Bulan-bulan hening tentang sebuah proyek yang bikin komunitas League of Legends geregetan akhirnya terpecah. Masa depan program Game Changers (LGC) kini terkuak, dan nahkoda baru yang memegang kemudi adalah para punggawa Webedia lama, kini berlayar di bawah bendera “New Esports Org.” (N.E.O.). Dengan perencanaan yang diklaim lebih matang dan visi yang jernih, N.E.O. siap meluncurkan kembali sirkuit yang sempat tertidur lelap ini dalam beberapa bulan mendatang. Dalam sebuah wawancara eksklusif, Sheep Esports mengorek lebih dalam seluk-beluk proyek ini bersama CEO N.E.O., Bertrand Amar, mulai dari urusan finansial, mentalitas para penggawa baru, hingga transisi mulus dari Webedia.
Pergantian tampuk kekuasaan ini, menurut Bertrand Amar, terjadi begitu alami, layaknya pergantian giliran di lobby sebelum match dimulai. Kontrak tiga tahun Amar di Webedia memang sudah dijadwalkan berakhir pada akhir 2025. Bukan dramatisasi resign, melainkan penutup siklus yang sudah terprediksi. Pertengahan 2025, Amar sudah memberi sinyal takkan memperpanjang kontrak, memilih petualangan wirausaha yang lebih lincah dan gesit ala struktur yang lebih ramping. Di sisi lain, Webedia memutuskan untuk mengurangi cakupan esportsnya, fokus pada kompetisi domestik Prancis yang sudah terbukti secara komersial dan minim risiko. Ketika beberapa program tak lagi diinginkan Webedia, Amar mengajukan proposal kepada pemegang hak untuk melanjutkan program-program tersebut di bawah panji baru. Transisi ini berjalan mulus, tanpa ada drama perebutan kepemilikan produk yang sengit.
Pertanyaan fundamental pun muncul: apakah N.E.O. membiayai LGC dan sirkuit lainnya secara mandiri, atau ada sokongan dana dari Riot Games? Jawabannya cukup lugas. Ada kemitraan dengan Riot, jelas Amar, namun porsi pendanaan terbesar datang dari kantong mereka sendiri. Ini bukan sekadar produksi white-label untuk Riot. N.E.O. menginvestasikan dana pribadi untuk menghidupkan kompetisi-kompetisi ini. Kemitraan tetap terjaga, namun komitmen finansial dari N.E.O. untuk menjaga keberlangsungan kompetisi ini patut diapresiasi.
Menghidupkan Kembali API Esports yang Berisiko
Beberapa kompetisi yang digarap N.E.O. kerap dicap sebagai produk berisiko tinggi. Bagaimana N.E.O. merencanakan keberlanjutan LGC dan sirkuit lainnya? Strategi utamanya adalah fokus. Alih-alih melempar terlalu banyak produk ke pasar secara bersamaan, N.E.O. memilih untuk mempertahankan katalog yang lebih terfokus. Meskipun saat ini mengumumkan beberapa proyek sekaligus, masing-masing memiliki tema dan cakupan yang jelas dan berbeda. Komersialisasi menjadi fokus utama. Meskipun edisi 2026 belum sempat dijual tahun lalu karena masa transisi, optimisme menyelimuti komitmen untuk 2027. Komersialisasi dimulai sekarang, dengan ambisi besar untuk kompetisi-kompetisi ini.
Amar menekankan pentingnya investasi pada kualitas produk yang proporsional dengan sumber daya yang ada, terutama melalui dukungan mitra dan sponsor. Pendekatan ini akan dibarengi dengan fokus komersial yang kuat. N.E.O. sudah menjalin kerjasama dengan agensi di Prancis dan juga merambah pasar internasional. Perjalanan ke Jerman untuk bertemu agensi lain menjadi bukti keseriusan dalam menarik mitra untuk mendukung pertumbuhan dan pengembangan produk. Energi penuh akan dikucurkan untuk memastikan para pihak tertarik berinvestasi.
Mengenai tim di N.E.O., organisasi telah dibentuk untuk mengelola LGC dan sirkuit lainnya. Meskipun beberapa tokoh kunci dari Webedia tetap di sana, N.E.O. tidak berambisi membangun kapabilitas produksi internal secara besar-besaran. Sebaliknya, mereka akan menggandeng perusahaan produksi ahli sesuai kebutuhan. N.E.O. memposisikan diri sebagai penyelenggara turnamen, yang bertugas mengamankan lisensi dan merangkul para ahli terbaik untuk menyajikan kompetisi, baik dari segi talenta penyiaran maupun tim teknis. Namun, aspek organisasi, manajemen, komersialisasi, dan visi strategis tetap menjadi domain internal N.E.O.
Evolusi Game Changers: Lebih Panjang, Lebih Terbuka
Untuk edisi kedua LoL Game Changers di tahun 2026, N.E.O. tidak hanya meneruskan format lama. Ada keinginan kuat untuk berevolusi, terutama setelah tantangan yang dihadapi tahun lalu. Amar mengakui bahwa peluncuran Game Changers tahun lalu sedikit frustrasi karena tertunda akibat proses penyelarasan dan pemberitahuan kepada tim. Untuk 2026, visinya adalah kompetisi yang lebih panjang, lebih terbuka, dan memiliki banyak jalur masuk. Detail format masih dirahasiakan, namun N.E.O. berharap finalisasi bisa dilakukan akhir bulan ini setelah persetujuan dari Riot Games, dengan komunikasi yang jelas dan potensi kick-off secepatnya April.
Diskusi dengan tim-tim sudah berjalan, menginformasikan kembalinya Game Changers dan memberikan waktu bagi mereka untuk mengkonfirmasi kesiapan mempertahankan roster wanita. N.E.O. memiliki ambisi besar untuk kompetisi ini, termasuk menggarap talenta dan wajah yang akan mendampingi gelaran tersebut. Meskipun belum ada kepastian mengenai turnamen offline, visi format yang lebih panjang dan terbuka tetap menjadi prioritas utama.
Pertanyaan tentang rapuhnya skena wanita, dengan banyak organisasi yang mulai mundur, dijawab Amar dengan analogi klasik: “ayam atau telur.” Tanpa kompetisi, tak ada tim; tanpa tim, tak ada kompetisi. Seseorang harus mengambil langkah pertama, dan itulah yang dilakukan N.E.O. dengan Game Changers. Tujuan N.E.O. adalah memperluas kompetisi dan menyediakan banyak jalur masuk agar roster baru bisa terbentuk atau tim lama bisa kembali selama turnamen berlangsung. Ekosistem esports sepakat tentang pentingnya pengembangan skena wanita, namun tantangan ekonomi tetap menjadi batu sandungan utama; pendanaan roster wanita semakin sulit dicari.
Peluncuran kompetisi ini diharapkan dapat membantu tim mempertahankan roster wanita mereka, yang kemudian bisa menjadi modal untuk mendekati sponsor. Amar optimistis Game Changers tahun ini akan lebih terorganisir, dan edisi mendatang akan semakin kuat. Pengembangan jangka panjang menjadi tujuan utama, berharap merek ini menjadi prestisius dan sirkuit yang lebih terstruktur dapat memotivasi tim untuk mempertahankan atau menciptakan roster wanita baru. Meskipun terinspirasi dari model VALORANT yang berhasil membangun skena wanita yang stabil, Amar tetap realistis. Jumlah tim wanita di VALORANT jauh lebih banyak daripada di League of Legends, menunjukkan bahwa skena wanita LoL masih perlu banyak pembenahan.
Namun, N.E.O. yakin skena ini akan berevolusi, tim-tim baru bisa bermunculan, dan minat akan kembali tumbuh. Potensi ekonomi format ini dilihat cukup besar, memungkinkan klub menemukan mitra dan merek yang secara spesifik menargetkan audiens wanita, membuka peluang baru. N.E.O. berkomitmen untuk memberikan proposisi yang kuat dan menarik kepada pasar, mitra, dan sponsor.
Komitmen Jangka Panjang dan Sinergi Kompetisi
Banyak organisasi ragu berinvestasi karena ketidakpastian kompetisi, terutama Game Changers. N.E.O. memberikan konfirmasi tegas: mereka akan bertanggung jawab atas League of Legends Game Changers untuk tahun 2026 dan 2027. Ini adalah pesan jelas bagi organisasi dan tim yang masih ragu: bersiaplah untuk membangun struktur dan roster, karena kompetisi akan hadir di kedua tahun tersebut. Sebuah komitmen yang tak terbantahkan.
Tahun 2027, targetnya adalah memulai Game Changers bahkan sejak Januari, bersamaan dengan kompetisi lainnya. Namun, hal ini bergantung pada partisipasi tim, organisasi besar, dan dukungan sponsor di tahun ini. Amar memiliki rekam jejak yang solid dalam menciptakan produk yang menarik bagi tim, seperti yang ditunjukkan dengan EMEA Masters. Jika sumber daya dan dukungan sponsor memadai, ekspansi sirkuit akan terus dilakukan. Memulai kompetisi sedini mungkin di tahun menjadi objektif yang jelas.
Kompetisi yang digarap N.E.O. akan diposisikan untuk melengkapi inisiatif yang sudah ada, bukan bersaing dengannya. Contohnya, potensi sinergi dengan Nova Series, di mana tim dapat mengumpulkan poin atau kualifikasi untuk Game Changers. Mekanisme semacam ini yang ingin diimplementasikan N.E.O. untuk menciptakan ekosistem yang saling mendukung. Mengenai persyaratan partisipasi, N.E.O. mengikuti klasifikasi yang ditetapkan oleh publisher. Kompetisi wanita terbuka bagi siapa saja yang mengidentifikasi diri sebagai wanita, dan ini tidak akan berubah.


