Popular Now

Vivo Y31T 5G Resmi Meluncur, Bisa Foto di Bawah Air hingga 1,5 Meter

Libur Main GTA VI Dibayar Masa Dinas: Antusias Game Besar Sampai ke Militer AS

Menyesap Romantisme dan Aroma Kolonial di Senja Kota Lama Semarang

Wildlife Photographer of the Year 2025: Kekuatan Tersembunyi Hyena & Kumbang Bagi Ekosistem Kita

Siapa bilang foto satwa liar cuma buat pajangan dinding ruang tamu? Di Wildlife Photographer of the Year 2025, foto-foto pemenang bukan cuma bikin kita takjub sama keindahan alam, tapi juga nyindir kita soal kerusakan lingkungan. Ibaratnya, sambil lihat foto estetik, kita juga dikasih PR buat mikir.

Hyena di Kota Hantu: Ironi Pemenang Kategori Dewasa

Pemenang kategori dewasa, Wim van den Heever, sukses mengabadikan momen seekor hyena di kota hantu. Judul fotonya aja udah nampol: “Ghost Town Visitor”. Hyena ini kayak lagi cosplay jadi turis di kota yang dulunya rame, sekarang sepi ditinggal penambang. Foto ini bukan cuma indah, tapi juga nyentil. Kota yang dulu dikuasai manusia, sekarang jadi rumah buat satwa liar. Siapa yang sebenernya “pengunjung” di sini?

Kata Kathy Moran, ketua juri, foto ini nunjukkin kualitas penting fotografer satwa liar: rasa ingin tahu, kesabaran, bakat, dan yang paling penting, kegigihan. Wim butuh 10 tahun buat dapetin foto sekeren ini. Sepuluh tahun! Itu sama kayak nungguin antrean kopi di kafe hits pas weekend.

Hyena Cokelat: Si Pemulung yang Terlupakan

Hyena cokelat emang nggak se-terkenal sepupu-sepupunya, hyena tutul atau hyena loreng. Populasi mereka juga nggak banyak, cuma sekitar 4.000 sampai 10.000 ekor di alam liar. Mereka hidup di lingkungan kering kerontang, di mana makanan susah dicari. Makanya, mereka biasanya hidup dalam kelompok kecil.

Dr. Natalie Cooper, zoologist dari Natural History Museum, bilang jarang banget nemuin hyena cokelat deket pemukiman manusia. Tapi, di kota hantu Kolmanskop ini, mereka ngerasa aman. Soalnya, kota ini udah ditinggalin 70 tahun lalu. Bangunan-bangunan bekas manusia ini justru jadi tempat berlindung hyena dari angin.

Kota-kota di tengah gurun kayak gini emang punya sumber daya terbatas. Hyena justru berperan penting di sini. Sebagai pemulung, mereka nggak cuma bersihin bangkai hewan, tapi juga nyebarin nutrisi. Mereka bisa jalan jauh banget buat cari makanan dan bawa balik ke sarang. Ibaratnya, mereka ini kurir nutrisi di tengah gurun.

Beetle di Tengah Mesin Logging: Simbol Harapan atau Ironi?

Pemenang kategori anak-anak, Andrea Dominizi, ngambil foto kumbang tanduk panjang di tengah mesin logging. Judulnya juga dalem: “After the Destruction”. Kumbang ini kayak lagi adu kekuatan sama mesin yang jauh lebih gede. Foto ini nyeritain dua hal: kerusakan alam akibat ulah manusia dan harapan serta ketahanan hidup.

Jennifer Hayes, salah satu juri, bilang foto ini nunjukkin otoritas kumbang. Komposisinya bikin kumbang kelihatan sama besarnya kayak mesin. Foto yang kuat emang harusnya bisa nambah pemahaman kita. Pertanyaannya, pemahaman apa yang kita dapat dari foto ini? Apakah ini simbol harapan atau justru ironi?

Kumbang Sebagai Tukang Daur Ulang Kayu

Max Barclay, ahli kumbang, bilang ada sekitar 30.000 spesies kumbang tanduk panjang di seluruh dunia. Nama genus kumbang ini, *Morimus*, berasal dari bahasa Yunani yang artinya “ditakdirkan mati”. Nama yang cocok banget buat foto ini.

Kumbang ini dapat nama itu mungkin karena warnanya yang hitam, hubungannya sama kayu lapuk, dan fakta bahwa dia nggak bisa terbang. Kumbang ini emang kayak ditakdirkan buat jadi bagian dari kehancuran. Tapi, justru di situlah peran pentingnya.

Kumbang dan Hyena: Pahlawan yang Terlupakan?

Sama kayak hyena, kumbang juga tukang daur ulang. Bedanya, mereka daur ulang kayu mati. Nggak banyak makhluk hidup yang bisa makan kayu mati. Tapi, kumbang bisa ngubah kayu mati jadi kotoran yang mengandung nutrisi buat tanaman. Kalo nggak ada kumbang, kayu mati bakal numpuk dan nutrisi bakal terperangkap di situ. Ekosistem lain nggak bakal kebagian.

Kumbang nggak cuma nyediain nutrisi buat tanaman, tapi juga buat hewan lain kayak burung. Kalo kumbang punah, nggak cuma layanan ekosistem yang bakal terganggu, tapi juga sumber makanan buat organisme lain. Kumbang dan hyena, dua spesies yang sering kita lupakan, ternyata punya peran penting buat menjaga ekosistem tetap hidup.

Ekosistem Itu Kayak Game: Kalo Satu Elemen Hilang, Tamat!

Foto-foto pemenang Wildlife Photographer of the Year 2025 ini ngingetin kita bahwa setiap makhluk hidup punya peran penting dalam ekosistem. Ibaratnya, ekosistem itu kayak game. Kalo satu elemen hilang, game over! Kumbang dan hyena mungkin nggak se-populer panda atau harimau, tapi mereka punya peran vital buat menjaga keseimbangan alam.

Max Barclay bilang dia seneng banget foto kumbang bisa menang penghargaan bergengsi kayak Young Wildlife Photographer of the Year. Ini bisa bantu naikin profil serangga dan bikin orang lihat makhluk-makhluk kecil ini sama menariknya kayak hewan-hewan yang lebih gede. “Konservasi serangga bakal makin penting seiring waktu,” katanya.

Jangan Cuma Lihat Foto, Tapi Juga Mikir!

Intinya, foto-foto pemenang Wildlife Photographer of the Year 2025 ini bukan cuma buat dinikmati keindahannya, tapi juga buat direnungkan maknanya. Kita harus sadar bahwa setiap tindakan kita punya dampak buat lingkungan. Kalo kita nggak jaga alam, bukan cuma satwa liar yang bakal punah, tapi juga kita sendiri. Jadi, mari kita mulai dari hal kecil, kayak buang sampah pada tempatnya atau mengurangi penggunaan plastik. Siapa tahu, tindakan kecil kita bisa jadi game changer buat masa depan bumi.

Mau Lihat Foto-Foto Keren Lainnya?

Pameran foto Wildlife Photographer of the Year 2025 dibuka di Natural History Museum, London, mulai 17 Oktober 2025. Kalo nggak bisa dateng langsung, kamu juga bisa lihat foto-foto pemenang dan arsip foto dari tahun-tahun sebelumnya di galeri online mereka. Jangan lupa, sambil lihat foto, sambil mikir juga, ya!

Previous Post

Google Wallet: Kini Tambah Nama Panggilan Kartu & Notifikasi Lokasi!

Next Post

Game Dev Lokal Booming: Pilbara WA Unjuk Gigi di Pasar Global!

Add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *