Popular Now

Vivo Y31T 5G Resmi Meluncur, Bisa Foto di Bawah Air hingga 1,5 Meter

Libur Main GTA VI Dibayar Masa Dinas: Antusias Game Besar Sampai ke Militer AS

Menyesap Romantisme dan Aroma Kolonial di Senja Kota Lama Semarang

Tekken Kehilangan Nahkoda: Katsuhiro Harada Tinggalkan Bandai Namco Setelah 31 Tahun

Katsuhiro Harada, nama yang mungkin lebih familiar bagi para penggemar Tekken daripada nama mantan pacar sendiri, akhirnya pensiun. Iya, pensiun dari Bandai Namco. Padahal, kita semua tahu, yang namanya cinta dari Harada ke Tekken itu abadi, melebihi cintamu ke dia yang sekarang sudah jadi mantan. Tapi, ya sudahlah, semua ada masanya, termasuk jadi produser game.

Selamat Tinggal, Harada-san!

Setelah 31 tahun berdedikasi untuk Tekken, Harada memutuskan untuk gantung stik (atau mungkin lebih tepatnya, gantung setelan jas dan kacamata hitam). Pengumuman ini tentu saja bikin para pemain Tekken sedih, tapi juga penasaran: kira-kira, apa ya yang bakal dilakuin Harada setelah ini? Buka warung kopi Tekken Edition? Atau malah jadi komentator turnamen Mobile Legends?

Kalau dilihat dari profil X (dulu Twitter)-nya sih, Harada sudah memberikan sedikit bocoran. Di bagian “About”, tertulis jelas bahwa dia adalah “Mantan Game Director dan Chief Producer yang berspesialisasi dalam game action dan fighting. Menghabiskan 31 tahun mengerjakan seri TEKKEN.” Iya, “mantan”. Kata itu memang pahit, tapi juga membuka lembaran baru.

Sebelumnya, Harada juga sudah mengumumkan kepergiannya dari Bandai Namco di awal bulan Desember 2025. Meskipun dia bilang baru akan benar-benar cabut di akhir tahun, tapi libur Natal dan Tahun Baru mungkin membuatnya lebih cepat meninggalkan kantor. Ya, namanya juga liburan, siapa sih yang mau mikirin kerjaan?

Harada Setelah Tekken: Mau Ngapain?

Terus, apa rencana Harada selanjutnya? Dalam pesannya di Famitsu dan 4Gamer, Harada bilang masih banyak hal yang sedang dia pikirkan. “Saya masih punya banyak hal yang saya pikirkan, dan saya berharap bisa membagikan tujuan saya dengan semua orang dalam waktu dekat,” katanya. Kode keras nih, kode keras!

Tapi, sebelum benar-benar menghilang dari dunia Tekken, Harada akan hadir di Tekken World Tour Final di akhir Januari dan awal Februari. “Itu mungkin akan menjadi penampilan terakhir saya yang berhubungan dengan Tekken? Terima kasih atas 31 tahun ini!” ucapnya. Sedih banget, kan? Rasanya kayak ditinggal nikah sama gebetan.

Harada juga bilang ingin “mengukir jalan masa depannya atas kebijaksanaannya sendiri” dan melanjutkan hidup “dengan cara yang sesuai dengan usianya.” Hmm, kira-kira apa ya yang dimaksud dengan “sesuai dengan usianya”? Main TikTok joget-joget? Atau malah jadi streamer dadakan yang main Minecraft?

Tekken Tanpa Harada: Apakah Kiamat?

Dengan perginya Harada, tampuk kepemimpinan Tekken kini dipegang oleh Kohei ‘Nakatsu’ Ikeda sebagai Director dan Michael Murray sebagai Producer. Keduanya bukan orang baru di dunia Tekken, jadi seharusnya sih mereka tahu apa yang harus dilakukan. Tapi, tetap saja, rasanya kayak makan nasi goreng tanpa kerupuk – ada yang kurang.

Apalagi, Tekken 8 sempat mengalami masa-masa sulit di awal tahun keduanya, dengan update Season 2 yang banyak dikritik oleh komunitas. Hal ini memaksa para pengembang untuk merilis banyak patch tambahan untuk memperbaiki keadaan. Jadi, tim Tekken punya banyak hal yang harus dibuktikan di Season 3, apalagi tanpa kehadiran Harada.

Meskipun ada yang mungkin kurang sreg dengan bagaimana tiga judul Tekken terakhir ditangani, tapi dampak dan dukungan Harada terhadap seri ini dan game fighting secara keseluruhan tidak bisa dipungkiri. Dia adalah sosok yang sangat penting bagi komunitas game fighting.

Dampak Harada di Dunia Tekken: Lebih dari Sekadar Game

Harada bukan cuma sekadar produser game. Dia adalah ikon, legenda, bahkan mungkin dewa bagi sebagian pemain Tekken. Dia secara pribadi menghadiri lebih banyak acara game fighting daripada orang lain di dunia dan berinteraksi dengan komunitas lebih dari pengembang lain. Kehadirannya pasti akan sangat dirindukan.

Dia juga memainkan peran besar dalam mengorganisir acara roundtable pengembang game fighting Jepang, yang mempertemukan tim dari berbagai perusahaan untuk membahas genre mereka dan memajukan ide-ide seperti pentingnya rollback netcode dan cross-platform play. Ini menunjukkan bahwa Harada peduli dengan perkembangan game fighting secara keseluruhan, bukan cuma Tekken.

Dan yang paling penting, Harada akan selalu dikenang berkat karyanya, termasuk menjadi pengisi suara asli untuk Marshall Law, Yoshimitsu, dan karakter lainnya. Jadi, meskipun dia sudah pensiun, suaranya akan tetap menghantui (dalam artian yang positif) kita semua.

Terima Kasih, Harada-san!

Kami dan semua orang di FGC (Fighting Game Community) mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Harada atas dedikasinya selama ini. Kami berharap masih bisa melihatmu dan kacamata hitammu di masa depan. Terima kasih atas segalanya, Harada-san!

Semoga saja, setelah pensiun, Harada nggak malah jadi toxic gamer yang suka nge-flame pemain lain di internet. Tapi, ya sudahlah, apapun yang dia lakukan, kita tetap akan selalu mengenangnya sebagai legenda Tekken.

Previous Post

Smartphone Tamat? True Ventures Bertaruh Masa Depan Ada di Perangkat Alternatif

Next Post

Fair City: Ruby Ungkap Pencuri Anggur, Implikasinya untuk JJ di Tahun Baru!

Add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *