jelek, lho. Justru, ini adalah potret nyata bagaimana kita mendefinisikan kemewahan di era digital: *bling-bling* di luar, tapi tetap harus *connect* dengan colokan USB.

Kemewahan yang Bikin Nostalgia Era *Bridgerton*

Hotel ini dulunya adalah rumah sosialita abad ke-19 bernama Charlotte Goodridge. Bayangkan, pesta teh dengan gosip panas para *crazy rich* zaman dulu. Kemudian, sempat jadi bank dan akhirnya menjadi mansion bergaya Italianate yang sekarang bisa kita lihat. Lobi hotel ini seperti mesin waktu yang membawa kita ke era *Gilded Age*-nya New York. Ada lemari berisi kristal, sofa beludru, dan wallpaper yang mengingatkan kita pada lukisan Rousseau. Pelayanannya pun nggak kalah mewah, setiap kamar, apapun kategorinya, punya akses ke *butler*. Kurang sultan apa coba?

Martin Brudnizki, desainer asal Swedia, bertanggung jawab atas interior hotel ini. Gaya desainnya yang *playful* bisa dilihat di mana-mana. Dinding lift dilapisi sutra *pink* dengan *tassel* dari Samuel & Sons, salah satu pembuat *tassel* tertua di Amerika. Lampu dindingnya punya dekorasi burung atau tangan. Kaca *bevel* dan lampu gantung berkilauan memberikan kesan romantis. Kamar-kamarnya punya wallpaper dengan tema yang berbeda, ada yang *pink* dengan nuansa hutan, ada juga yang hijau dengan pemandangan pastoral.

Jangan lupakan Café Carmellini dan Portrait Bar. Café Carmellini adalah tempat *hangout* dengan interior Italia yang *vibey*, sementara Portrait Bar menawarkan suasana remang-remang yang menggoda. Keduanya adalah tempat yang *only-in-New-York* banget. Nggak heran kalau jadi buruan para *influencer* dan sosialita.

Kamar Hotel: Antara Kamar Sultan dan Apartemen Anak Kos

Akomodasi di hotel ini dibagi menjadi dua bagian: menara kaca 24 lantai yang baru dibangun di atas bekas rumah kereta, dan mansion asli yang menghadap Fifth Avenue. Semuanya berwarna-warni dan terasa seperti era *Gatsby*, tapi tetap modern. Lampu, gorden, dan TV dikendalikan dengan tablet. Pintunya pun berwarna *bubblegum-pink* yang lucu. Kamar terkecil adalah City King, tapi sudah cukup luas untuk ukuran New York. Kalau mau yang lebih luas, pilih *studio suite* di menara yang meniru apartemen New York.

Di sisi lain bangunan, *mansion suite* punya desain yang maksimalis dan fantastis. Ada lampu dengan *tassel*, bunga segar di vas besar, lampu langit-langit yang digantung dari bintang emas, dan dinding berwarna *teal* dengan *hand moulding*. Ruang tamu dipisahkan dari kamar tidur oleh pembatas ruangan hijau yang ceria. Ada juga “Maxi Bar” tersembunyi dengan semua minuman gratis (kecuali alkohol), dan kabinet berisi makanan ringan dari Café Carmellini.

Bahkan, wallpaper di kamar mandi pun nggak kalah heboh. Kamar mandinya punya dua wastafel, *rainforest shower* (dan *bath tub* di *suite*), serta cermin besar. Kalau mau foto OOTD di kamar mandi, di sini tempatnya!

Café Carmellini: Tempat Nongkrong Para *Foodies* dan Sosialita

Café Carmellini adalah tempat *hangout* utama di hotel ini. Chef Andrew Carmellini bertanggung jawab atas menu di restoran ini. Tempat ini selalu ramai oleh para *foodies* dan sosialita NoMad. Tamu hotel memang nggak dapat akses prioritas, tapi bisa pesan meja melalui *butler*. Interiornya didominasi panel kayu, lampu gantung tiga tingkat, jendela besar, beludru, dan bangku kulit.

Menunya musiman dan dibagi menjadi empat bagian: *crudo*, *appetizer*, pasta, dan hidangan utama. Jangan lewatkan pasta segarnya! Daftar anggurnya pun sangat lengkap, hotel ini punya sekitar 15.000 botol anggur. Dijamin bingung mau pilih yang mana.

Kalau mau minum-minum cantik di malam hari, Portrait Bar adalah tempat yang tepat. Interiornya didominasi kayu gelap, cermin, dan potret yang disusun seperti galeri. Ada koktail yang terinspirasi dari berbagai negara, seperti Mapo District dari Seoul yang berbasis soju, atau St James dari London yang merupakan campuran *bramble* dan *English milk punch* dengan Earl Grey gin.

Fasilitas: Lebih dari Sekadar Tempat Tidur

Selain kamar dan restoran, hotel ini juga punya beberapa ruang acara, termasuk bekas brankas bank di bawah tanah yang sekarang jadi ruang pribadi untuk mencicipi anggur atau menjamu tamu. Ada juga ruang belajar dan konservatori yang digunakan sebagai ruang kerja bersama. Sayangnya, nggak ada kolam renang atau spa di hotel ini.

Tapi, jangan khawatir, ada pusat kebugaran di hotel ini. Atau, *butler* bisa membantu menghubungkanmu dengan mitra kebugaran lokal, seperti SoulCycle dan Barry’s. Ada juga layanan parkir valet dengan biaya tambahan. Jadi, nggak perlu repot cari parkir di New York yang terkenal susah.

Lokasi Strategis: Dekat ke Mana-Mana

The Fifth Avenue Hotel terletak di sudut West 28 Street dan Fifth Avenue, di distrik NoMad. Lokasinya dekat dengan Flatiron Building. Distrik ini sedang *ngetren* di kalangan anak muda. Di sekitar hotel banyak restoran mewah, seperti Eleven Madison Park dan La Tête d’Or. Lokasinya yang strategis membuat hotel ini dekat ke mana-mana. Midtown bisa dicapai dengan berjalan kaki selama 20 menit, sementara pusat kota sekitar dua kali lipatnya. Daya tarik utama di dekat hotel adalah Empire State Building, Madison Square Garden, dan Broadway.

The Fifth Avenue Hotel: Mewah atau Lebay?

Dengan harga mulai dari 741 poundsterling per malam, The Fifth Avenue Hotel jelas bukan hotel murah. Tapi, dengan kemewahan, desain interior yang unik, dan lokasi yang strategis, hotel ini menawarkan pengalaman menginap yang tak terlupakan. Pertanyaannya, apakah kemewahan ini sepadan dengan harganya? Atau, ini hanyalah bentuk lain dari konsumerisme yang dibungkus dengan estetika *vintage*? Tergantung perspektif masing-masing. Yang jelas, kalau kamu punya *budget* lebih, nggak ada salahnya mencoba menginap di hotel ini sekali seumur hidup. Siapa tahu, kamu bisa menemukan inspirasi untuk mendekorasi kamar kosanmu dengan gaya *Gatsby* ala anak rantau.

Previous Post

Cast n Chill: Game Memancing Santai Hadir di Nintendo Switch 2 & Switch!

Next Post

Katy Perry & Justin Trudeau: Go Insta Official dengan Foto Mesra dari Jepang!

Add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *