Milyaran dolar mengalir, tapi kok rasanya startup hardtech di Amerika Serikat masih aja susah napas? Ternyata, akar masalahnya bukan cuma soal ide brilian, melainkan jurang pemisah yang lebar antara ide di kepala dan produk nyata yang bisa dijual di pasar. Lupakan dulu soal software yang gampang digandain, ini cerita soal logam, mesin, dan pabrik yang butuh modal segede gaban dari awal. Sekarang, ada secercah harapan, atau setidaknya suntikan dana segar, dari Rockefeller Foundation yang mendarat di mHUB, pusat inovasi hardtech paling nge-top di sana. Dana $1 juta ini bukan cuma angka cantik, tapi semacam kartu VIP untuk para pendiri hardtech yang seringkali terpinggirkan, terutama yang bergerak di bidang energi bersih, manufaktur canggih, dan keberlanjutan industri. Jadi, siap-siap lihat lebih banyak inovasi fisik yang bikin hidup lebih baik, atau setidaknya bikin tagihan listrik jadi lebih bersahabat.
Chicago, 17 Maret 2026 – Berita bagus datang dari Rockefeller Foundation yang merogoh kocek $1 juta untuk mHUB. Dana ini disalurkan selama dua tahun dan ditujukan untuk memperkuat ekosistem hardtech di Amerika Serikat. Lebih dari itu, suntikan dana ini juga akan melahirkan akselerator baru yang fokus pada solusi keberlanjutan pusat data. Kenapa penting? Karena inovasi fisik, alias hardtech, dianggap punya peran krusial dalam menjawab tantangan terbesar peradaban, mulai dari perangkat medis yang menyelamatkan nyawa hingga solusi industri yang menambal dampak dari kebutuhan komputasi yang rakus energi. Namun, realitasnya, proses membawa produk fisik dari konsep ke pasar itu mahal. Perlu bahan baku, biaya produksi, dan rantai pasok yang sinkron sejak dini. Dibandingkan perusahaan software yang lebih mudah mendapatkan pendanaan awal, perusahaan hardtech seringkali terbentur tembok modal yang lebih tebal, terutama bagi para pendiri yang datang dari latar belakang ekonomi kurang beruntung.
Derek Kilmer, Senior Vice President U.S. Program and Policy di Rockefeller Foundation, menyiratkan optimisme. Ia menyatakan kebanggaannya bisa mendukung para wirausaha Amerika dalam mengubah ide-ide ambisius mereka menjadi solusi canggih. Solusi yang diklaim bisa membantu masyarakat bertahan di tengah lonjakan biaya energi dan dampak perubahan iklim. Kilmer menyoroti rekam jejak mHUB yang sudah mendukung lebih dari 1.100 wirausaha dan menciptakan hampir 7.000 lapangan kerja di sektor penyimpanan energi, manajemen jaringan listrik, manufaktur bersih, dan lainnya. Kolaborasi ini diharapkan bisa memacu para wirausaha untuk mengambil risiko besar demi mengatasi tantangan energi dan iklim saat ini, sembari membuka lebih banyak peluang kerja.
Setiap tahun, mHUB punya misi mendukung lebih dari 300 startup dalam mengkomersialkan produk fisik baru. Area yang digarap pun beragam, mulai dari perangkat medis, energi, keberlanjutan, hingga manufaktur pintar. Memang benar, hardtech dan teknologi fisik punya potensi besar untuk menyelesaikan masalah-masalah pelik. Namun, jurang pemisah antara ide dan realisasi itu lebar. Biaya produksi, bahan baku, dan logistik yang rumit membuat para pendiri hardtech seringkali kalah bersaing dalam menarik investasi awal dibandingkan dengan pengembang software. Hal ini tentu saja menjadi hambatan serius bagi para wirausaha Amerika, terutama yang menghadapi keterbatasan sosial ekonomi.
Bongkar Jurang Modal: Kenapa Hardtech Selalu Jadi Anak Tiri?
Kesenjangan pendanaan antara hardtech dan software ini bukan sekadar perbedaan angka. Ini adalah cerminan dari perbedaan fundamental dalam risiko, skala waktu, dan kebutuhan modal awal. Perusahaan software, misalnya, bisa meluncurkan produk beta dengan biaya relatif rendah, mengumpulkan umpan balik pengguna, dan melakukan iterasi tanpa perlu pabrik besar atau stok barang melimpah. Sebaliknya, sebuah startup yang mengembangkan robot industri atau material baru harus mengeluarkan dana besar di awal untuk riset, pengembangan prototipe, pengujian, bahkan pemesanan mesin produksi sebelum mendapatkan satu sen pun dari pelanggan.
Pendanaan dari Rockefeller Foundation ini bukan sekadar cek kosong. Dana tersebut dirancang untuk menambal celah-celah yang seringkali membuat inovasi hardtech tersendat. Dukungan akan mencakup sumber daya dan intervensi bagi para pendiri di setiap tahapan, mulai dari ide hingga tahap pertumbuhan. Termasuk di dalamnya pendanaan untuk program Experts-in-Residence mHUB, sebuah program pra-akselerator bagi para pendiri di tahap ide, serta bantuan teknis kesiapan pilot dan manufaktur untuk pendiri di tahap selanjutnya. Sebagian dana tambahan juga dialokasikan untuk mendukung sebuah cohort akselerator mHUB yang didukung ventura, dengan fokus khusus pada solusi keberlanjutan pusat data. Ini berarti lebih banyak bimbingan, akses ke pakar, dan bantuan teknis yang sangat dibutuhkan untuk membawa produk fisik ke pasar.
Haven Allen, CEO dan Co-founder mHUB, menegaskan pentingnya kolaborasi ini. Ia menyatakan kebanggaannya bermitra dengan Rockefeller Foundation untuk memperkuat komersialisasi hardtech di AS dan memajukan era baru revitalisasi industri. Allen melihat babak selanjutnya inovasi Amerika akan sangat ditentukan oleh teknologi fisik yang kompleks, padat sumber daya, dan dibangun di dunia nyata. Menciptakan jalur yang jelas menjadi esensial untuk menskalakan solusi dari laboratorium ke pasar dan memastikan manfaat ekonomi dari reindustrialisasi dapat dirasakan secara luas. Dukungan ini memungkinkan mHUB untuk memperluas bantuannya bagi para pendiri di tahap krusial komersialisasi, sambil menempatkan keberlanjutan, komunitas, dan kemakmuran bagi semua di pusat transisi ini.
Menyalakan Api Inovasi: Lebih dari Sekadar Uang
Fokus pada hardtech ini bukan tanpa alasan. Teknologi fisik adalah tulang punggung dari banyak sektor vital. Energi bersih membutuhkan panel surya yang lebih efisien, turbin angin yang lebih kuat, dan baterai penyimpanan yang lebih tahan lama. Manufaktur canggih memerlukan robotika yang lebih cerdas, material inovatif, dan proses produksi yang lebih ramah lingkungan. Kesehatan membutuhkan perangkat medis yang lebih presisi dan terjangkau. Semua ini bergantung pada kemajuan dalam teknologi fisik, bukan sekadar baris kode.
Masalahnya, ekosistem pendukung untuk inovasi fisik ini belum sematang ekosistem untuk teknologi digital. Akses ke fasilitas manufaktur prototipe, pengujian material, dan rantai pasok yang andal masih menjadi tantangan besar. Di sinilah peran pusat inovasi seperti mHUB menjadi sangat vital. Mereka menyediakan infrastruktur, jaringan, dan dukungan yang memungkinkan para pendiri hardtech untuk mengatasi hambatan-hambatan ini.
Pendanaan dari Rockefeller Foundation menjadi katalisator untuk memperluas jangkauan dan kedalaman dukungan yang bisa diberikan mHUB. Ini bukan hanya soal menyediakan uang, tetapi juga soal memberikan akses ke keahlian, jaringan industri, dan sumber daya teknis yang sangat sulit didapatkan oleh startup di tahap awal. Bayangkan seorang insinyur brilian yang punya ide tentang mesin daur ulang sampah plastik yang revolusioner. Tanpa akses ke mesin prototipe industri, tanpa kontak dengan produsen bahan kimia daur ulang, dan tanpa panduan tentang bagaimana mendapatkan sertifikasi lingkungan, ide cemerlang itu bisa jadi hanya akan tersimpan di buku catatan.
Program seperti Experts-in-Residence, yang didukung oleh dana ini, memungkinkan para pendiri untuk mendapatkan bimbingan dari para profesional berpengalaman di industri. Ini bisa berupa saran tentang desain produk, strategi manufaktur, hingga cara menavigasi regulasi. Ditambah lagi, bantuan teknis untuk kesiapan pilot dan manufaktur akan sangat membantu dalam menguji produk di skala yang lebih besar dan memastikan kesiapannya untuk produksi massal. Ini adalah langkah-langkah konkret yang menjembatani kesenjangan antara laboratorium dan pasar, mengubah prototipe menjadi produk yang siap pakai.
Menuju Revitalisasi Industri: Bukan Sekadar Cuan
Pergeseran fokus ke revitalisasi industri melalui inovasi hardtech ini juga memiliki implikasi ekonomi dan sosial yang lebih luas. Ini bukan hanya tentang menciptakan startup yang sukses, tetapi juga tentang menciptakan lapangan kerja yang stabil dan berkualitas. Industri manufaktur tradisional seringkali diasosiasikan dengan pekerjaan repetitif, namun inovasi di sektor hardtech membuka peluang untuk pekerjaan yang lebih membutuhkan keterampilan teknis, pemikiran kritis, dan kemampuan beradaptasi.
Lebih jauh lagi, dengan adanya fokus pada energi bersih dan keberlanjutan industri, inisiatif ini juga selaras dengan upaya global untuk mengatasi perubahan iklim. Solusi inovatif yang dikembangkan oleh para pendiri hardtech bisa menjadi kunci untuk mengurangi emisi karbon, mengoptimalkan penggunaan sumber daya, dan menciptakan ekonomi yang lebih sirkular. Ini menunjukkan bahwa inovasi di sektor fisik tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga memberikan kontribusi positif bagi lingkungan.
Kolaborasi antara mHUB dan Rockefeller Foundation ini adalah contoh bagaimana filantropi dan inovasi dapat bersinergi untuk mengatasi tantangan yang kompleks. Dengan menyediakan modal, infrastruktur, dan bimbingan, mereka berupaya memberdayakan para inovator yang membangun fondasi fisik dari masa depan kita. Ini adalah investasi jangka panjang yang tidak hanya bertujuan untuk menumbuhkan bisnis, tetapi juga untuk memperkuat industri Amerika, menciptakan lapangan kerja, dan memajukan solusi berkelanjutan yang dibutuhkan dunia.
mHUB adalah platform inovasi yang mendorong komersialisasi hardtech, membantu perusahaan membangun, menskalakan, dan berinovasi dengan kecepatan dan tujuan. Platform ini mencakup inkubator dan laboratorium prototipe berbasis di Chicago, perusahaan investasi ventura dan real estat mHUB Ventures, serta lengan konsultasi dan teknik. Bersama-sama, infrastruktur, modal, dan keahlian bersatu untuk memungkinkan teknologi yang sedang berkembang, menciptakan bisnis manufaktur baru, dan memperkuat industri AS. Hingga saat ini, mHUB telah bekerja sama dengan lebih dari 200 mitra publik dan swasta serta mendukung lebih dari 500 startup yang secara kolektif menghasilkan aktivitas ekonomi senilai $4,5 miliar.
Tentang The Rockefeller Foundation
Dengan investasi $30 miliar selama 113 tahun terakhir untuk mempromosikan kesejahteraan umat manusia, The Rockefeller Foundation adalah filantropi perintis yang dibangun di atas kemitraan yang tidak biasa dan solusi inovatif yang memberikan hasil terukur bagi masyarakat di Amerika Serikat dan seluruh dunia. Yayasan ini memanfaatkan terobosan ilmiah, kecerdasan buatan, dan teknologi baru untuk membuat taruhan besar di berbagai bidang energi, pangan, kesehatan, dan keuangan, termasuk dengan badan amal publik terafiliasinya, RF Catalytic Capital (RFCC). Untuk informasi lebih lanjut, daftar untuk mendapatkan buletin di www.rockefellerfoundation.org/subscribe dan ikuti di X @RockefellerFdn, Instagram @rockefellerfdn, dan LinkedIn @the-rockefeller-foundation.


