Siapa yang menyangka pegolf nomor satu dunia, Scottie Scheffler, akan bertarung sengit di RBC Heritage setelah dua ronde awal yang terasa seperti pemanasan? Ternyata, sang juara Masters kali ini tidak hanya sekadar meramaikan, tapi juga siap mencuri perhatian dengan permainan yang memukau di hari ketiga. Kembalinya Scheffler ke papan peringkat teratas menunjukkan bahwa predikat pemain terbaik dunia itu bukan sekadar gelar, melainkan konsistensi yang dibalut determinasi membara di setiap turnamen.
HILTON HEAD ISLAND, S.C. — Pertanyaan yang menggantung di udara Harbour Town Golf Links bukanlah soal *apakah* Scottie Scheffler akan menjadi pesaing utama, melainkan *kapan* momen itu akan tiba. Scheffler, yang memegang predikat pegolf nomor satu dunia, seolah memberikan jawaban tegas pada hari Sabtu. Setelah mencatatkan skor 68 dan 67 di dua ronde awal RBC Heritage, sebuah turnamen Signature Event keempat musim ini, Scheffler memulai hari ketiga dengan tertinggal tujuh pukulan dari pemimpin klasemen, Matt Fitzpatrick. Namun, hanya butuh enam hole baginya untuk memangkas selisih menjadi dua pukulan, sebelum akhirnya menyamai kedudukan di sembilan hole pertama dengan total 31 pukulan.
Performa Scheffler sempat melambat di sembilan hole belakang, namun ia berhasil bangkit dengan mencetak birdie di dua dari tiga hole terakhirnya, menghasilkan skor 64. Catatan ini menempatkannya di posisi kedua klasemen dengan total 14 di bawah par, hanya tertinggal tiga pukulan dari Fitzpatrick menjelang ronde final.
“Senang rasanya bisa kembali bersaing di turnamen ini,” ujar Scheffler. “Saya merasa sedikit tertinggal di awal hari ini, namun berhasil mencatatkan ronde yang bagus untuk menempatkan diri kembali dalam persaingan. … Saya tahu tidak perlu melakukan sesuatu yang gila untuk kembali menjadi kandidat juara. Saya hanya perlu mencatatkan ronde yang solid. Berhasil memulai dengan baik dan mengakhiri dengan baik.”
Sang Nomor Satu Membuktikan Diri
Statistik *Strokes Gained: Approach* memang menjadi senjata pamungkas Scheffler selama beberapa musim terakhir. Namun, di tahun 2026 ini, ia menduduki peringkat ke-81 dalam kategori tersebut dan tengah mengincar kemenangan pertamanya sejak The American Express di bulan Januari. Di Round 3 Harbour Town, ia menempati peringkat 21 di antara para kontestan dalam hal akurasi approach. Scheffler mengandalkan permainan *scrambling* untuk menghindari kesalahan fatal sekaligus memanfaatkan peluang birdie dari jarak dekat, terbukti ia berhasil membuat semua putt di dalam jarak 14 kaki di sembilan hole pertama.
Scheffler telah membuktikan kemampuannya dengan memenangkan RBC Heritage pada tahun 2024 dengan skor 19 di bawah par, unggul tiga pukulan. Prestasinya ini menjadikannya orang pertama sejak Bernhard Langer di tahun 1985 yang berhasil meraih *green jacket* Masters dan *tartan jacket* RBC Heritage dalam dua minggu berturut-turut.
“Saya rasa memiliki pengalaman di sebuah lapangan golf selalu membantu,” kata Scheffler. “Ini adalah lapangan golf di mana semakin sore, biasanya akan semakin menantang karena kondisi lapangan yang terus mengeras. Angin pun cenderung bertiup lebih kencang, dan menurut saya menutup permainan di lapangan ini bisa menjadi tantangan tersendiri.”
Di ronde final hari Minggu, Scheffler akan berhadapan langsung dengan Fitzpatrick, yang juga merupakan mantan juara di Harbour Town. Si Woo Kim, Sepp Straka, dan Brian Harman menjadi penantang terdekat dengan selisih 13 pukulan di bawah par.
“Ya, Fitzy adalah pemain yang saya kagumi karena ia bekerja sangat keras. Dia adalah tipe pemain yang selalu melakukan segala cara agar bisa bermain dengan baik. Dia sangat memperhatikan statistiknya. Dia adalah pemain yang akan memeriksa setiap detail kecil agar bisa tampil maksimal di sini. Dia adalah contoh pemain yang terus berkembang sepanjang kariernya dan melakukan perubahan untuk menjadi lebih baik.”
Perkataan Scheffler tentang Fitzpatrick menunjukkan rasa hormat yang mendalam, sebuah pengakuan terhadap dedikasi dan kecerdasan taktis sang lawan. Ia tidak hanya melihat bakat alami, tetapi juga etos kerja dan strategi cerdas yang membuat Fitzpatrick menjadi kompetitor tangguh.
“Anda lihat bagaimana penampilannya saat pertama kali datang ke sirkuit, kecepatan pukulan tee-nya jauh lebih lambat dari sekarang. Dia memiliki kecepatan yang luar biasa. Dia tidak menggunakannya di setiap pukulan, tetapi dia menggunakannya saat dibutuhkan. Dia bukan hanya pekerja keras, tetapi saya pikir dia juga pemain yang sangat cerdas.”
Bayang-bayang Augusta dan Tantangan Baru
Pencapaian Scheffler saat ini merupakan kelanjutan dari performa impresifnya di Masters minggu lalu, di mana ia harus puas di posisi kedua di belakang Rory McIlroy. Di Augusta National, Scheffler sempat mengalami kesulitan di awal, mencatatkan skor 74 di ronde kedua. Namun, kebangkitannya di ronde ketiga dengan skor 65 berhasil mengangkat posisinya dari peringkat 12 ke empat pukulan di belakang para pemimpin menuju ronde final. Sayangnya, ia hanya finis satu pukulan di belakang.
Kini, dengan satu lagi lonjakan performa di “Moving Day”, Scheffler kembali berada dalam jarak tembak dari lawan yang sepadan. Pertanyaannya, akankah ia berhasil membalikkan keadaan kali ini?
Performa Scheffler di RBC Heritage ini bukanlah sekadar lanjutan dari tren positif, melainkan sebuah pernyataan. Kemampuannya untuk bangkit dari ketertinggalan, terutama setelah performa yang kurang memuaskan di awal turnamen, menunjukkan mentalitas juara yang sesungguhnya. Ia tidak mudah menyerah dan selalu mencari celah untuk kembali ke puncak permainan.
Peluang Scheffler di Harbour Town sangat terbuka. Ia mengenal lapangan ini dengan baik, dan pengalaman bertanding di sana diyakini memberinya keuntungan strategis. Tantangan terbesarnya adalah menjaga momentum dan menghindari kesalahan yang bisa dimanfaatkan oleh pesaingnya.
Pertarungan antara Scheffler dan Fitzpatrick di babak final diprediksi akan berjalan sengit. Kedua pegolf ini memiliki rekam jejak yang kuat dan sama-sama berambisi untuk meraih gelar. Pengalaman mereka di turnamen besar seperti Masters tentu akan mewarnai persaingan di hari terakhir.
Keberhasilan Scheffler sejauh ini menjadi bukti bahwa konsistensi dan kemampuan beradaptasi adalah kunci utama dalam golf profesional. Ia mampu mengelola tekanan, belajar dari setiap pertandingan, dan terus meningkatkan kualitas permainannya. Ini adalah kombinasi yang mematikan bagi lawan-lawannya.
Penampilan Scheffler di RBC Heritage ini memberikan gambaran menarik tentang dinamika persaingan di puncak golf dunia. Bagaimana seorang pegolf nomor satu dunia terus menerus ditantang oleh rival-rivalnya, namun selalu menemukan cara untuk tetap berada di papan atas. Ini bukan hanya tentang pukulan yang sempurna, tetapi juga tentang ketahanan mental dan kemampuan untuk bangkit dari setiap kemunduran.


