Memulai Ronde 2 dengan kemenangan 2-0 adalah cara yang sangat elegan untuk mengakhiri Ronde 1, bukan? Terutama ketika lawan yang dihadapi adalah tim yang sebelumnya tak terkalahkan sejak awal musim LCK. Tim HLE, setelah sedikit tersandung di laga kedua melawan T1, bangkit dengan tujuh kemenangan beruntun, menempatkan mereka di puncak klasemen bersama KT. Keduanya sama-sama mengoleksi delapan kemenangan, satu kekalahan, dan empat peta yang terbuang. Sebuah pertunjukan dominasi yang membuat para analis garuk-garuk kepala dan para penggemar bersorak. Wawancara pasca-pertandingan dengan Kim “Zeka” Geon-woo mengungkap beberapa pandangan menarik mengenai performa tim, strategi, dan ambisi untuk membalas dendam.
Menghadapi KT, tim yang notabene menjadi pesaing langsung di papan atas, HLE menunjukkan performa yang solid. Zeka mengungkapkan kepuasannya atas kemenangan 2-0 ini, mengakui bahwa KT sedang dalam performa puncak dan memecah rekor sempurna mereka adalah sebuah pencapaian yang memuaskan. Rasanya seperti mengalahkan bos terakhir sebelum bos yang sebenarnya, sebuah narasi yang sering muncul dalam game-game kompetitif. Kemenangan ini tidak hanya sekadar tiga poin liga, tetapi juga sebuah pernyataan mental yang krusial menjelang fase selanjutnya.
Ketika ditelisik lebih dalam mengenai kunci kemenangan dalam pertandingan yang penuh baku hantam ini, Zeka merinci perbedaannya di setiap gim. Di gim kedua, momentum didapat dari perebutan Drake pertama, namun ia menekankan peran krusial bot lane yang memainkan 2v1 dengan begitu apik, menjadikan pertandingan terasa lebih nyaman. Di gim pertama, pertempuran sengit di sekitar area Naga memberikan keunggulan bagi Aurora, yang menjadi besar, sementara top dan mid juga mendapatkan farm yang cukup. Ini menunjukkan bagaimana koordinasi antar lini sangat menentukan, bukan sekadar kehebatan individu.
Persiapan khusus menjelang pertandingan melawan KT menjadi fokus pertanyaan selanjutnya. Zeka mengutarakan bahwa tim telah menganalisis pergerakan sisi atas KT yang dinilai sangat fleksibel dan efektif. Sebagian besar latihan pun difokuskan untuk mencari cara mengantisipasi pergerakan tersebut, baik melalui pemilihan champion di draft maupun eksekusi di dalam gim. Upaya pencegahan semacam ini seringkali menjadi pembeda antara tim yang sekadar bermain dan tim yang benar-benar memahami lawan.
Credit: Riot Games
Meskipun kemenangan diraih melalui pertarungan sengit, ada sedikit penyesalan mengenai bagaimana pertandingan ditutup. Zeka mengakui bahwa gim kedua sedikit terseret lebih lama dari seharusnya, meskipun tidak ada celah bagi lawan untuk bangkit. Ini menunjukkan dorongan untuk meraih kemenangan yang lebih bersih, sebuah standar kualitas yang tinggi. Ketiadaan momen “gg ez” di akhir pertandingan, meskipun dimenangkan, mungkin menjadi catatan pribadi bagi tim untuk evaluasi lebih lanjut.
Preferensi gaya permainan dipertanyakan; apakah pertandingan penuh aksi atau penutupan yang mulus lebih disukai? Zeka memilih opsi pertama, menyatakan bahwa kemenangan melalui pertarungan yang baik memberikan rasa bangga dan validasi atas kinerja tim. Di tengah meta yang memang cenderung agresif dan banyak melibatkan pertempuran, kemampuan untuk memenangkan duel-duel krusial menjadi tolok ukur keberhasilan tim secara keseluruhan. Ini bukan sekadar tentang memenangkan pertarungan, tetapi tentang bagaimana tim mengonversi momentum dari pertempuran tersebut menjadi kemenangan.
Aurora: Sang Bidadari yang Menakutkan
Performa Aurora Zeka memang mencuri perhatian, bahkan menjadi topik hangat di kalangan penggemar. Ketika ditanya mengenai rahasia di balik kehebatannya, Zeka memberikan jawaban yang lugas. Aurora digambarkannya sebagai champion yang simpel namun mematikan. Kunci utamanya adalah penggunaan skill W yang efektif untuk poke sebelum masuk ke pertarungan utama. Kehilangan satu skill Q bisa berarti hilangnya potensi damage yang signifikan, sehingga kemampuan membaca situasi dan menggunakan skillset dengan bijak menjadi sangat krusial. Ini bukan tentang mekanik tingkat dewa, melainkan tentang pemahaman mendalam terhadap champion dan permainannya.
Mengenai perkembangan sinergi tim, Zeka memberikan pandangan realistis. Meskipun performa tim saat ini terlihat kuat, ia merasa timnya baru mencapai 50-60% dari potensi maksimal. Eliminasi dini di LCK Cup menjadi pelajaran berharga; minimnya pertandingan membuat tim tidak punya cukup waktu untuk membangun sinergi dan pengalaman. Namun, format kompetisi yang padat saat ini memungkinkan tim untuk terus berlatih, memetik kemenangan, dan membangun momentum secara bertahap. Setiap pertandingan menjadi kesempatan untuk beradaptasi dan meningkatkan kekompakan.
Menjelang Ronde 2, fokus utama tim adalah mengatasi beberapa kekurangan yang teridentifikasi di Ronde 1. Tidak hanya itu, pertandingan pembuka Ronde 2 yang mempertemukan HLE dengan T1 menjadi sorotan utama. Zeka yakin, dengan memanfaatkan momentum kemenangan di Ronde 1 dan melakukan perbaikan yang diperlukan, HLE memiliki peluang untuk mengalahkan T1. Pertandingan ini bukan hanya soal skor, tetapi lebih kepada pembuktian diri dan ambisi membalas kekalahan sebelumnya.
Menuju Balas Dendam Manis Melawan T1
Pertandingan melawan T1 di Ronde 1 memang meninggalkan rasa kecewa. Zeka mengakui adanya banyak kesalahan individu dan performa tim yang belum optimal saat itu. Meskipun performa di pertandingan terakhir melawan KT juga masih menyisakan beberapa catatan, ia bertekad untuk memoles kesalahan-kesalahan tersebut. Harapannya jelas: mendapatkan kembali performa terbaik dan membalas kekalahan dari T1. Ini adalah arketipe rivalitas klasik dalam kompetisi, di mana momen kekalahan menjadi bahan bakar untuk peningkatan diri.
Dalam sesi tanya jawab yang lebih ringan, Zeka mengungkapkan harapannya agar meta assassin mid kembali populer. Ia merasa sudah terlalu lama LCK didominasi oleh champion mage. Kembalinya champion seperti Zed atau Fizz ke panggung kompetitif tentu akan menambah warna dan keseruan, baik bagi pemain maupun penonton. Bayangkan saja, duel-duel assassin yang cepat dan mematikan, sebuah tontonan yang selalu dinanti penggemar.
Menutup percakapan, Zeka menyampaikan apresiasinya kepada para penggemar internasional yang selalu memberikan dukungan. Ia berharap tim dapat terus tampil kuat di Ronde 2 dan memberikan penampilan yang impresif di ajang internasional. Ini adalah pengingat bahwa di balik layar kompetisi yang sengit, terdapat komunitas global yang memberikan semangat dan motivasi. Pesan ini menggarisbawahi sifat global dari esports dan pentingnya hubungan antara tim, pemain, dan basis penggemar di seluruh dunia.


