Kesepakatan transfer Jared McCain yang terkesan buru-buru, meski sudah berlalu berbulan-bulan, masih membekas di benak para penggemar Philadelphia 76ers. Paket kompensasi yang diterima, terutama hak pilih draft di masa depan, kini menjadi sorotan, menanti untuk dimanfaatkan. Salah satu aset berharga dalam kesepakatan tersebut adalah hak pilih putaran pertama milik Houston Rockets di tahun 2026. Pertanyaan besarnya, apakah Sixers akan menahan hak pilih ini atau justru menjadikannya alat tukar kembali? Spekulasi pun mulai memanas, apalagi sebuah proyeksi mock draft terbaru dari Bleacher Report mengisyaratkan kemungkinan hadirnya calon partner ideal bagi Joel Embiid, yang mungkin saja berasal dari liga mahasiswa.
Proyeksi terbaru dari Bleacher Report menempatkan Aday Mara, seorang big man menjanjikan dari Universitas Michigan, sebagai pilihan ke-23 bagi Philadelphia 76ers. Pemain berpostur 7’3″ dengan bobot 255 pon ini, yang berasal dari Spanyol, disamakan potensinya dengan mantan center Indiana Pacers yang juga sempat menjadi asisten di tim Sixers, Roy Hibbert. Perbandingan ini tentu bukan tanpa dasar, mengingat rekam jejak Mara yang semakin menarik perhatian para pemandu bakat.
Sang Jawara Michigan di Philadelphia?
Jonathan Wasserman dari Bleacher Report memberikan pandangannya mengenai Mara, menyoroti kualitasnya yang unik. “Kemampuan finishing dan shot-blocking Aday Mara jelas menjadi daya tarik utama, namun ia juga telah menembus jajaran pemain top-20 berkat kemampuannya dalam mengumpan dan bermain post-up. Kehadiran pemain setinggi 7’3″ ini memberikan dimensi yang tidak biasa bagi sebuah rotasi tim,” ujar Wasserman. Ia menambahkan, “Catatan turnover yang buruk dan performa free-throw yang kurang memuaskan mungkin akan membuat beberapa tim ragu, namun ia telah membuktikan diri sebagai pemain yang langka. Ia berpotensi menjadi center situasional yang sangat berharga.”
Mara, yang baru berusia 20 tahun, memulai perjalanan NCAA-nya di UCLA pada tahun 2023. Sebagai freshman, ia tampil dalam 28 pertandingan, dengan delapan kali sebagai starter. Rata-rata menit bermainnya mencapai 9.5 menit per game, menghasilkan 3.5 poin dan 1.5 rebound. Di musim sophomore, Mara lebih sering memulai pertandingan dari bangku cadangan, hanya sekali ia menjadi starter dari 33 penampilannya. Rata-ratanya meningkat menjadi 6.4 poin dengan persentase tembakan 59.0%, serta 4.0 rebound per game.
Keputusan krusial untuk pindah ke Universitas Michigan diambil pada April 2025. Selama musim NCAA 2025-2026, Mara menjadi pilar penting bagi timnya. Ia bermain dalam 34 pertandingan, mencatatkan rata-rata 11.6 poin dengan efisiensi tembakan 67.4%, dan meraup 6.9 rebound per game. Peningkatan signifikan ini semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu prospek center yang patut diperhitungkan di NBA Draft mendatang.
Posisi Center Sixers: Antara Embiid dan Masa Depan
Meskipun Joel Embiid semakin menua dan kerap dihantam cedera, kepindahannya dari Philadelphia dalam waktu dekat tampaknya bukanlah skenario yang mungkin terjadi. Kontrak perpanjangan yang banyak menuai kritik, senilai $187.1 juta, akan mulai berlaku pada awal musim NBA 2026-2027. Embiid terikat kontrak selama dua tahun ke depan, dengan opsi pemain senilai $66.9 juta untuk musim 2028-2029.
Oleh karena itu, jika Sixers memilih center di draft, itu bukanlah untuk mencari pengganti Embiid, melainkan untuk mendapatkan pelapis utama yang solid. Andre Drummond dijadwalkan akan memasuki pasar bebas pada bulan Juli. Adem Bona, pilihan putaran kedua dari UCLA, telah menunjukkan performa menjanjikan selama dua musim pertamanya, namun masih perlu konsisten untuk mengamankan posisinya sebagai backup utama jangka panjang.
Sementara itu, nasib rookie Johni Broome masih belum jelas. Sebagian besar musim debutnya dihabiskan di bangku cadangan atau di G League, menimbulkan keraguan mengenai prospek karirnya di Philadelphia. Kehadiran Aday Mara, jika benar terwujud, dapat memberikan dimensi baru pada kedalaman posisi center tim, sekaligus menekan pemain-pemain yang sudah ada untuk tampil lebih baik.
Transfer McCain mungkin masih menjadi bahan perdebatan pahit di kalangan penggemar, namun hak pilih yang didapat dari kesepakatan tersebut membuka lembaran baru. Proyeksi mock draft yang menempatkan Aday Mara di Philadelphia membuka peluang menarik untuk masa depan tim. Potensi Mara sebagai center modern, dengan kemampuan finishing, shot-blocking, dan passing yang unik, bisa jadi merupakan investasi cerdas bagi Sixers. Keputusan manajemen dalam mengelola hak pilih ini akan sangat menentukan arah tim ke depan, apakah akan membangun skuad di sekitar Embiid dengan dukungan pemain muda, ataukah mencari solusi jangka panjang lainnya.


