Tahu-tahu lagi nge-gym santai, eh, manajer langsung kena serangan jantung. Bukan gara-gara angkat beban terlalu berat, tapi gara-gara si ‘silent killer’ genetik bernama lipoprotein(a) atau Lp(a). Kejadian epik di AmGYM ini memantik rasa penasaran Justin Murray, yang kini jadi petinggi riset di Amgen. Dulu, ngomongin Lp(a) itu kayak ngomongin alien; sedikit yang paham, bahkan para dokter pun banyak yang clueless. Pengalaman pribadi ini bikin Murray sadar betapa pentingnya menyibak tabir risiko kardiovaskular yang satu ini. Ternyata, ada “penyusup” lain di dalam lipoprotein yang selama ini luput dari perhatian para ahli, bikin orang yang udah jaga pola makan dan gaya hidup tetap aja bisa kena penyakit jantung. Ironis, bukan?
Bayangkan skenario ini: seseorang sudah mati-matian ngontrol kolesterol LDL-C, tekanan darah, sampai diabetes, tapi tetap aja kena penyakit jantung. Momen seperti inilah yang dialami Dr. Maria-Laura Monsalvo saat masih jadi kardiolog di Argentina. Ini bukan sekadar kurang telaten; ini adalah pengingat brutal bahwa ada elemen lain dalam “permainan” kolesterol yang perlu dipahami lebih dalam. Lp(a) ini ibarat tamu tak diundang yang kehadirannya membawa masalah tanpa disadari. Partikel pembawa kolesterol ini punya “pasukan tambahan”, yaitu protein apolipoprotein(a), yang bikin dia bertingkah aneh di aliran darah. Sifat proatherosclerotic, proinflammatory, dan prothrombotic-nya memicu pembentukan plak yang rapuh, meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke secara signifikan. Jadi, jangan heran kalau orang yang kelihatannya sehat bugar bisa tiba-tiba ambruk.
Bukan cuma dokter yang kaget, tapi masyarakat awam pun lebih parah lagi. Monica Florio, petinggi di Amgen, punya pengalaman langsung melihat betapa minimnya kesadaran soal Lp(a). “Ini tuh udah ditentuin genetik, diet atau gaya hidup nyaris nggak ngaruh,” jelasnya. “Satu dari lima orang di seluruh dunia bisa punya Lp(a) tinggi dan nggak sadar, kecuali mereka tes khusus. Dulu, bahkan kardiolog pun banyak yang belum familiar,” tambahnya. Nah, masalahnya, tes Lp(a) ini nggak termasuk dalam panel lipid standar kayak cek kolesterol biasa. Beda lagi kalau ngomongin satuan ukurnya: ada yang pakai mg/dL (berat Lp(a)), ada yang nmol/L (jumlah partikel). Karena partikel Lp(a) punya ukuran yang bervariasi akibat variasi genetik proteinnya, pengukuran jumlah partikel (nmol/L) dianggap lebih akurat dalam memprediksi risiko kardiovaskular. “Kita sampai harus tes diri sendiri buat nyadar betapa susahnya cari tes yang pas,” ungkap Florio. Misi pun tercipta: bikin tes Lp(a) sepopuler tes kolesterol.
Senjata Rahasia Melawan Penjahat Genetik
Menghadapi musuh genetik kayak Lp(a) yang kebal sama terapi penurun kolesterol standar, Amgen nggak main-main. Kolaborasi strategis dengan Arrowhead Pharmaceuticals membuka jalan untuk teknologi mutakhir: small interfering RNA atau siRNA. “Kita lihat potensi siRNA untuk langsung ke akar masalah,” ujar Murray. Teknologi ini bekerja dengan cara “mematikan” gen di sel hati yang memproduksi apolipoprotein(a), sehingga produksi Lp(a) berlebih bisa ditekan. Bagi para ilmuwan, lompatan dari penemuan awal hingga bukti konsep ini sungguh luar biasa cepatnya. Hasil dari riset pra-klinis ini melahirkan olpasiran, kandidat obat siRNA dari Amgen yang kini tengah menjalani uji klinis fase 3. Ini bukan cuma babak baru buat lini masa kardiovaskular Amgen, tapi juga potensi revolusioner dari terapi berbasis RNA.
Perjalanan Amgen dalam mengungkap dan menaklukkan Lp(a) adalah bukti nyata kekuatan kolaborasi lintas departemen dan lintas benua. Dari laboratorium hingga meja regulator, tim ini bergerak dengan satu visi: memberikan harapan baru bagi jutaan orang yang berisiko. Dr. Monsalvo menyoroti antusiasmenya terhadap hasil studi fase 3 OCEAN(a)-Outcomes, yang bertujuan membuktikan apakah menurunkan Lp(a) bisa mencegah kejadian kardiovaskular mayor. “Ini adalah upaya lintas fungsi yang masif, semua departemen bekerja sama erat untuk memahami dampak Lp(a) pada pasien,” katanya. Mereka juga sadar pentingnya representasi; studi ini secara khusus merekrut partisipan dari komunitas Asia Selatan dan Afrika Amerika, kelompok yang secara tidak proporsional terdampak oleh Lp(a) tinggi. Ini bukan sekadar uji klinis, tapi upaya memeratakan kesempatan untuk mendapatkan pengobatan.
Di sisi regulasi, Minell Karimi dan timnya di divisi global regulatory affairs punya tugas berat: mengedukasi otoritas kesehatan global mengenai terapi siRNA dan peran independen Lp(a) sebagai faktor risiko. “Kami berdiskusi dengan regulator mengenai sains di balik Lp(a) sebagai faktor risiko genetik untuk kejadian kardiovaskular, dan alasan ilmiah di balik upaya menurunkan kadarnya dalam konteks program pengembangan olpasiran,” jelas Karimi. Ini adalah tarian rumit antara sains, regulasi, dan kebutuhan pasien. Memahami bahwa sebuah partikel kecil bisa menjadi ancaman sebesar itu memang membutuhkan penjelasan yang cermat dan berulang. Bukan tugas yang mudah, tapi krusial untuk membawa terobosan ini ke tangan mereka yang membutuhkan.
Bagi Amgen, perjuangan ini lebih dari sekadar tantangan ilmiah atau birokrasi; ini adalah misi yang didorong oleh empati dan janji kepada pasien. Apa yang dimulai dari teka-teki laboratorium dan dokumen regulasi, kini telah bertransformasi menjadi sebuah gerakan global yang menyatukan para ilmuwan, klinisi, dan ahli strategi. Motivasi mereka jelas: menerangi area penting dalam kardiologi yang sering terabaikan dan menyadarkan jutaan pasien yang mungkin tidak tahu bahwa mereka membawa “bom waktu” genetik. Di konferensi ilmiah, antusiasmenya terasa. Namun, dalam praktik sehari-hari, jurang kesadaran itu nyata. “Ini tugas kami untuk menutup jurang itu dan membantu semua orang memahami risiko signifikan hidup dengan Lp(a) tinggi,” ujar Karimi penuh keyakinan.
Murray menambahkan perspektif yang menyentuh. “Saat berbagi kabar terbaru dengan mantan manajer, rasanya seperti lingkaran penuh,” ungkapnya. “Ini bukan hanya soal inovasi. Ini tentang memajukan sains sedemikian rupa sehingga benar-benar bisa mengubah hidup orang.” Pesan dari tim Lp(a) Amgen sungguh sederhana namun powerful: tanyakan pada dokter tentang Lp(a) dan pahami bagaimana kadarnya bisa mengurangi risiko penyakit jantung. Kesadaran adalah awal dari penemuan, dan setiap tes, setiap percakapan, membawa komunitas ilmiah selangkah lebih dekat untuk menutup jurang pengetahuan seputar Lp(a). Ini adalah janji masa depan yang mulai terwujud di masa kini.

