Bayangkan ini: 2026, antrean panjang mengular di depan toko game, internet heboh, dan semua orang mendadak jadi pengamat gameplay. Bukan, ini bukan demo masak besar-besaran, tapi peluncuran Grand Theft Auto VI (GTA VI). Dan tahukah Anda di mana salah satu markas pengembangannya? Bukan di Silicon Valley, tapi di Yorkshire, Inggris. Ya, Yorkshire!
Ketika Yorkshire Jadi Hollywood-nya Game
GTA VI, yang digarap oleh Rockstar Leeds, memang jadi tajuk paling mentereng di industri game Yorkshire. Tapi jangan salah, di balik nama besar itu, ada ratusan studio kecil dan developer independen yang berjuang keras menciptakan game yang kelak bisa bikin kita lupa waktu. Mereka ini bukan cuma bermimpi, tapi juga berharap pemerintah setempat lebih serius mendukung pertumbuhan industri ini, tak hanya terpusat di London.
Yasmina Fadel, salah satu pelaku di industri ini, punya markas di Production Park, dekat Pontefract. Tempat ini unik: gudang-gudang biasa yang disulap jadi lokasi syuting film Netflix hingga tempat latihan konser artis sekelas Coldplay dan Beyonce. Di antara hiruk pikuk itu, ada tim Yasmina yang sibuk merancang Wyrd Waters, game strategy yang terinspirasi dari mitologi Norse. Keren, kan?
Yasmina dan timnya memilih berkarya di Yorkshire karena ingin jadi bagian dari “northern games scene”. Mereka ingin membuktikan, kesempatan berkarier di industri game itu ada, tak harus hijrah ke London. “Pemerintah mulai sadar industri game itu raksasa hiburan saat ini, dan mulai ada opsi pendanaan,” ujarnya. Tapi, ia menambahkan, dukungan pemerintah Inggris belum se-total dukungan pemerintah Jerman pada industri game mereka.
Menurut Yasmina, booming industri game ini berkaitan erat dengan makin banyaknya orang dewasa yang main game, serta tren adaptasi game jadi film dan serial TV. “Orang makin teredukasi soal game, apalagi setelah game macam The Last of Us diadaptasi jadi serial TV. Game itu seni yang berbeda,” tegasnya.
Industri Game di Yorkshire: Sebesar Apa Sih?
Untuk mendapatkan gambaran lebih jelas, saya bertemu Jamie Sefton dari Game Republic di National Video Games Museum, Sheffield. Jamie ini semacam “mak comblang” bagi para developer game di wilayah utara Inggris. Tugasnya? Mempromosikan masa depan industri desain game di Yorkshire. Berat ya?
“Saya rasa, secara kultural, kami belum sebernilai industri film dan TV, tapi situasinya membaik,” kata Jamie. “Politisi zaman sekarang banyak yang tumbuh besar dengan main game, jadi mereka paham nilai game. Situasinya akan terus membaik.”
Jamie menambahkan, 80% industri game Inggris ada di luar London, dan 20% lebih perusahaan game ada di wilayah utara. “Industri ini itu mesin penghasil kekayaan!” serunya. “Salah satu franchise game terbesar di dunia, Grand Theft Auto, itu buatan Rockstar Leeds. Kita punya talenta dan perusahaan keren di sini.”
Kenapa Anak Muda Yorkshire Lebih Pilih Jadi Developer Game daripada Jadi Tukang Nambal Ban?
Jamie ingin anak muda Yorkshire tahu, ada karier menjanjikan di industri game, tak perlu jauh-jauh merantau. Ini bukan sekadar isapan jempol belaka. Pemerintah Inggris pun tak tinggal diam. Tahun ini, mereka mengumumkan Video Games Growth Package senilai 30 juta poundsterling untuk membantu studio dan developer baru.
Menteri Kebudayaan Lisa Nandy bilang, ini bagian dari rencana yang lebih besar, yakni investasi 380 juta poundsterling untuk industri kreatif. “Kreativitas itu tak mengenal batasan wilayah – entah itu musisi di Leeds, pembuat film di Bradford, atau developer game di Huddersfield,” ujarnya. Keren kan?
Selain itu, West Yorkshire juga mendapat kucuran dana 25 juta poundsterling untuk membantu warga setempat mengubah ide kreatif jadi bisnis. Intinya, pemerintah ingin memastikan para developer tetap bertahan di Yorkshire, tak tergoda hijrah ke London. Sama aja kayak di Indonesia kan? Jakarta selalu jadi magnet.
Beberapa game terkenal seperti Hogwarts Legacy, Fall Guys, Atomfall, dan tentu saja GTA, memang dikembangkan di Yorkshire. Tapi tetap saja, banyak talenta baru yang masih tergiur dengan gemerlap ibu kota. Ini tantangan besar.
Bukan Sekadar Main-Main: Ketika Game Jadi Kebanggaan Daerah
Coal Supper Games, contohnya, adalah studio yang didirikan oleh James Carbutt dan Will Todd, dua pemuda asal Barnsley. Game buatan mereka, Thank Goodness You’re Here, adalah interpretasi kocak kehidupan di kampung halaman mereka. Game ini bahkan memenangkan BAFTA untuk Best British Game tahun ini! Gokil!
“Kami harus melangkah lebih jauh sampai game diakui setara dengan film dan TV,” kata Will saat diwawancarai di karpet merah BAFTA. Duo ini berhasil mengalahkan studio-studio besar untuk meraih penghargaan itu. “Kami cuma fokus bikin gambar-gambar konyol yang saling berteriak. Sekarang, orang tua saya akhirnya menghormati saya,” candanya.
“Nggak Perlu Merantau Buat Sukses!”
Walikota West Yorkshire, Tracy Brabin, menegaskan para desainer game adalah bagian dari strategi One Creative North untuk mendorong studio-studio agar tetap bertahan di wilayah tersebut. “Terlalu lama, industri kreatif kita terkonsentrasi di London dan wilayah tenggara, berkat talenta dari seluruh negeri,” katanya.
Ia menambahkan, pemerintah kini bekerja sama dengan para walikota untuk mengubah keadaan, memberi kesempatan yang sama bagi para pelaku kreatif di seluruh negeri untuk berkembang, tanpa harus pergi dari kampung halaman. Ini bukan cuma soal uang, tapi juga soal kebanggaan daerah.
Jadi, lain kali Anda main GTA VI, ingatlah, sebagian dari game itu lahir di Yorkshire. Dan siapa tahu, game buatan anak muda Indonesia juga bisa mendunia, tanpa harus merantau ke Silicon Valley. Asal pemerintahnya nggak sibuk ngurusin yang lain ya kan…

