The Veronicas, dua saudari yang telah malang melintang di kancah pop Australia selama hampir dua dekade, baru saja meramaikan bulan Like A Version milik triple j dengan sebuah cover yang tak terduga. Kali ini, mereka menaklukkan “12 to 12” milik sombr, sebuah pilihan yang menurut mereka adalah bukti kecemerlangan penulisan lagu pop kontemporer. Bukan sekadar ikut-ikutan tren, Jess dan Lisa Origliasso mengaku langsung terobsesi begitu mendengar lagu ini, memuji struktur dan melodinya yang dinilai sebagai hasil dari craftsmanship pop yang tajam. Sebagai penulis lagu ulung, keduanya mengaku tertarik pada kekuatan komposisi yang menunjukkan naluri kuat untuk menciptakan lagu pop yang memorable.
Penampilan ini bukan hanya sekadar meramaikan playlist, tetapi juga menandai debut resmi The Veronicas di studio Like A Version. Sebuah pencapaian yang patut dirayakan bagi duo asal Brisbane ini, mengingat perjalanan panjang mereka di industri musik. Selain membawakan lagu pilihan, mereka juga membangkitkan nostalgia dengan membawakan hit legendaris mereka, “Untouched.” Lagu dari album Hook Me Up rilisan 2007 ini tetap menjadi salah satu karya The Veronicas yang paling dikenali, dan dalam beberapa tahun terakhir kembali mendapatkan perhatian besar berkat viralitas di platform media sosial dan layanan streaming.
Sebuah Keberanian dalam Pemilihan Materi
Pemilihan “12 to 12” oleh sombr sebagai materi cover menunjukkan keberanian The Veronicas untuk menyelami lanskap musik yang lebih baru, sekaligus menegaskan kembali kapasitas mereka sebagai penafsir musik yang andal. Kemampuan mereka untuk menyerap esensi sebuah lagu dan mengemasnya kembali dengan identitas vokal yang kuat adalah salah satu aset terbesar duo ini. Ini bukan sekadar menyanyikan ulang lirik dan melodi, melainkan sebuah interpretasi yang sarat makna, membuktikan bahwa bakat musikalitas tak lekang oleh waktu atau tren.
Proses rekaman cover ini terjadi di tengah bulan Like A Version yang diperluas, sebuah inisiatif triple j untuk menampilkan lebih banyak musisi dan karya. Skema ini memungkinkan penambahan sesi pertunjukan di luar jadwal rutin Jumat pagi. Inisiatif ini menjadi wadah penting bagi para musisi untuk mengeksplorasi kreativitas mereka di luar zona nyaman, sekaligus menawarkan perspektif baru kepada pendengar setia.
Kehadiran The Veronicas dalam bulan spesial ini menempatkan mereka dalam percakapan yang lebih luas mengenai evolusi musik pop dan peran artis dalam mengapresiasi karya satu sama lain. Melalui pilihan lagu dan eksekusi yang memukau, mereka memberikan contoh bagaimana kolaborasi lintas generasi dan genre dapat menghasilkan sesuatu yang segar dan relevan.
“12 to 12” sendiri, meskipun mungkin belum sepopuler lagu-lagu lawas The Veronicas, memiliki daya tarik tersendiri yang berhasil ditangkap oleh duo ini. Penilaian Jess dan Lisa terhadap sombr sebagai penulis lagu yang “memukau” dan “menonjol” bukan tanpa alasan. Struktur lagu yang padat, melodi yang mudah diingat, dan lirik yang kemungkinan besar memiliki resonansi emosional, semuanya adalah elemen kunci dari sebuah lagu pop yang sukses.
“Untouched” yang Kembali Menggema
Kembalinya The Veronicas membawakan “Untouched” adalah sebuah nostalgia yang manis. Lagu ini bukan hanya sekadar hit masa lalu; ia adalah bagian dari soundtrack pertumbuhan banyak pendengar. Kemunculan kembali lagu ini di era streaming dan media sosial menunjukkan bagaimana sebuah karya seni bisa menemukan kehidupan baru, melintasi generasi dan platform.
Hook Me Up, album yang melahirkan “Untouched,” adalah tonggak penting dalam karier The Veronicas. Keberhasilan album ini mengukuhkan posisi mereka sebagai salah satu grup pop paling sukses di Australia. “Untouched” sendiri menjadi anthem yang menggema, sebuah bukti kekuatan melodi dan lirik yang menyentuh.
Fenomena kembalinya lagu-lagu lama yang viral di TikTok dan platform serupa, seperti yang dialami “Untouched,” menyoroti sifat siklis dari industri musik. Apa yang dulu populer bisa jadi relevan kembali, terutama jika dibekali dengan narasi atau koneksi emosional yang kuat dengan audiens baru. Ini juga menunjukkan bahwa kualitas penulisan lagu yang baik memiliki umur panjang.
Penampilan The Veronicas di Like A Version ini menjadi lebih dari sekadar pertunjukan musik; ini adalah perayaan karier yang panjang, adaptabilitas, dan kemampuan untuk terus relevan di tengah dinamika industri yang terus berubah. Dengan merayakan karya sombr sekaligus menghidupkan kembali salah satu karya mereka sendiri, The Veronicas menunjukkan pemahaman mendalam tentang ekosistem musik.
Triple j dan Panggung Like A Version
Triple j, sebagai stasiun radio yang dikenal dengan dukungannya terhadap musik lokal dan independen, terus memperkuat posisinya melalui program seperti Like A Version. Seri ini telah menjadi platform ikonik yang memungkinkan artis untuk mengeksplorasi interpretasi kreatif mereka terhadap lagu-lagu yang ada, seringkali dengan hasil yang mengejutkan dan memukau.
Bulan Like A Version yang diperluas ini adalah langkah strategis dari triple j untuk memberikan ruang lebih bagi para artis yang tampil, serta variasi konten bagi pendengarnya. Dengan menghadirkan deretan musisi dari berbagai genre, seperti Turnstile yang membawakan The Stone Roses, stasiun radio ini menunjukkan komitmennya untuk merangkul spektrum musik yang luas.
Line-up artis yang dijadwalkan tampil, termasuk Oklou, Baker Boy, Lucy Dacus, MAY-A, Kevin Abstract, dan Inkabee, menegaskan ambisi triple j untuk menyajikan keragaman musik. Setiap artis membawa perspektif unik mereka ke dalam format Like A Version, menjadikan setiap episode sebagai penemuan baru bagi audiens.
Selama bertahun-tahun, Like A Version telah membuktikan diri sebagai segmen yang tak ternilai dalam lanskap musik Australia. Ini bukan hanya tentang cover lagu; ini tentang dialog antar musisi, apresiasi terhadap penulisan lagu, dan cara musik dapat terus berevolusi dan menemukan kembali dirinya sendiri di tangan para seniman yang berbakat. Penampilan The Veronicas adalah bukti hidup dari kekuatan abadi format ini.


