Popular Now

Vivo Y31T 5G Resmi Meluncur, Bisa Foto di Bawah Air hingga 1,5 Meter

Libur Main GTA VI Dibayar Masa Dinas: Antusias Game Besar Sampai ke Militer AS

Menyesap Romantisme dan Aroma Kolonial di Senja Kota Lama Semarang

Judas Priest: Album ke-20 Bakal Hadir? Richie Faulkner Kasih Kode Keras!

Judas Priest, band metal legendaris yang seharusnya sudah pensiun 15 tahun lalu, ternyata masih bandel. Richie Faulkner, gitaris mereka, baru-baru ini memberikan sedikit bocoran tentang masa depan band. Apakah album ke-20 akan lahir? Atau mereka akan terus tur sampai kiamat menjemput? Mari kita bedah masa depan band ini, dengan gaya Mojok yang penuh ironi.

Judas Priest: Dari Farewell Tour Abadi Hingga Studio Rekaman

Awalnya, Judas Priest mengumumkan tur perpisahan. Namun, 15 tahun kemudian, Richie Faulkner masih bertahan. Ini seperti sinetron Indonesia yang episode-nya tak kunjung usai. Faulkner sendiri bingung, apakah mereka akan kembali ke studio atau terus memainkan lagu-lagu klasik di panggung. Yang jelas, band ini sepertinya punya stamina lebih dari anak kos akhir bulan.

Faulkner menambahkan, pola Judas Priest itu sederhana: album, tur, album, tur, dan seterusnya. Jadi, secara historis, kemungkinan besar akan ada album baru. Tapi, semua masih abu-abu. Ini seperti menunggu kepastian dari gebetan: antara di-PHP atau diajak serius.

Legacy Richie Faulkner: Cukup Numpang Tenar di Band Metal Legendaris

Ketika ditanya soal legacy, Faulkner menjawab dengan rendah hati. Katanya, yang penting adalah melakukan yang terbaik. Soal legacy, biar orang lain yang menilai. Tapi, mari kita jujur, bergabung dengan Judas Priest saja sudah legacy tersendiri. Ini seperti menang lotre dan dapat pacar yang pengertian dalam satu waktu. Mustahil, tapi nyata.

Faulkner beruntung bisa tur dan menulis musik dengan salah satu band metal terbesar di dunia. Faktanya, orang-orang masih mendengarkan karya mereka di tahun 2025. Itu sudah cukup untuknya. Ini seperti numpang wifi tetangga: yang penting bisa internetan gratis.

“Invincible Shield”: Album Baru yang Menggebrak Pasar Musik

Judas Priest baru saja merilis album baru berjudul “Invincible Shield”. Album ini langsung meroket di tangga lagu Inggris, menduduki posisi ke-2. Mereka hanya kalah dari Ariana Grande. Sebuah pencapaian yang luar biasa untuk band yang sudah berumur. Ini seperti kakek-kakek yang masih kuat joged di TikTok.

Sebelum “Invincible Shield”, prestasi terbaik Judas Priest di Inggris adalah dengan album “British Steel” (1980) yang mencapai posisi ke-4. Album “Firepower” (2018) juga cukup sukses dengan menduduki posisi ke-5. Ini membuktikan bahwa Judas Priest masih relevan di era musik digital.

Dominasi Eropa: “Invincible Shield” Menguasai Tangga Lagu

“Invincible Shield” tidak hanya sukses di Inggris. Album ini juga menduduki posisi puncak di Jerman, Finlandia, Swedia, dan Swiss. Di Prancis, album ini mencapai posisi ke-5. Di Italia, posisi ke-8. Bahkan di Australia, album ini masih bisa bertengger di posisi ke-16. Ini seperti virus yang menyebar dengan cepat di kalangan pecinta musik metal.

“Shield Of Pain” Tour: Nostalgia “Painkiller” yang Membara

Selama tur “Shield Of Pain” di Eropa, Judas Priest membawakan tujuh lagu dari album “Painkiller” (1990). Album ini memang sedang merayakan ulang tahun ke-35. Ini seperti reuni akbar para alumni yang ingin mengenang masa-masa kejayaan.

Selain lagu “Painkiller”, Judas Priest juga membawakan lagu-lagu seperti “All Guns Blazing”, “Hell Patrol”, “A Touch Of Evil”, “Night Crawler”, “One Shot At Glory”, dan “Between The Hammer And The Anvil”. Ini adalah suguhan istimewa bagi para penggemar setia Judas Priest.

Setlist Langka: Janji yang Ditepati

Ketika mengumumkan tur “Shield Of Pain”, Judas Priest menjanjikan setlist yang langka dan unik. Mereka ingin membawakan lagu-lagu klasik yang jarang dimainkan. Janji ini ditepati dengan penampilan yang memukau di Eropa. Ini seperti janji kampanye yang akhirnya direalisasikan. Langka sekali!

Alice Cooper: Teman Sepanggung yang Setara Gila-nya

Sebelumnya, Judas Priest telah menyelesaikan tur di Amerika Utara bersama Alice Cooper. Dua legenda ini bersatu dalam satu panggung. Ini seperti reuni para superhero yang sudah pensiun tapi masih kuat berkelahi.

Album ke-20: Akankah Terjadi?

Pertanyaan besarnya adalah, apakah Judas Priest akan membuat album ke-20? Richie Faulkner memberikan sedikit harapan, tapi juga tidak memberikan kepastian. Ini seperti teka-teki yang membuat penasaran. Mari kita tunggu saja kejutan dari band metal legendaris ini. Siapa tahu, mereka akan terus berkarya sampai akhir zaman.

Judas Priest: Lebih dari Sekadar Band Metal

Judas Priest adalah lebih dari sekadar band metal. Mereka adalah legenda hidup yang terus menginspirasi generasi demi generasi. Dengan usia yang sudah senja, mereka masih mampu menghasilkan karya-karya berkualitas. Ini adalah bukti bahwa musik metal tidak mengenal usia. Semoga saja mereka tidak lupa lirik dan terus menggebrak dunia dengan musik mereka.

Previous Post

Cursor Composer: Mampukah Saingi Model AI Raksasa? Ini Implikasinya!

Next Post

Nanopartikel IL-12: Harapan Baru Imunoterapi Kanker Ovarium yang Lebih Efektif?

Add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *