Dunia League of Legends itu kadang mirip sinetron. Ada drama, intrik, dan tentu saja, ambisi jadi yang terbaik. Nah, di tengah persiapan Worlds 2025, muncul satu tim yang pede abis: Top Esports. Ibaratnya, mereka ini tokoh antagonis yang yakin nggak ada yang mau ketemu di final. Tapi, beneran nggak sih sekuat itu?
Worlds 2025, ajang kumpulnya para dewa-dewi League of Legends, bakal digelar di Beijing. Top Esports, sebagai perwakilan tuan rumah dari LPL, datang dengan status unggulan. Tapi, status doang nggak cukup. Mereka harus membuktikan diri di panggung dunia. Dan, omongan toplaner mereka, Bai “369” Jia-Hao, bikin panas kuping.
Dalam wawancara eksklusif dengan Sheep Esports, 369 nggak ragu sesumbar. Dia bilang, “Nggak ada yang mau ketemu Top Esports.” Sebuah pernyataan yang berani, atau justru blunder? Mari kita bedah lebih dalam.
LPL vs LCK: Siapa yang Lebih Jago?
Kompetisi antar region di League of Legends itu seru kayak El Clasico di sepak bola. LPL (Tiongkok) dan LCK (Korea Selatan) selalu jadi rival utama. LCK seringkali dianggap lebih kuat, tapi LPL punya gaya permainan yang lebih agresif dan nggak terduga. Nah, 369 punya pandangan sendiri soal ini.
“Gue nggak mau bilang tim ini kuat, tim itu lemah. Semua yang ada di Worlds ini adalah yang terbaik dari region masing-masing. Mereka pantas dihormati,” ujarnya. Tapi, kalimat selanjutnya bikin alis terangkat: “Tapi, yang jelas, nggak ada yang mau ketemu Top Esports.”
Ini bukan sekadar psywar biasa. Ini pernyataan kepercayaan diri yang tinggi, atau mungkin malah kesombongan? Di dunia esports, mentalitas itu penting. Tapi, terlalu percaya diri juga bisa jadi bumerang.
Pertanyaannya, apa yang bikin 369 begitu yakin? Apakah performa mereka di LPL jadi jaminan? Atau ada faktor lain yang membuat Top Esports merasa di atas angin?
Top Esports: Jago Kandang atau Siap Mendunia?
Top Esports dikenal jago banget di LPL. Tapi, performa mereka di turnamen internasional seringkali mengecewakan. Ibaratnya, mereka ini jago kandang yang kurang greget kalo main di luar. Apa yang jadi masalah?
369 nggak mau banyak omong soal masa lalu. “Tunggu aja penampilan kita di atas panggung,” katanya. “Kita bakal nunjukkin Top Esports yang baru, dengan gaya yang baru juga.”
Janji manis ini tentu bikin penasaran. Apa yang berubah dari Top Esports? Apakah mereka sudah menemukan formula yang tepat untuk bersaing di level dunia? Atau ini cuma omong kosong belaka?
Perjalanan Top Esports di tahun 2025 memang penuh liku. Mereka sempat terseok-seok di awal musim, tapi berhasil bangkit dan menunjukkan performa yang solid di LPL. Menurut 369, kunci kebangkitan mereka ada pada koordinasi tim.
“Sepanjang tahun ini, kita terus berkembang dan meningkatkan diri sebagai tim. Koordinasi kita udah bagus banget sekarang, dan kita jauh lebih sejalan dari sebelumnya,” jelasnya. “Itulah kenapa kita jadi kuat dan bisa melangkah sejauh ini di LPL.”
Individu Kuat, Tim Solid: Resep Rahasia Top Esports?
Selain koordinasi, 369 juga menyoroti kekuatan individu para pemain Top Esports. “Kelima pemain kita punya mekanik dan kemampuan individu yang sangat kuat,” ujarnya. Ini bukan klaim yang tanpa dasar. Top Esports memang punya pemain-pemain bintang di setiap posisi.
Siapa yang Ingin Dihadapi di Worlds?
Ketika ditanya tim mana yang ingin dihadapi di Worlds, 369 tanpa ragu menjawab: “Hampir semua tim LCK. Gue pengen banget ngeliat gimana kita bisa bersaing sama mereka.” Ini menunjukkan ambisi Top Esports untuk membuktikan diri di hadapan tim-tim terbaik Korea.
Namun, ada satu hal yang menarik perhatian. Selama dua tahun terakhir, 369 selalu memuji tim-tim Barat, tapi ujung-ujungnya mereka malah tampil mengecewakan. Apakah dia akan melakukan hal yang sama tahun ini?
“Semoga aja apa yang terjadi sebelumnya – gue muji tim Barat sebelum mereka tampil jelek – nggak kejadian lagi,” kata 369 sambil menyeringai. “Gue beneran mikir tim Barat lagi kuat-kuatnya tahun ini.”
Pujian ini terdengar tulus, tapi juga mengandung sedikit keraguan. Apakah 369 benar-benar percaya dengan kekuatan tim Barat, atau ini cuma basa-basi ala pemain profesional?
Jangan Terlalu Baik, Ntar Dikira Nggak Serius
Di kalangan fans Barat, sering ada joke bahwa pemain Korea dan Tiongkok terlalu baik ketika memuji tim Barat. Mereka dianggap nggak beneran percaya dengan apa yang mereka katakan.
“Jujur aja, dari lubuk hati yang paling dalam, gue selalu pengen menghormati semua pemain dan tim,” kata 369. “Gue percaya mereka semua bagus. Tapi, gue nggak terlalu peduli sama hal-hal eksternal ini. Gue cuma pengen berusaha sebaik mungkin dan fokus sama permainan gue sendiri.”
Pada akhirnya, yang terpenting adalah performa di atas panggung. Omongan boleh besar, tapi kalau nggak bisa membuktikan diri, ya sama aja bohong. Top Esports punya potensi untuk jadi juara dunia, tapi mereka juga harus bisa mengatasi tekanan dan ekspektasi.
Worlds 2025 bakal jadi panggung pembuktian bagi Top Esports. Apakah mereka berhasil memenuhi omongan 369 dan jadi tim yang ditakuti semua orang? Atau mereka justru jadi bahan tertawaan karena terlalu percaya diri? Kita tunggu saja.
Dunia esports itu kejam, Bung. Nggak ada tempat buat yang lembek. Top Esports harus membuktikan bahwa mereka bukan cuma jago kandang, tapi juga siap menaklukkan dunia. Kalau nggak, ya siap-siap aja jadi meme.


