Popular Now

Vivo Y31T 5G Resmi Meluncur, Bisa Foto di Bawah Air hingga 1,5 Meter

Libur Main GTA VI Dibayar Masa Dinas: Antusias Game Besar Sampai ke Militer AS

Menyesap Romantisme dan Aroma Kolonial di Senja Kota Lama Semarang

NostOS: Z80 ‘Nostalgia’ OS, Bukan CP/M Biasa

Di saat sebagian orang menganggap prosesor legendaris Z80 sudah kenyang dijejali berbagai sistem operasi, tampaknya [Scott Baker] punya pandangan berbeda. Ia menciptakan NostOS, sebuah sistem operasi baru dari nol, khusus untuk komputer retro RC2014 berbasis Z80. NostOS ini digambarkan mirip CP/M, namun jangan salah, kompatibilitasnya nol besar dengan CP/M. Justru, NostOS punya beberapa trik baru yang tidak terduga.

Sudah selayaknya sistem operasi untuk perangkat lawas, NostOS ini dirancang agar bisa di-rommable, alias siap dijalankan langsung dari read-only-memory, dan muat dalam ruang 64kB. Tentunya, ia mendukung memory banking untuk menembus batas 16-bit, serta kompatibel dengan perangkat serial umum. Tak lupa, ia juga mengakomodir pengontrol floppy disk WD37C65 yang ikonik itu. Kalau saja perangkat floppy tak lagi ada, NostOS bisa diakali dengan kartu compact flash—coba lakukan itu dengan CP/M—atau, yang lebih menarik, teknologi Intel Bubble Memory. [Scott] tampaknya punya kegemaran tersendiri terhadap bubble memory, teknologi yang dulunya digadang-gadang akan menggantikan hard drive dan RAM sekaligus. Penambahan driver untuk vacuum fluorescent displays juga patut diapresiasi; teknologi layar yang terlupakan namun sangat keren. Bayangkan komputer kecil yang canggih di masanya, apalagi dengan implementasi text-to-speech menggunakan chip SP0256A-AL2. Tertarik memainkan Zork versi bicara? Ya, Zork telah di-porting, dan benar saja, ia bisa berbicara.

Seluruh proyek ini tentu saja bersifat open-source, dan bisa diakses di repositori GitHub milik [Scott]. Berbeda dengan kebanyakan proyek open-source lainnya, dokumentasinya sangat memadai, sampai-sampai bisa dibayangkan jika ia dicetak dalam binder tiga lubang dengan diskaet 5 1/4 di sampul dalamnya. Bagi penikmat video, ada tautan demonstrasi langsung, namun blog pribadi dan dokumentasi di GitHub menyajikan informasi yang lebih lengkap bagi yang tidak terbiasa dengan pertukaran informasi berbasis piksel yang berkedip cepat.

Perlu dicatat, [Scott] tidak terpaku pada Zilog semata. Sistem operasi ini juga seharusnya bisa berjalan pada prosesor Intel 8080, seperti yang ditemukan pada komputer Prompt 80 yang ia pulihkan tahun lalu.

Sebuah penghargaan khusus patut diberikan kepada [Scott Baker] atas informasinya!

Previous Post

Trump Blokade Kapal di Selat Hormuz: Adu Mulut Makin Panas

Next Post

Vonis Ringan di Bali: Keluarga Korban Sebut Pengadilan “Lelucon”

Add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *