Bungie, sang maestro di balik kosmos Destiny, kini merambah medan perang digital yang berbeda dengan Marathon. Namun, alih-alih menyajikan narasi epik atau revolusi gameplay, para pemain justru disuguhi pertarungan sengit dalam urusan dompet. Peluncuran judul seharga 40 Dolar AS ini langsung memicu perdebatan sengit, bukan soal mekanisme pertempuran, melainkan tentang bagaimana tiap kosmetik dibanderol dengan harga yang, mari kita sebut saja, cukup berani. Dari skin karakter hingga item kosmetik sekunder, Marathon telah membuktikan diri sebagai arena pertempuran tak hanya bagi para pemburu hadiah, tapi juga para pemburu diskon, atau setidaknya, para petarung yang harus menimbang ulang prioritas pengeluaran virtual.
Pertarungan Harga: 40 Dolar untuk Bertahan Hidup, Plus Biaya Tambahan untuk Tampil Stylish
Menariknya, Marathon, sang penembak ekstraksi yang dipatok dengan harga premium, memonetisasi dirinya melalui kombinasi battle pass premium dan transaksi mikro untuk item kosmetik semata. Bungie telah mengisyaratkan sebelumnya bahwa tidak akan ada item yang memengaruhi gameplay yang bisa dibeli, melainkan hanya soal estetika. Sebuah janji yang disambut dengan campur aduk antara apresiasi dan skeptisisme oleh komunitas. Namun, segera setelah game ini dirilis, realitas di balik dompet virtual mulai terkuak, memicu kritik pedas terkait strategi penjualan dan banderol harga yang diterapkan.
Di hari peluncuran, pemain langsung disambut dengan paket kosmetik seharga 15 Dolar AS, yang setara dengan 1.500 Lux, mata uang premium Marathon. Paket ini biasanya mencakup skin untuk karakter utama (disebut ‘runner’), skin senjata, aksesori kosmetik tambahan, serta banner dan foto profil pemain. Jika ingin lebih spesifik, skin runner saja sudah dibanderol sekitar 12 Dolar AS. Angka ini, bagi sebagian pemain, terasa sedikit berlebihan mengingat game ini sudah memiliki banderol harga awal yang tidak sedikit. Persepsi ini kontras dengan game free-to-play yang cenderung memiliki harga kosmetik serupa, namun dengan selisih yang signifikan antara model bisnisnya.
Perbandingan dengan judul-judul lain pun tak terhindarkan. Ada yang berargumen bahwa harga kosmetik di Marathon masih tergolong wajar jika dibandingkan dengan beberapa judul premium besar lainnya, seperti seri Call of Duty yang memiliki paket kosmetik dengan harga lebih tinggi lagi. Namun, ironi muncul ketika pemain yang sudah merogoh kocek 40 Dolar untuk game dasar, kini harus mempertimbangkan lagi untuk membeli item kosmetik tambahan dengan harga yang mendekati harga sebuah game indie. Kesenjangan ekspektasi ini menjadi titik krusial dalam perdebatan yang sedang berlangsung.
Permainan Angka Lux: Seni Membuat Pemain Terpaksa Berbelanja Lebih
Namun, yang benar-benar memicu kegaduhan bukan hanya harga paketnya, melainkan cara Bungie menyusun denominasi mata uang virtual Lux. Sebuah skin runner, misalnya, memerlukan 1.120 Lux. Masalahnya, pemain tidak bisa membeli tepat 1.120 Lux. Mereka harus membeli paket 1.100 Lux seharga 10 Dolar AS, yang masih kurang 20 Lux. Untuk menutupi kekurangan ini, pemain terpaksa membeli paket lain, misalnya 500 Lux seharga 5 Dolar AS, yang membuat total pengeluaran menjadi 15 Dolar AS, sama persis dengan harga paket kosmetik lengkap yang sudah ada sebelumnya.
Ini adalah taktik umum yang lazim ditemui dalam industri game. Tujuannya ganda: pertama, memaksa pemain mengeluarkan uang lebih banyak dari yang semula mereka inginkan untuk mendapatkan item tertentu. Kedua, menyisakan sisa mata uang virtual yang berpotensi mendorong pemain untuk membeli item lain agar sisa mata uang tersebut tidak terbuang percuma. Fenomena ini bukanlah hal baru; judul-judul besar seperti Call of Duty dan FIFA telah lama menerapkan strategi serupa, dan kini Marathon turut ambil bagian dalam praktik ini.
Reaksi komunitas terhadap praktik ini pun beragam namun cenderung kritis. “Saya lelah dengan taktik Bungie yang licik ini,” keluh seorang penggemar di forum daring. “Meskipun saya sangat menyukai gamenya, keberadaan toko dan season pass di tahun 2026 ini sangat disayangkan.” Komentar lain mengungkapkan kekecewaan serupa, “Lihat toko, kalo beli 10 Dolar dapat 1.100 Lux, tapi harga karakternya 1.120. Jadi terpaksa beli lagi 5 Dolar. Saya benci keserakahan macam ini. Gamenya bagus, tapi ini jelas dangkal.”
Ada pula yang menyoroti absurditas skenario pembelian ini. “Ya, itu konyol banget,” komentar seorang pemain. “Dan setelah menghabiskan 15 Dolar, pemain punya 1.600 Lux, jadi rasanya lebih masuk akal untuk langsung beli paket lengkap seharga 1.500 Lux. Kemungkinan besar ini yang diinginkan Bungie. Kalau begitu, kenapa skin dijual terpisah?” Pertanyaan retoris ini menyoroti celah logika dalam strategi monetisasi yang diterapkan, menimbulkan keraguan tentang efektivitas penjualan item secara terpisah ketika paket lengkap menawarkan nilai yang lebih menarik.
Garis Pertahanan dan Realitas Pasar
Di tengah gelombang kritik, tidak sedikit pula pemain yang berpendapat bahwa Marathon tidak melakukan sesuatu yang luar biasa buruk dalam hal monetisasi. Mereka menekankan bahwa hanya item kosmetik yang dijual, dan tidak ada pemain yang dipaksa membeli tambahan apa pun untuk bisa bersaing di medan pertempuran. Argumen ini menyoroti bahwa Bungie telah berhasil menjaga integritas gameplay inti, sebuah poin yang krusial bagi banyak pemain.
Bagi mereka yang telah lama berkecimpung dalam ekosistem Bungie, khususnya penggemar Destiny 2, praktik monetisasi ini mungkin tidak lagi mengejutkan. Pengalaman sebelumnya dengan model bisnis studio tersebut tampaknya telah membentuk ekspektasi dan penerimaan terhadap strategi penjualan kosmetik di judul-judul baru mereka. Pendekatan ini menunjukkan konsistensi dalam strategi monetisasi, meskipun tidak selalu diterima secara universal.
Menariknya, hingga saat ini, tampaknya monetisasi Marathon belum berdampak signifikan terhadap sentimen positif terhadap game tersebut. Di platform Steam, Marathon terpantau memiliki rating ulasan pengguna yang ‘sangat positif’. Ini mengindikasikan bahwa meskipun ada kritik terkait harga dan taktik penjualan, pengalaman inti bermain game ini masih mampu memikat sebagian besar pemainnya. Keseimbangan antara pengalaman bermain yang memuaskan dan model monetisasi yang ada menjadi faktor penentu penerimaan jangka panjang.
Perlu dicatat juga bahwa Marathon memiliki sistem Reward Pass yang tidak memiliki batas waktu kedaluwarsa. Ini berarti pemain dapat membeli Reward Pass dari musim sebelumnya jika terlewat. Hadiah dalam Reward Pass diperoleh menggunakan ‘Silk’, yang didapatkan dari bermain game. Selain itu, kosmetik juga bisa diperoleh melalui ‘Codex’, dengan beberapa item tambahan yang tersedia untuk pembelian langsung. Fleksibilitas ini menawarkan alternatif bagi pemain yang mungkin melewatkan sesuatu atau ingin mengejar koleksi secara bertahap.

