Howard Stern, sang legenda radio yang suaranya lebih mahal dari harga kos-kosan di Menteng, lagi sibuk tawar-menawar kontrak baru sama SiriusXM. Kabarnya, negosiasi ini seru banget, kayak rebutan diskon flash sale di e-commerce. Kira-kira, drama kontrak ini bakal berujung manis atau pahit? Kita tunggu saja.
Howard Stern dan SiriusXM: Cinta Lama Belum Kelar?
Buat yang belum tahu, Howard Stern ini bukan sekadar penyiar radio biasa. Dia itu kayak influencer zaman batu yang berhasil bikin SiriusXM jadi raja radio satelit. Dulu, waktu Stern pindah ke Sirius di tahun 2006, konon katanya pelanggan mereka cuma 200 ribu orang. Sekarang? Jangan ditanya, udah kayak jumlah followers Atta Halilintar. Nah, sekarang doi lagi negosiasi perpanjangan kontrak, dan kabarnya pengen punya semacam “kepemilikan” di perusahaan. Ambis banget kayak lagi main monopoli.
Dalam wawancaranya dengan Andy Cohen, sesama anak buah SiriusXM, Stern bilang dia cinta banget sama perusahaan ini. Tapi ya namanya juga bisnis, urusan duit tetep jadi nomor satu. Dia juga nyindir soal kontribusinya dalam membangun subscribers SiriusXM. Ya iyalah, tanpa Stern, mungkin SiriusXM cuma jadi stasiun radio yang lagunya itu-itu aja.
Stern juga cerita soal kepindahannya ke Sirius dulu, waktu mereka masih harus bersaing ketat sama XM (yang akhirnya merger sama Sirius). Sekarang, SiriusXM udah jadi perusahaan raksasa yang punya berbagai macam konten, dari yang kanan sampai yang kiri, dari musik sampai obrolan sampah. Stern bangga banget sama pencapaian ini, dan kalau dia tetep bertahan, dia pengen punya andil lebih besar lagi.
Arsip ‘Kebangkrutan’ yang Tak Ternilai Harganya
Salah satu hal yang bikin negosiasi ini alot adalah soal arsip acara Stern. Tiap kali kontrak diperpanjang, arsip ini harus dinegosiasikan ulang. Bayangin aja, itu kayak koleksi game jadul yang harganya bisa lebih mahal dari PS5. Stern sendiri ogah-ogahan ngomongin soal ini, tapi dia mengakui kalau SiriusXM nganggap arsipnya itu penting banget.
Presiden SiriusXM, Scott Greenstein, pernah bilang kalaupun Stern pensiun, SiriusXM tetep bakal punya arsipnya selama bertahun-tahun. Jadi, intinya, meskipun Stern udah kakek-kakek, omongannya tetep laku dijual.
Rumor Panas di Balik Layar Radio
Sempet ada rumor yang bilang SiriusXM ogah memperpanjang kontrak Stern karena harganya mahal dan jam tayangnya makin dikit. Maklum, Stern udah 71 tahun, udah waktunya pensiun dan nikmatin masa tua. Kontraknya yang sekarang nilainya konon 100 juta dollar per tahun, dan bakal abis di akhir 2025. CEO SiriusXM, Jennifer Witz, sih optimis mereka bakal nemuin solusi yang terbaik.
Stern juga ngomentarin soal rumor dia dipecat karena “terlalu woke”. Dia bilang, waktu itu dia lagi liburan. “Kalau gue terlalu woke, dunia udah kebalik. Gila aja, gue ngomongin apa aja, gue bahkan nggak tau itu artinya apa. Tapi ya kalau itu artinya gue udah melek, ya syukur deh,” katanya.
Dari Mar-a-Lago Sampai Penolakan Konvensi Republik
Stern juga cerita soal persahabatannya dengan Donald Trump. Mereka berdua pernah dateng ke pernikahan masing-masing. Stern bahkan ada di Mar-a-Lago waktu Trump ngumumin niatnya buat jadi presiden. Trump sempet minta Stern buat ngenalin dia di Konvensi Republik, tapi Stern nolak karena dia pendukung Hillary Clinton. Itu terakhir kalinya mereka ngobrol.
Ditanya soal era favoritnya selama puluhan tahun siaran, Stern bilang dia nggak punya. Menurutnya, acaranya harus terus berubah dan berkembang. “Acaranya harus terus berubah dan berkembang. Di umur gue yang sekarang, nggak mungkin gue ngelakuin apa yang gue lakuin waktu umur 20, kan?”
Dari Tabu Sampai Kontroversi: Evolusi Seorang Howard Stern
“Waktu gue mulai siaran, yang gue pikirin cuma satu: gue harus ngebongkar semua tabu,” kata Stern. “Mereka bilang gue nggak boleh ngomongin seks. Gue datengin bintang porno tiap hari. Emang vulgar, tapi gue juga pengen nyentil orang dan ngomongin agama, seksualitas, narkoba, semua hal yang nggak boleh diomongin. Kenapa semuanya harus tabu? Gue waktu itu masih muda dan marah. Gue nggak mikirin konsekuensi dari apa yang gue omongin.”
Howard Stern: Lebih dari Sekadar Kontrak
Intinya, negosiasi kontrak Howard Stern ini bukan cuma soal duit. Ini soal warisan, soal identitas, dan soal masa depan SiriusXM. Apakah Stern bakal tetep jadi bagian dari perusahaan ini, atau dia bakal pensiun dan ninggalin kita semua dengan kenangan obrolan sampah yang legendaris? Kita tunggu aja episode selanjutnya dari sinetron radio ini.


