Sepuluh tahun lagi, tepatnya 2030, seharusnya Benua Afrika sudah bermandikan cahaya listrik hingga ke pelosok desa. Target ambisius ini, yang digaungkan oleh Mission 300 besutan Bank Dunia dan African Development Bank, memang keren abis. Tapi, lihat saja sekarang: dari US$10 juta di awal peluncuran dua tahun lalu, komitmen dana untuk misi mulia ini sudah meroket jadi US$100 juta. Naik sepuluh kali lipat dalam waktu singkat? Ini bukan sekadar suntikan dana, ini alarm bahaya yang berbunyi nyaring, menyiratkan betapa jomplangnya realisasi dibandingkan janji manis. Seolah-olah kita lagi nonton pertandingan sepak bola, tim penyerang (Rockefeller Foundation dan Global Energy Alliance) sudah mulai mencetak gol, tapi pertahanan lawan (tantangan di lapangan) masih kokoh tak tergoyahkan. Ternyata, ‘mengalirkan listrik’ itu nggak sesederhana membalikkan telapak tangan, bahkan dengan duit segudang sekalipun.
Perjalanan Dana: Dari Gincu Sampai Panci Listrik
Awalnya, saat The Rockefeller Foundation dan Global Energy Alliance for People and Planet (GEAPP) mengumumkan komitmen US$10 juta pada September 2024, semua tampak berjalan mulus. Tujuannya jelas: menerangi 300 juta jiwa di Afrika pada tahun 2030. Dana itu disalurkan untuk memperkuat kapasitas pemerintah dalam menjalankan program, menarik investor swasta biar ikut berpartesipasi, mempercepat proyek-proyek yang mangkrak, dan tentu saja, mendekatkan misi ini ke hampir dua lusin negara. Tapi, seperti kualifikasi awal turnamen besar, semua terasa mudah di atas kertas. Hingga kemudian, sang Presiden Rockefeller Foundation, Dr. Rajiv J. Shah, mengumumkan lonjakan dana menjadi US$100 juta. Angka ini, yang diutarakan dalam sebuah sesi santai bersama Sekretaris Departemen Energi AS, Chris Wright, bukan cuma menunjukkan skala proyek yang makin besar, tapi juga menyoroti betapa krusialnya urusan ‘memasak’ dengan energi bersih di Afrika Sub-Sahara – sebuah prioritas utama Mission 300 yang sering kali terabaikan.
Pernyataan Dr. Kevin Kariuki, Wakil Presiden Bank Pembangunan Afrika untuk Daya, Energi, Iklim, dan Pertumbuhan Hijau, cukup gamblang menggambarkan situasinya. Menurutnya, Mission 300 adalah tentang ‘eksekusi’, mengubah niat besar menjadi hasil nyata dalam skala masif. Di sinilah peran modal katalitik dari para mitra seperti Rockefeller Foundation dan GEAPP menjadi sangat vital. Mereka bukan sekadar donatur, tapi pemantik yang berperan penting dalam memperkuat kemampuan pemerintah menjalankan program, mereduksi risiko investasi, dan mempercepat proyek-proyek yang bisa memobilisasi aliran dana publik dan swasta yang jauh lebih besar. Ini bukan tentang membagikan ‘subsidi’, ini tentang membangun ekosistem yang memungkinkan energi listrik tumbuh dan dinikmati secara berkelanjutan.
Dr. Shah sendiri mengakui bahwa Rockefeller Foundation telah melakukan ‘taruhan terbesar’ dalam sejarah mereka untuk isu kelistrikan. Baginya, akses listrik adalah jalan pintas paling efektif untuk keluar dari kemiskinan skala besar. Investasi pada Mission 300 mencerminkan keyakinan pada cara terbaik memajukan kesejahteraan manusia di abad ke-21: memberdayakan negara-negara untuk memimpin, memanfaatkan teknologi terdepan, dan fokus tanpa henti pada tujuan yang terukur dan dapat dicapai. Dengan kata lain, ini bukan lagi soal bantuan dari langit, melainkan pemberdayaan dari akar rumput, dengan sentuhan teknologi masa depan. Harapannya, momentum ini bisa terus dijaga, menghubungkan lebih banyak penduduk Afrika, termasuk generasi mudanya yang terus bertambah, dengan lapangan kerja, martabat, dan kemakmuran.
Mari kita lihat datanya: hingga kini, sekitar 730 juta orang masih terkatung-katung tanpa akses listrik dasar. Angka yang mengejutkan, bukan? Dan 85% dari mereka, mayoritas besar, tinggal di Afrika Sub-Sahara. Kondisi ini tentu saja menghambat segala aspek kehidupan: mulai dari layanan kesehatan yang minim, kualitas pendidikan yang rendah, inklusi digital yang terhambat, pemberdayaan perempuan dan anak-anak yang stagnan, hingga penciptaan lapangan kerja lokal dan peluang ekonomi yang mandek. Menurut Oxford Poverty and Human Development Initiative, ketidaktersediaan akses listrik adalah prediktor paling kuat terhadap kemiskinan ekstrem. Bayangkan, sebuah negara yang anak-anaknya belajar di bawah remang-remang lampu minyak, sementara anak-anak di benua lain sudah bisa mengakses perpustakaan digital kelas dunia. Kesenjangan ini bukan sekadar masalah teknis, melainkan isu kemanusiaan yang mendalam.
Rincian Dana: Bukan Sekadar Angka, Tapi Aksi Nyata
Woochong Um, CEO dari Global Energy Alliance for People and Planet, menegaskan bahwa listrik yang andal, terjangkau, dan melimpah adalah fondasi penting bagi penciptaan lapangan kerja, kemakmuran, dan ketahanan. GEAPP bangga bisa mendukung Mission 300, dengan menyatukan berbagai elemen kunci: pemerintah, bank pembangunan, filantropi, organisasi nirlaba, dan sektor swasta. Kolaborasi ini diharapkan dapat membuka keran investasi dan mempercepat realisasi program. Mulai dari unit pelaksana dan pemantau ‘compact’ yang membantu pemerintah menjalankan rencana energi nasional, hingga program energi terbarukan terdistribusi dan program penggunaan produktif, fokus utamanya adalah memastikan bahwa koneksi listrik baru benar-benar berujung pada peluang ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Intinya, Mission 300 ini adalah kolaborasi antara Bank Dunia dan African Development Bank, didukung penuh oleh Rockefeller Foundation, GEAPP, dan Sustainable Energy for All. Program ini bekerja dengan menerjemahkan komitmen menjadi implementasi konkret melalui ‘national energy compacts’ (perjanjian energi nasional), reformasi ekonomi secara menyeluruh, program investasi, bantuan teknis, dan mobilisasi sektor swasta. Pendekatannya multidimensi, menyasar berbagai aspek yang krusial untuk keberhasilan jangka panjang. Ini bukan sekadar proyek instalasi panel surya, tapi sebuah ekosistem energi yang dirancang untuk mentransformasi kehidupan.
Sejak Rockefeller Foundation dan GEAPP pertama kali menggelontorkan US$10 juta, total dukungan kolektif mereka kini telah melampaui US$100 juta. Dana ini tersebar di 23 negara Afrika: mulai dari Benin, Burkina Faso, Republik Demokratik Kongo, Chad, Pantai Gading, Ethiopia, Kenya, Lesotho, Liberia, Madagaskar, Malawi, Mauritania, Mozambik, Niger, Nigeria, Republik Kongo, Rwanda, Senegal, Sierra Leone, Somalia, Togo, Uganda, hingga Zambia. Sekitar 47% dari total dana berasal dari Rockefeller Foundation dan Mission 300 Accelerator (inisiatif dari RF Catalytic Capital, badan amal publik Rockefeller Foundation), sementara 53% sisanya disumbang oleh GEAPP. Alokasi dana ini mencakup, namun tidak terbatas pada:
- Menyediakan bantuan teknis bagi lebih dari selusin Unit Pelaksana dan Pemantau Perjanjian Energi Nasional (CDMU) untuk meningkatkan kapasitas koordinasi, pemantauan, pelaporan, dan implementasi di masing-masing negara. Selain itu, 18 program “Mission 300 Fellowships” didanai untuk membantu upaya CDMU dalam mempercepat elektrifikasi.
- Meningkatkan dukungan untuk solusi memasak bersih di Afrika Sub-Sahara, di mana 70% rumah tangga terpaksa menggunakan bahan bakar berbahaya seperti arang dan kayu. Inisiatif ini diluncurkan melalui “Clean Cooking Accelerator Initiative”, sebuah unit percontohan di Kenya yang diharapkan menjadi model untuk program serupa di seluruh benua. Empat Clean Cooking Fellows pertama juga telah diumumkan untuk memperkuat kapasitas negara dalam mengembangkan proyek yang menarik investasi.
- Memperluas Global Energy Alliance dan CLASP’s Productive Use Financing Facility (PUFF). Fasilitas ini memberikan hibah, subsidi, dan bantuan teknis kepada pemasok dan distributor untuk menurunkan harga, menjangkau lebih banyak pelanggan, dan mempercepat adopsi peralatan rumah tangga yang bersih dan hemat energi. Tujuannya jelas: memberdayakan bisnis kecil, mendukung petani, dan secara fundamental mengubah kehidupan ribuan orang di Afrika.
- Mendukung solusi energi yang dipimpin oleh Afrika melalui inisiatif penelitian dan analisis sistem energi interdisipliner. “African Energy Futures Initiative” dan “African School of Regulation” dirancang untuk membangun generasi baru regulator dan profesional energi di benua tersebut, sekaligus membantu meningkatkan permintaan listrik dan memperkuat pasar energi lokal.
- Investasi pada Zafiri, dana modal permanen Mission 300 yang digagas oleh Bank Dunia dan African Development Bank. Dana ini akan menyediakan ekuitas jangka panjang untuk berbagai program energi terbarukan terdistribusi dan fasilitas investasi. Tujuannya adalah mengatasi tantangan elektrifikasi pedesaan, mendorong pengembang untuk merangsang permintaan energi di komunitas yang mereka layani, serta meningkatkan kesadaran dan dukungan pendanaan untuk sektor energi surya off-grid di Afrika.
- Meluncurkan fasilitas bantuan teknis baru yang lebih fleksibel, dirancang untuk mendistribusikan modal filantropi dengan cepat guna mempercepat laju dan efisiensi proyek akses listrik yang dijalankan oleh pemerintah Afrika dan bank pembangunan multilateral.
- Menciptakan lingkungan yang ramah investasi, baik sebelum maupun sesudah Mission 300 dimulai. Ini mencakup dukungan dari sektor swasta melalui Acumen Hardest to Reach Fund, serta melalui dana perwalian Bank Dunia dan African Development Bank, seperti inisiatif Distributed Access through Renewable Energy Scale-up (DARES) di Afrika Barat dan Tengah, serta Sustainable Energy Fund for Africa (SEFA) dari African Development Bank.
- Menyelaraskan dukungan dan sumber daya tambahan untuk Mission 300 dari Global Leadership Council GEAPP. Dewan ini merupakan koalisi dari hampir tiga lusin pemimpin global di bidang keuangan, energi bersih, dan filantropi, yang diketuai bersama oleh Perdana Menteri Norwegia, Jonas Gahr Støre, dan Presiden Rockefeller Foundation, Dr. Shah.
Progres dan Prospek: Lari Maraton, Bukan Sprint
Sejak Bank Dunia dan African Development Bank meluncurkan Mission 300 pada April 2024, sekitar 44 juta orang di seluruh Afrika telah terhubung ke listrik. Ada pula proyeksi puluhan juta orang lagi yang akan segera menyusul pada akhir 2026. Untuk mendefinisikan target, reformasi, dan prioritas investasi, serta mempercepat akses energi yang terjangkau, andal, dan berkelanjutan pada tahun 2030, Mission 300 telah berhasil mendorong peluncuran National Energy Compacts di 30 negara hingga saat ini. Angka ini menunjukkan geliat positif, namun tantangannya masih segunung.
Informasi lebih lanjut dapat ditemukan di https://www.worldbank.org/en/programs/energizing-africa/dashboard.
Tentang Global Energy Alliance for People and Planet
Global Energy Alliance for People and Planet Inc. (‘Global Energy Alliance’) membangun kemitraan publik, swasta, dan filantropis yang transformatif untuk mengakhiri kemiskinan energi dan mempercepat peluang ekonomi hijau. Didirikan pada tahun 2021 oleh The Rockefeller Foundation, IKEA Foundation, dan Bezos Earth Fund, aliansi ini berupaya membuka akses pendanaan, memperkuat institusi, dan mentransformasi pasar. Tujuannya adalah menghasilkan kemajuan yang melampaui proyek individu untuk mendorong perubahan sistemik yang berkelanjutan. Melalui dua pilar global yang saling terkait—Grids of the Future (fokus pada inovasi dan infrastruktur) dan Energy and Opportunity (fokus pada pekerjaan dan mata pencaharian)—aliansi ini bekerja menuju visi dunia di mana setiap orang memiliki akses terhadap listrik bersih yang terjangkau dan andal, serta sarana untuk meningkatkankehidupan mereka.
Dengan jangkauan kerja di lebih dari 30 negara di Afrika, Asia, Amerika Latin, dan Karibia, aliansi ini menargetkan untuk menjangkau 1 miliar orang dengan listrik bersih, mencegah 4 miliar ton emisi karbon, dan menciptakan atau meningkatkan 150 juta lapangan kerja. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.energyalliance.org dan ikuti mereka di X @EnergyAlliance.
Tentang The Rockefeller Foundation
Dengan investasi sebesar US$30 miliar selama 113 tahun terakhir untuk memajukan kesejahteraan umat manusia, The Rockefeller Foundation adalah sebuah organisasi filantropi perintis yang dibangun di atas kemitraan yang tak terduga dan solusi inovatif yang menghasilkan hasil terukur bagi masyarakat di Amerika Serikat dan seluruh dunia. Yayasan ini memanfaatkan terobosan ilmiah, kecerdasan buatan, dan teknologi baru untuk melakukan taruhan besar di berbagai bidang energi, pangan, kesehatan, dan keuangan, termasuk melalui badan amal publiknya, RF Catalytic Capital (RFCC). Untuk informasi lebih lanjut, daftar untuk mendapatkan newsletter di www.rockefellerfoundation.org/subscribe dan ikuti mereka di X @RockefellerFdn, Instagram @rockefellerfdn, YouTube @RockefellerFdn, dan LinkedIn @the-rockefeller-foundation.


