Jadi, tanggal 5 Maret itu ibarat hari raya Idul Fitri sekaligus Natal buat para gamer. Nggak cuma Bungie—yang kini jadi anak emas PlayStation berkat akuisisi Sony seharga miliaran dolar—yang akhirnya merilis extraction shooter sci-fi yang ditunggu-tunggu, Marathon, di Xbox Series X|S, Windows PC, dan PS5. Tapi, sang pengembang independen Mega Crit juga diam-diam meluncurkan sekuel yang bikin penasaran, Slay the Spire 2, dalam status Early Access.
Di antara kedua titan ini, mungkin banyak yang mengira Marathon yang bakal jadi primadona. Maklum, kesuksesan fenomenal ARC Raiders membuktikan bahwa genre extraction shooter yang tadinya terkesan niche, kini bisa merambah pasar mainstream. Namun, fakta berbicara lain: Slay the Spire 2 ternyata meledak jauh lebih dahsyat, setidaknya di platform Steam.
Lihat saja datanya. Grafik Steam menunjukkan bahwa jumlah pemain puncak Marathon saat peluncuran hanya menyentuh angka 86.718 pemain bersamaan. Sementara itu, Slay the Spire 2? Angkanya menembus 177.362 pemain, nyaris dua kali lipatnya. Memang sih, Slay the Spire 2 saat ini baru tersedia di PC. Keberadaan Marathon di Xbox dan PS5 jelas memberikan keunggulan dalam hal jumlah pemain potensial di hari pertama peluncuran. Namun, performa judul indie baru dari Mega Crit ini tetap saja sungguh mengagumkan.
Yang bikin ngakak, pengembangnya sendiri sempat bikin postingan ucapan selamat buat Bungie atas rilis Marathon, seolah menyindir dengan menyebut proyek tersebut sebagai “proyek independen kecil-kecilan yang penuh gairah.” Sungguh ironis, sebuah studio independen yang karyanya mengalahkan raksasa dalam hal jumlah pemain.
“Selamat kepada tim Marathon atas peluncuran mereka!” tulis pengembang di media sosial. “Jangan sampai terlewatkan proyek independen kecil-kecilan penuh gairah seperti ini hanya karena Slay the Spire 2 sudah rilis,” imbuhnya, dengan tambahan emoji hati yang cerdik. Benar-benar tanpa rem, perusahaan itu.
Sebuah Perbandingan Komparatif yang Menarik
Tentu saja, semua ini dibalut canda tawa. Tapi, siapa sangka kalau angka peluncuran Slay the Spire 2 bakal melampaui Marathon? Ini menunjukkan betapa dicintainya waralaba deckbuilding fantasi ini. Basis penggemar Slay the Spire memang sebesar dan se-fanatik itu, yang artinya: sangat.
Bukan berarti Marathon buruk, ya. Justru sebaliknya, ia mendapatkan awal yang solid. Sang pengembang ingin sekali melihat reboot dari waralaba klasik Bungie ini sukses. Memang, genre PvP bukan spesialisasi penulis, tetapi sesi Server Slam Marathon bersama teman-teman berhasil membuat ketagihan untuk menjelajahi dan bertempur di dunia yang gelap namun penuh warna dan atmosferik.
Kedua judul ini mendapatkan ulasan positif dari para pemain. Sekitar 89% dari 1.740 ulasan pengguna Marathon di Steam memberikan jempol biru, sementara 94% dari 1.402 ulasan Slay the Spire 2 juga positif. Artinya, pada saat penulisan ini, keduanya memiliki rating “Sangat Positif”.
Marathon hadir di Xbox Series X|S, Steam PC, dan PS5 dengan harga $39.99 (atau bisa didapatkan seharga $33.89 di Loaded untuk PC), dan yang paling penting, mendukung penuh crossplay dan cross-save. Peluncurannya menandai dimulainya musim pertama yang akan berlangsung hingga Juni, dengan tambahan peta endgame Cryo Archive yang perlu dibuka oleh komunitas, mode peringkat, senjata baru, dan lain sebagainya.
Sementara itu, Slay the Spire 2 baru tersedia di PC selagi dalam status Early Access. Mega Crit memperkirakan judul ini akan tetap dalam fase tersebut selama satu hingga dua tahun ke depan. Game ini tampaknya mempertahankan semua elemen yang disukai penggemar dari seri orisinal, ditambah beberapa tambahan signifikan seperti karakter baru, dukungan co-op untuk empat pemain, dan lainnya.
Siap Bermain Dua Dunia Baru Ini?
Kemunculan Marathon dan Slay the Spire 2 memunculkan pertanyaan besar: apakah para gamer akan tenggelam dalam salah satu dari kedua game ini, atau mungkin malah keduanya? Diskusi seru soal game-game ini layak dibagikan di kolom komentar.


