Popular Now

Vivo Y31T 5G Resmi Meluncur, Bisa Foto di Bawah Air hingga 1,5 Meter

Libur Main GTA VI Dibayar Masa Dinas: Antusias Game Besar Sampai ke Militer AS

Menyesap Romantisme dan Aroma Kolonial di Senja Kota Lama Semarang

Kering: Jual Aset Gemuk, Fokus Lini Bisnis Mewah-nya (Biar Untung Nggak Macet)

Baiklah, mari kita bedah angka-angka Kering kuartal pertama 2026 ini. Kering, konglomerat barang mewah yang konon adalah ‘rumah’ bagi para jenius kreatif, baru saja mengumumkan performa penjualan mereka. Kabarnya, Grup ini telah menyelesaikan sejumlah transaksi besar di lini kecantikan, perhiasan, dan properti. Konon katanya sih, ini demi mempertajam fokus dan memperkuat neraca keuangan. Menariknya, mereka akan memaparkan strategi grup di acara Capital Markets Day di Florence pada 16 April. Angka pendapatan yang dirilis adalah €3.568 juta, stabil jika dilihat dari basis perbandingan yang sama tahun lalu. Sebuah langkah awal yang terkesan ‘stabil’, di tengah lanskap yang sepertinya belum sepenuhnya cerah. Setidaknya, ini bukan penurunan dramatis, tapi lebih seperti menahan napas sebelum melompat. Atau mungkin, ini adalah ‘lompatan’ yang sangat hati-hati.

Sang CEO, Luca de Meo, dalam kutipannya, terdengar seperti seorang pelatih yang sedang mengobarkan semangat tim. Ia menyebut kuartal pertama 2026 sebagai ‘langkah penting pertama dalam pemulihan’ dan ‘peningkatan sekuensial lebih lanjut’. Tentu saja, ini semua berkat ‘efek nyata dari tindakan yang diambil’, meskipun lingkungan geopolitiknya “menantang”. Hampir semua ‘Rumah’ (Houses, sebutan Kering untuk merek-mereknya) mencatat pertumbuhan, terutama dari sektor perhiasan. Tapi, mari kita sorot fokus utamanya: Gucci. Ia menegaskan bahwa pemulihan Gucci adalah prioritas utama, dengan tindakan ‘tegas’ yang mencakup klien, distribusi, dan yang terpenting, tawaran produk. Arsitektur produk telah diatur ulang, fokus kategori diperkuat, dan koleksi baru akan terus hadir sepanjang tahun. Sang CEO tampak optimis, melihat kemajuan yang dieksekusi dengan ‘kecepatan dan fokus’. Sebuah platform grup diluncurkan untuk mendukung pertumbuhan dan efisiensi, serta langkah-langkah ‘tegas’ di sektor kecantikan, perhiasan, dan properti untuk memperkuat neraca. Harapannya, pada 16 April, peta jalan strategis Kering, yang diberi nama ‘ReconKering’, akan terungkap sepenuhnya. Sebuah nama yang… cukup berani.

Stabilisasi Pendapatan: Euforia atau Sekadar Bertahan?

Pendapatan Grup Kering di kuartal pertama 2026 tercatat sebesar €3.568 juta. Secara nominal, angka ini turun 6%, namun jika dilihat dari basis perbandingan yang sama (comparable basis), nilainya stabil. Ini adalah poin penting yang terus ditekankan oleh Kering. Stabil, bukan tumbuh pesat. Ibaratnya, Anda tidak lagi tenggelam, tapi masih berenang di tengah lautan badai. Penjualan melalui jaringan ritel yang dioperasikan langsung, termasuk e-commerce, mengalami penurunan 2% secara basis perbandingan. Angka ini menunjukkan ketidakmerataan performa antar wilayah dan antar merek. Di sisi lain, pendapatan grosir (wholesale) justru naik 6%, didorong oleh momentum yang baik di sektor kacamata. Ini mengindikasikan bahwa meskipun penjualan langsung ke konsumen masih agak loyo, kanal distribusi lain tampaknya bekerja lebih baik. Sebuah pola yang menarik, menyiratkan bahwa strategi penjualan langsung mungkin perlu ‘disegarkan’ kembali.

Segmen Fashion & Leather Goods, yang merupakan jantung dari kerajaan Kering, mencatat pendapatan €2.852 juta. Penurunannya 9% secara nominal dan 3% secara basis perbandingan. Namun, lagi-lagi, Kering menyoroti ‘peningkatan sekuensial lebih lanjut’. Jaringan ritel langsung mengalami penurunan 4% secara basis perbandingan. Kabar baiknya, beberapa merek seperti Saint Laurent, Bottega Veneta, Balenciaga, dan Brioni berhasil mencatat pertumbuhan tahunan. Khusus Saint Laurent, performanya sangat kuat di kategori sepatu dan ready-to-wear, didukung koleksi baru seperti tas Mombasa. Bottega Veneta menunjukkan tren yang solid di Asia Pasifik, berkat jalur produk yang kuat dan daya tarik merek yang berkelanjutan. Balenciaga juga kembali mencetak pertumbuhan, didorong oleh permintaan barang kulit, terutama lini City dan Rodeo. Brioni mengkonfirmasi momentum yang sangat positif. Sementara itu, McQueen, seperti yang sudah diprediksi, sedang dalam fase ‘rasionalisasi’ sejalan dengan upaya perombakan merek. Pendapatan grosir segmen ini naik 2%. Jadi, ada bintang-bintang yang bersinar, tapi juga ada yang sedang ‘memoles diri’.

Gucci: Sang Bintang yang Redup atau Sedang Recharge?

Pusat perhatian utama, Gucci, mencatat pendapatan €1.347 juta di kuartal pertama 2026. Penurunannya cukup signifikan, 14% secara nominal dan 8% secara basis perbandingan. Penjualan di jaringan ritel langsung turun 8% secara basis perbandingan. Sayangnya, performa solid di Amerika Utara (naik 8% tahun-ke-tahun) tidak cukup untuk menutupi penurunan di Asia Pasifik dan Eropa Barat. Ini adalah konfirmasi awal bahwa ‘perombakan strategis’ mulai menunjukkan hasil, tapi jalannya masih panjang. Per kuartal ini, fokus utama adalah eksekusi: tindakan tegas pada tawaran produk, distribusi, dan keterlibatan klien. Arsitektur produk sedang diatur ulang, dengan koleksi baru yang diharapkan menjadi basis pemulihan. Pendapatan grosir Gucci justru naik 2%. Pertanyaannya, seberapa cepat ‘perombakan strategis’ ini akan diterjemahkan menjadi pertumbuhan yang nyata? Apakah Gucci akan kembali menjadi primadona, atau hanya menjadi kenangan indah masa lalu?

Perhiasan dan Kacamata: Unit Bisnis yang Mengkilap

Di sisi lain spektrum, Kering Jewelry justru memamerkan performa luar biasa. Pendapatan mencapai rekor €269 juta, naik 14% secara nominal dan 22% secara basis perbandingan. Penjualan di jaringan ritel langsung melonjak 28%, sementara pendapatan grosir naik 14%. Kinerja ini merata di berbagai wilayah utama, dengan permintaan kuat di Jepang dan Asia Pasifik. Boucheron menjadi merek dengan pertumbuhan terkuat di grup kuartal ini. Pomellato juga mencatat pertumbuhan yang baik, didorong oleh Jepang dan kesuksesan koleksi kuncinya. DoDo melanjutkan tren pertumbuhan yang berkelanjutan, sementara Qeelin mencatat performa kuat di Asia. Ini menunjukkan bahwa sektor perhiasan mewah masih memiliki daya tarik yang kuat, terutama jika didukung oleh merek-merek yang kuat dan koleksi yang tepat sasaran.

Tidak ketinggalan, Kering Eyewear juga mencetak rekor kuartal dalam sejarahnya. Pendapatan mencapai €489 juta, naik 3% secara nominal dan 7% secara basis perbandingan. Ini berkat peluncuran produk-produk unggulan, termasuk koleksi kacamata Valentino pertama yang dikembangkan oleh Kering Eyewear, kampanye penjualan yang sukses, serta inisiatif pemasaran dan komunikasi yang berdampak. Sektor kacamata mewah, yang sering kali menjadi semacam ‘aksesori’ dari merek-merek fesyen besar, ternyata memiliki potensi yang sangat menjanjikan jika dikelola dengan strategi yang tepat. Ini adalah segmen yang patut dicermati bagaimana Kering Eyewear akan terus memanfaatkan momentum ini.

Situasi Timur Tengah dan Prospek Kering

Kondisi di Timur Tengah menjadi salah satu perhatian utama Grup sejak akhir Februari, menyusul konflik yang terus berlanjut. Kering menyatakan keselamatan timnya adalah prioritas utama, dan sejauh ini tidak ada karyawan yang terdampak langsung. Wilayah ini mempekerjakan sekitar 1.100 orang, memiliki 79 toko, dan menyumbang sekitar 5% dari pendapatan ritel grup. Sebuah unit krisis telah diaktifkan dan terus memantau situasi. Meskipun ada gangguan sementara di beberapa area, seluruh jaringan ritel kini beroperasi. Pendapatan ritel di wilayah tersebut menurun 11% di kuartal pertama, setelah sempat tumbuh di dua bulan pertama tahun ini. Dampak di luar wilayah tersebut, seperti potensi pengaruh pada tren pariwisata global dan latar belakang makroekonomi, juga menjadi pertimbangan. Ini adalah pengingat bahwa bisnis mewah, seberapa pun kuatnya, tetap rentan terhadap gejolak global.

Menghadapi ketidakpastian geopolitik dan makroekonomi, Kering menekankan pentingnya ‘agilitas dan eksekusi yang tanpa cela’. Setiap ‘Rumah’ dibekali strategi merek yang lebih tajam dan berkelanjutan, serta dukungan operasional untuk mempercepat kemajuan. Target utama Kering di tahun 2026 adalah kembali ke jalur pertumbuhan dan meningkatkan margin. Peta jalan strategis ‘ReconKering’ yang akan dipresentasikan pada 16 April mendatang diharapkan memberikan panduan detail untuk fase transformasi berikutnya. Ini adalah momen krusial bagi Kering. Pertanyaannya, apakah Kering mampu benar-benar ‘merebut kembali’ kejayaannya, atau ini hanya akan menjadi episode lain dalam siklus naik turunnya industri barang mewah yang penuh gejolak?

Previous Post

Path of Exile 2: ARPG Kuno yang Bikin Nostalgia Sekaligus Upgrade Dewa

Next Post

Olahraga Pagi vs Sore: Jam Berapa Tubuhmu Bilang “Oke”?

Add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *