Popular Now

Vivo Y31T 5G Resmi Meluncur, Bisa Foto di Bawah Air hingga 1,5 Meter

Libur Main GTA VI Dibayar Masa Dinas: Antusias Game Besar Sampai ke Militer AS

Menyesap Romantisme dan Aroma Kolonial di Senja Kota Lama Semarang

Kreator Rilis Album Baru “Krushers Of The World”: Sentuhan Italia & Energi Positif!

Kreator, band thrash metal yang namanya mungkin lebih dikenal bapakmu daripada kamu, *eits*, tapi jangan salah sangka dulu. Mereka ini bukan band uzur yang mencoba relevan dengan joget TikTok. Justru, mereka baru saja mengumumkan album ke-16 mereka, “Krushers Of The World”. Album ke-16? Serius? Iya, seserius bapakmu saat nonton berita politik sambil minum kopi pahit.

“Krushers Of The World”: Bukan Sekadar Nostalgia

Banyak band veteran yang terjebak dalam nostalgia, mengulang formula lama demi memuaskan fans garis keras. Tapi Kreator, dengan “Krushers Of The World”, mencoba mendobrak batasan itu. Mille Petrozza, pentolan Kreator, menegaskan bahwa ia tidak ingin bandnya menjadi “nostalgia act”. Baginya, setiap album adalah tantangan baru, layaknya album pertama. Sebuah tantangan yang berat, mengingat ini album ke-16, bukan bikin kopi instan.

Proses penulisan lagu dimulai sejak 2022, dengan Mille mengumpulkan ide-ide, riff, melodi, dan lirik. Ia menggandeng Andy Posdziech dari Any Given Day untuk merekam demo. Studio Fascination Street di Örebro, Swedia, menjadi saksi bisu kelahiran album ini, dengan Jens Bogren sebagai produser. Bogren bukan nama asing bagi Kreator, ia sebelumnya menggarap “Phantom Antichrist” (2012) dan “Gods Of Violence” (2017). Artinya, kolaborasi ini bukan sekadar coba-coba, tapi sudah teruji dan terpercaya.

Mille menjelaskan bahwa ia mengirimkan lagu-lagu tersebut ke band sekitar lima minggu sebelum masuk studio, agar tetap segar. Keputusan ini cerdas, menghindari kejenuhan dan menjaga semangat kolaborasi. Selama dua bulan di studio, ide-ide mengalir deras, kreativitas terpancar, dan semua anggota band berpartisipasi aktif. Proses rekaman yang melibatkan seluruh band ini menjadi kunci penting bagi Kreator.

Mille menekankan pentingnya rekaman album sebagai band, bukan sekadar mengirim file dan merekam bagian masing-masing di rumah. Ia menyebutnya sebagai “old school”, tapi justru di situlah letak kekuatannya. Interaksi langsung, jamming bersama, diskusi tentang lagu, dan koneksi emosional antar anggota band, semua itu berkontribusi pada kualitas album. Sebuah sentuhan manusiawi yang sulit didapatkan jika hanya mengandalkan teknologi.

Petrozza juga membahas tentang pentingnya proses penulisan lagu. Menurutnya, hal terpenting adalah menciptakan musik yang membuatnya bersemangat. Ia berharap semangat itu menular ke pendengar. Sebuah harapan yang wajar, mengingat musik metal seringkali dianggap “berisik” dan “menyeramkan” oleh sebagian orang. Padahal, di balik distorsi gitar dan gebukan drum, terdapat energi positif yang membara.

Kreator dan Batasan Extreme Metal: Antara Tradisi dan Eksplorasi

Kreator memang dikenal sebagai band extreme metal yang setia pada akar mereka. Namun, bukan berarti mereka anti terhadap inovasi. Pada album “Hate Über Alles” (2022), terdapat lagu berdurasi tujuh menit yang cukup epik. Tapi di album baru ini, lagu-lagu cenderung lebih pendek, sekitar empat atau lima menit. Mille menjelaskan bahwa ia tidak ingin memaksakan diri untuk menjadi band progresif. Baginya, yang terpenting adalah lagu yang keluar dari hati dan merepresentasikan pengalaman mereka sejak album terakhir.

Mille menggambarkan proses kreatifnya seperti membuka saluran dan melihat apa yang keluar. Ia tidak menganggap semua yang ia ciptakan langsung bagus. Dari 12 lagu yang disiapkan, hanya 10 yang masuk album. Ia juga memiliki beberapa ide dan lagu yang belum selesai. Ini menunjukkan bahwa Mille sangat selektif dan perfeksionis dalam menciptakan musik. Ia tidak ingin sekadar membuat album, tapi karya seni yang bermakna.

Soal lirik, Mille mengaku bahwa ide seringkali muncul lebih dulu. Setelah itu, ia baru menciptakan riff. Riff yang ia ciptakan pun tidak sembarangan. Ia ingin riff tersebut sedikit “spektakuler” dan tidak mudah dimainkan oleh semua orang. Namun, ia juga memperhatikan harmoni agar sesuai dengan karakter vokalnya. Baginya, bermain sedikit di atas kemampuan adalah cara untuk menjadi musisi yang lebih baik. Sebuah prinsip yang patut ditiru oleh para musisi muda.

Mille juga membahas tentang pentingnya chorus yang mudah diingat dan dinyanyikan bersama. Ia menyukai musik yang catchy dan mudah diingat. Ia bukan penggemar musik prog yang terlalu rumit. Ia mencontohkan band seperti Tool dan Rush yang memiliki kombinasi antara lagu yang bagus dan ritme yang unik. Kombinasi ini membuat musik mereka asyik didengarkan. Sebuah pandangan yang menarik, mengingat musik prog seringkali dianggap “superior” oleh sebagian orang.

Dapur Rekaman “Krushers Of The World”: Disneyland untuk Metalhead

Proses rekaman “Krushers Of The World” ternyata sangat menyenangkan. Mille menyebut studio Fascination Street sebagai “Disneyland untuk metalhead”. Di sana, semua orang bekerja dengan semangat dan dedikasi tinggi. Mereka tinggal di studio selama enam atau tujuh minggu, lalu Jens Bogren berlibur sejenak, dan kembali untuk mixing album selama tiga atau empat minggu. Hasilnya, album ini terdengar segar dan penuh energi positif.

Salah satu kunci sukses Kreator adalah kemampuan mereka untuk menciptakan materi baru yang tidak terdengar seperti rehash dari karya-karya sebelumnya. Mille menjelaskan bahwa banyak band yang lupa untuk mempertanyakan diri sendiri dan hanya merekam album demi tur atau tetap relevan. Baginya, proses kreatif harus alami dan jujur. Ia juga menekankan pentingnya hidup dengan musik untuk sementara waktu, sebelum memutuskan untuk merekamnya.

Dalam proses pra-produksi, Mille melibatkan temannya, Andy dari Any Given Day. Mereka membuat demo dengan kualitas yang sangat baik. Demo ini memberikan Mille kesempatan untuk hidup dengan lagu-lagu tersebut dan merevisi bagian-bagian yang dianggap lemah. Ketika ia memainkan lagu-lagu tersebut untuk band, ia sudah yakin bahwa lagu-lagu tersebut bagus. Lalu, band dan Jens Bogren memberikan ide-ide mereka. Hasilnya, sebuah potpourri kreativitas dan semangat untuk musik.

Mille juga terbuka terhadap ide-ide baru, termasuk dari Jens Bogren. Ia tidak terpaku pada egonya sendiri. Ia selalu mempertimbangkan semua ide demi kebaikan lagu. Ia juga mengakui bahwa hubungannya dengan Jens Bogren sudah sangat baik, sehingga mereka bisa saling mengkritik dan bercanda tanpa tersinggung. Sebuah dinamika yang sehat dan produktif.

Masa Depan Kreator: Lima Album Lagi? Siapa Takut!

Ketika ditanya apakah akan ada album Kreator setelah “Krushers Of The World”, Mille menjawab dengan yakin, “Ya. Saya pikir ya.” Ia bahkan bercanda bahwa mereka bisa saja melakukan trik “album terakhir” seperti The Cure dan Megadeth. Tapi, ia merasa masih memiliki setidaknya lima album lagi dalam dirinya. Sebuah pernyataan yang ambisius, tapi juga menunjukkan semangat dan dedikasinya terhadap musik. Mille menambahkan bahwa di album “Krushers Of The World”, pendengar bisa merasakan energi positif dan semangat yang membara. Sebuah album yang tidak hanya “berisik”, tapi juga memberdayakan dan membahagiakan.

Dengan tiga single yang sudah dirilis (“Seven Serpents”, “Tränenpalast”, dan “Satanic Anarchy”), serta tur Eropa yang monumental bersama Carcass, Exodus, dan Nails, Kreator siap menggebrak dunia metal. Album “Krushers Of The World” bukan sekadar album ke-16, tapi sebuah pernyataan bahwa Kreator masih relevan dan bersemangat untuk terus berkarya. Jadi, bapakmu mungkin benar soal Kreator, tapi kamu juga perlu memberi mereka kesempatan. Siapa tahu, kamu jadi ketagihan dengan distorsi gitar dan gebukan drum mereka.

Previous Post

Palia & Necesse Raih Game Not-So-Massively Terbaik 2025: Apa Artinya Bagi Gamer?

Next Post

Ponsel Mini Jadi Andalan Traveler: Ringkas, Canggih, Bebas Ribet Saat Traveling!

Add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *