Popular Now

Vivo Y31T 5G Resmi Meluncur, Bisa Foto di Bawah Air hingga 1,5 Meter

Libur Main GTA VI Dibayar Masa Dinas: Antusias Game Besar Sampai ke Militer AS

Menyesap Romantisme dan Aroma Kolonial di Senja Kota Lama Semarang

Megadeth Beer: Dave Mustaine Bicara Seni Pembuatan Bir & Kolaborasi Black Sheep

Megadeth, band metal yang bikin tetangga auto nge-gym karena getarannya, baru-baru ini bikin gebrakan yang lebih… *tasteful*. Bayangin aja, headbanging sambil nyeruput bir hasil kolaborasi mereka sendiri. Ini bukan sekadar band jual merchandise, tapi band yang naik level jadi *connoisseur* bir. Kira-kira, mereka bakal bikin rasa bir yang se-brutal riff gitar mereka nggak, ya?

Megadeth X Black Sheep Brewery: Kolaborasi yang Bikin Penasaran

Jadi, ceritanya Dave Mustaine dan kawan-kawan ngumpul bareng para pewarta buat ngobrolin rasa, keahlian, dan seni meracik bir. Inti dari diskusi tanggal 26 Oktober di InterContinental London – The O2 hotel, London, Inggris, bareng host Phil Alexander (global creative director majalah Kerrang!), adalah Megadeth Beer Co., merek bir anyar band ini yang digarap bareng Black Sheep Brewery. Kemitraan ini udah ngasilin Rattlehead IPA, Rattlehead Pilsner, dan Rattlehead IPA Zero, yang sekarang bisa ditemuin di 450 toko Tesco di seluruh Inggris dan online di megadethbeer.com.

Mustaine sendiri, dengan aura rockstar yang nggak luntur-luntur, nunjukkin kekagumannya sama proses brewing. Katanya, “Lo harus punya resep yang berkualitas. Para brewer itu adalah rock star-nya bisnis bir.” Wah, ternyata ada juga dunia di mana tukang bikin bir lebih keren dari gitaris.

Dia nambahin, “Kayak di band, lo butuh harmoni. Brewing juga sama. Lo harus dengerin orang yang tahu gimana bikin bir itu nyanyi.” Jadi, intinya, bikin bir itu kayak bikin lagu: harus ada chemistry dan saling dengerin.

Rattlehead: Ikon yang Nempel di Kaleng Bir

Ngomongin soal branding Rattlehead yang langsung nempel di ingatan, Mustaine bilang, “Itu simbol yang selalu mewakili kegigihan dan bertahan hidup. Kelihatan powerful di kaleng; kayak emang seharusnya ada di situ.” Jadi, kalo lo ngeliat kaleng bir dengan tengkorak metal, itu bukan sembarang tengkorak. Itu simbol perjuangan!

Soal rasa, Mustaine tetep fokus sama keaslian dan keseimbangan. “Beberapa brewer mungkin ngeremehin bir tanpa alkohol, tapi kita semua tahu momen ketika lo cuma pengen rasanya – bukan efek sampingnya,” katanya. “Ini soal keseimbangan, bukan kompromi.” Bener juga, kadang kita cuma pengen gaya, tanpa perlu oleng.

Pas ditanya lagu Megadeth mana yang paling cocok buat masing-masing bir, Mustaine dan bassist Megadeth, James LoMenzo, nawarin: “IPA? Mungkin ‘Peace Sells’. Pilsner? Mungkin ‘Mechanix’. Lo harus bikin mesin itu nyala somehow.” Nah, ini baru namanya *food pairing* ala metalhead!

Ekspansi Eropa dan Masa Depan yang Lebih Brutal?

Walaupun sempet nyenggol ide buat bikin bir yang lebih dark atau bold di masa depan, Mustaine negasin antusiasmenya soal pertumbuhan Megadeth Beer Co. di Eropa. Fokusnya sekarang adalah ngebawa rasa dan identitasnya yang khas ke pasar baru di seluruh benua. Jadi, siap-siap aja nemuin bir Megadeth di supermarket deket rumah lo.

Nutup sesi, Mustaine ngerefleksiin soal umur panjang dan passion – baik di musik maupun brewing. “Mungkin gue cuma terlalu keras kepala buat pergi,” katanya. “Tapi pas udah nggak asik lagi, di situ orang kehilangan passion. Buat gue, entah itu musik atau bir, ini masih asik.” Intinya, selama masih seru, gass terus!

Album Pamungkas dan Ride the Lightning Versi Megadeth!

Album terakhir Megadeth yang self-titled bakal dirilis tanggal 23 Januari 2026 via imprint Tradecraft milik Mustaine, hasil kerja sama bareng label BLKIIBLK baru milik Frontiers Label Group. Album ini nyantumin “Tipping Point”, single pertama yang udah dirilis sebelumnya, dan bonus track spesial banget: versi reimagined dari “Ride The Lightning”, yang ditulis bareng James Hetfield, Cliff Burton, dan Lars Ulrich dari Metallica, dan jadi title track dari album mereka tahun 1984.

“Saat gue nyelesain karier seumur hidup, keputusan buat nyantumin ‘Ride The Lightning’, lagu yang gue tulis bareng James, Lars, dan Cliff, adalah buat ngehormatin tempat karier gue pertama kali dimulai,” kata Mustaine. Wah, ini sih namanya reuni yang nggak pernah kita duga!

Farewell Tour yang Bikin Dompet Nangis (Bahagia)

Dalam wawancara baru-baru ini sama Kerrang!, Mustaine negasin kalo farewell tour Megadeth bakal berlangsung lama. “Kita ngomongin soal tur selama tiga sampe lima tahun lagi,” katanya. Musisi yang udah berumur 64 tahun itu nambahin, “Dan kalo kita bakal ngelakuinnya selama itu, ya udah, gue bakal ngeliat ulang tahun yang bahkan nggak pengen gue pikirin.”

Dia juga ngejelasin kenapa Megadeth mutusin buat pamit, “Gue nggak kejebak sama umur panjang dan hal-hal kayak gitu, dan jadi salah satu dari orang-orang yang bisa main sampe umur 80-an. Gue harus inget kalo orang hidup dan mereka mati. Dan gue harus jaga diri baik-baik.” Jadi, intinya, tetep rock n roll tapi jangan lupa kesehatan!

Photo credit: Ross Halfin

Intinya? Megadeth nggak cuma jago bikin musik metal yang bikin adrenalin naik, tapi juga jago bikin bir yang bisa dinikmatin sambil mikirin hidup. Siapa tahu, dengan nyeruput bir Megadeth, lo bisa dapet inspirasi buat ngejar mimpi lo sendiri. Atau minimal, bisa joged-joged nggak jelas di kamar mandi.

Previous Post

Spotify Guncang Pasar Premium: Harga Naik, Fitur Baru Hadir di Indonesia!

Next Post

Kacamata Pintar G2 Even Realities: Inovasi Tanpa Kamera, Lebih Aman & Personal?

Add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *