Bayangkan ini: Anda seorang legenda pop, siap untuk kembali ke panggung yang gemerlap. Lalu, tiba-tiba, Anda mendapati diri Anda berada di luar grup karena pandangan politik yang, yah, sedikit berbeda dari arus utama. Inilah kisah Jessica Sutta, mantan anggota Pussycat Dolls, yang percaya dukungannya terhadap Robert F. Kennedy Jr. dan gerakan Make America Healthy Again (MAHA) menjadikannya ‘liabilitas’ yang menghalangi reunion PCD Forever Tour. Bukankah dunia musik terkadang lebih rumit dari tarian grup yang sinkron?
Kabar terbaru dari Pussycat Dolls memang menghebohkan. Trio Nicole Scherzinger, Ashley Roberts, dan Kimberly Wyatt siap mengguncang dunia dengan 53 jadwal tur. Mereka bahkan sudah merilis single baru, “Club Song,” sebagai pemanasan sebelum panggung di California pada Juni mendatang. Ini adalah kembalinya grup yang pernah memukau dengan formasi enam anggota, sebelum kemudian menyusut menjadi lima di tur reuni 2019, dan kini, hanya menyisakan tiga.
Kepergian Carmit Bachar dan Melody Thornton dari formasi terbaru memang mengejutkan. Namun, Sutta tampaknya yakin penyebabnya bukan sekadar perbedaan visi artistik. Ia merasa “disetrum” dengan pengumuman reuni ini, dan secara eksplisit mengaitkannya dengan dukungannya terhadap Robert F. Kennedy Jr., sosok yang ia sapa akrab sebagai “Bobby.”
Kontroversi Politik yang Menjadi ‘Liabilitas’
Dalam sebuah podcast, Sutta tanpa ragu menyatakan posisinya. “Saya adalah liabilitas,” ujarnya. Ia mengaku mendukung Kennedy karena pandangannya yang selaras dengan gerakan MAGA. Meskipun ia menegaskan ketidaksetujuannya terhadap kebijakan Trump, Sutta berargumen bahwa komunitas yang terdampak vaksinasi memerlukan sosok seperti Kennedy untuk mendapatkan bantuan. Ia mengaku lelah dicap sebagai pendukung MAGA, dan justru merasa bangga dengan pilihannya tersebut.
Klaim Sutta mengenai kesehatannya sendiri menambah lapisan cerita ini. Tahun lalu, ia melaporkan kepada Daily Mail bahwa ia menderita kelelahan kronis dan nyeri otot setelah menerima dosis kedua vaksin Moderna pada 2021. Pengalaman pribadi inilah yang tampaknya menjadi fondasi keyakinannya dan dukungannya terhadap isu kesehatan yang diangkat oleh Kennedy.
Lebih lanjut dalam podcast tersebut, Sutta tak henti memuji Kennedy, menyebutnya sebagai pribadi yang “tanpa pamrih” dan “manusia luar biasa.” Ia bahkan mengaku terlibat dalam kampanye presiden 2024 Kennedy, berbicara di beberapa acara dan memberikan dukungan publik. Keluarannya dari persaingan pemilihan presiden menjadi pukulan pahit-manis bagi Sutta.
Ketidakpuasan dan Komunikasi yang Terputus
Sutta mengungkapkan kekecewaannya yang mendalam, terutama kepada Robin Antin, pendiri Pussycat Dolls. Ia mengaku telah berupaya mendapatkan kejelasan dari Antin selama berbulan-bulan setelah mendengar rumor reuni. Sementara itu, Nicole Scherzinger sempat menghubunginya sehari sebelum pengumuman resmi, namun Sutta memilih untuk tidak merespons.
“Saya tidak menjawab,” kata Sutta. “Saya tidak berencana menghubunginya kembali. Saya menyayangi Nicole, ini sangat pahit-manis bagi saya. Saya menghormatinya sebagai seorang seniman. Saya bahkan menangis bahagia saat ia memenangkan Tony [untuk Sunset Boulevard] baru-baru ini… Saya jelas mendukungnya, tetapi ini menunjukkan kepada saya persis mengapa saya tidak lagi berada di grup. Mereka menunjukkan dengan jelas siapa mereka.”
Carmit Bachar, mantan rekan Sutta di Pussycat Dolls, juga menyatakan ketidakpuasannya karena tidak dilibatkan dalam proses reuni. Ia merasa langkah tersebut “mengecewakan secara pribadi,” meskipun ia tetap bangga dengan kontribusinya di grup. Bachar menekankan pentingnya komunikasi langsung, mengingat perannya yang fundamental dalam pembentukan grup bahkan sebelum debut komersial.
“Mengingat sejarah saya dengan brand ini, pernah menjadi bagian dari fondasinya jauh sebelum debut komersialnya dan berperan penting dalam koneksi yang mengarah pada kesepakatan rekaman, saya akan menghargai komunikasi langsung,” tulis Bachar di Instagram. “Saya percaya warisan grup dibangun tidak hanya oleh mereka yang terlihat di atas panggung, tetapi juga oleh kontribusi kolektif dan visi bersama yang menghidupkannya.”
Pandangan Grup: Evolusi, Bukan Eliminasi
Menanggapi situasi ini, anggota Pussycat Dolls yang tersisa menganggap formasi trio ini sebagai bagian dari sejarah grup yang memang selalu memiliki “susunan pemain yang terus berubah.” Kimberly Wyatt menjelaskan kepada BBC bahwa saat ini mereka merasa bersatu dan siap untuk melangkah maju.
“Kebetulan saja saat ini kami berada dalam fase di mana kami merasa bersatu dan siap untuk melangkah maju,” ujar Wyatt. “Ini adalah formasi untuk tahun 2026 – tetapi tidak pernah tahu apa yang mungkin terjadi selanjutnya dengan Pussycat Dolls.” Pernyataan ini menyiratkan bahwa pintu Pussycat Dolls selalu terbuka, sebuah pesan yang mungkin sedikit meredakan ketegangan di antara para mantan anggota.


