Pernah nggak sih, lagi galau berat, terus dengerin lagu metal malah jadi semangat? Aneh tapi nyata, kayak kisah cinta di FTV. Nah, ini ada cerita lebih absurd: seorang mantan tawanan yang bertahan hidup berkat Avenged Sevenfold, eh, malah ketemu langsung sama M. Shadows! Ini bukan plot sinetron, tapi kenyataan se-nggak masuk akal itu.
Dari Gaza ke Panggung Impian: Kekuatan Musik Metal
Guy Gilboa-Dalal, nama sang mantan tawanan, mengaku bahwa musik adalah candunya. Setelah dibebaskan dari Gaza Oktober lalu setelah 738 hari mendekam di sana, ia makin menyadari bahwa musik bukan sekadar nada dan lirik. Musik adalah teman, pelipur lara, dan sumber kekuatan. Bahkan, katanya, musik lebih mengerti dirinya daripada gebetan yang cuma bisa ghosting.
“Saya kecanduan musik,” kata Gilboa-Dalal. “Bagi saya, musik selalu menjadi sesuatu yang lebih dari sekadar kata-kata atau suara. Musik menemani saya – dan masih menemani saya – di setiap momen hidup saya. Musik memunculkan emosi terkuat yang pernah saya rasakan. Saya merasakan hubungan pribadi yang mendalam dengan lagu-lagu, dan terkadang rasanya seperti mereka memahami saya dengan cara yang paling akurat.”
Gilboa-Dalal mengakui bahwa ia menyukai berbagai genre musik, sesuai dengan mood-nya saat itu. Tapi ada satu band yang punya tempat spesial di hatinya sejak kecil: Avenged Sevenfold. Band metal asal California ini ternyata jadi soundtrack hidupnya, bahkan di saat-saat tergelap.
Avenged Sevenfold: Lebih dari Sekadar Band Metal
“Suara gitar, lirik, suara penyanyi, dan drum – itu sesuatu yang lain. Di saat-saat tersulit saya di Gaza, musik selalu ada bersama saya, di kepala saya. Tapi Avenged memiliki jenis lagu yang menyelamatkan saya,” lanjut Gilboa-Dalal. Bayangin aja, lagi di situasi nggak enak, eh, malah dengerin blast beat dan growl ala M. Shadows. Mungkin ini yang namanya coping mechanism ekstrem.
Saking cintanya sama Avenged Sevenfold, malam pertama setelah bebas, Gilboa-Dalal langsung menyetel lagu-lagu band favoritnya itu bersama temannya, Avitar. Saking emosionalnya, ia sampai gemetaran mendengar musik itu lagi. Padahal, dulu waktu umur 17, ia pernah nonton konser Avenged Sevenfold di Israel. Sekarang, ia malah ketemu langsung sama M. Shadows! Ini sih namanya rezeki anak metal.
Ketika Idola Mengulurkan Tangan: Pesan Video dari M. Shadows
Beberapa hari setelah pembebasan Gilboa-Dalal dan Avitar David, mereka menerima pesan video dari M. Shadows (nama panggung Matthew Charles Sanders). Dalam video itu, M. Shadows bilang bahwa ia mengikuti kisah mereka dan sangat menghargai fakta bahwa mereka adalah penggemar berat Avenged Sevenfold. Ini kayak dapet notifikasi dari idola, bikin senyum-senyum sendiri kayak orang gila.
“Apa yang kalian alami – hal-hal yang bahkan tidak bisa dibicarakan – sangat mengerikan. Kami berharap dapat segera bertemu kalian. Jaga diri baik-baik, habiskan waktu bersama keluarga kalian, istirahatlah, dan kita akan segera bertemu. Selamat datang kembali,” ujar M. Shadows dalam video tersebut. Bisa dibayangin nggak sih, gimana perasaan Gilboa-Dalal saat itu? Pasti kayak menang lotre sambil dapet ucapan selamat dari crush.
Mimpi Jadi Nyata: Pertemuan yang Menggetarkan Jiwa
Video tersebut, yang diinisiasi oleh fan club Avenged Sevenfold Israel, disambut dengan emosi yang luar biasa oleh Gilboa-Dalal. “Apakah dia akan bertemu saya?” tanyanya dalam video respons. “Kemarin kami mendengarkan salah satu lagu mereka, dan itu lebih baik dari dua tahun yang saya bayangkan. Saya tidak percaya dia membuat video ini.” Dan sekarang, seperti yang dijanjikan, pertemuan itu akhirnya terjadi.
Setelah pertemuannya dengan M. Shadows, Gilboa-Dalal membagikan perasaannya di media sosial. “Saya tidak punya kata-kata untuk menggambarkan betapa tidak nyatanya pertemuan ini bagi saya,” tulisnya. Ya iyalah, siapa juga yang nyangka bisa ketemu idola setelah melewati pengalaman traumatis? Ini sih namanya plot twist ala kehidupan nyata.
Musik Sebagai Kekuatan: Lebih dari Sekadar Hiburan
Kisah Gilboa-Dalal ini jadi bukti bahwa musik punya kekuatan yang luar biasa. Musik bisa jadi sumber kekuatan, pelipur lara, dan bahkan penyelamat di saat-saat tergelap. Nggak peduli genrenya apa, yang penting musik itu bisa bikin kita merasa lebih baik. Dan buat Gilboa-Dalal, Avenged Sevenfold adalah superhero tanpa jubah, yang selalu siap sedia menemani di setiap langkah.
Metalhead Juga Manusia: Ketika Musik Menyatukan Segalanya
Dari kisah ini, kita bisa belajar bahwa musik bisa menyatukan orang-orang dari berbagai latar belakang. Nggak peduli kamu mantan tawanan, musisi terkenal, atau cuma penggemar biasa, selama punya kesamaan selera musik, kamu bisa jadi teman. Dan buat para metalhead di luar sana, jangan minder dengerin musik metal. Siapa tahu, musik metal bisa jadi penyelamat hidupmu, kayak Gilboa-Dalal.
Mitos “Metal Itu Satanic”: Saatnya Mengubur Dalam-Dalam
Seringkali, musik metal dicap sebagai musik setan atau musik yang membawa pengaruh buruk. Padahal, nggak semua lagu metal liriknya tentang kegelapan dan kekerasan. Banyak juga lagu metal yang liriknya inspiratif dan membangkitkan semangat. Contohnya ya Avenged Sevenfold ini. Lirik-lirik mereka banyak yang tentang perjuangan, harapan, dan persahabatan. Jadi, jangan langsung nge-judge musik metal dari sampulnya aja.
M. Shadows: Bukti Nyata Musisi Metal Nggak Selalu Seram
M. Shadows, vokalis Avenged Sevenfold, juga jadi bukti bahwa musisi metal nggak selalu seram dan menakutkan. Di balik penampilannya yang garang di atas panggung, M. Shadows ternyata punya hati yang lembut. Ia peduli dengan para penggemarnya, bahkan sampai memberikan dukungan moral kepada mereka yang sedang mengalami kesulitan. Ini nih yang namanya rockstar sejati.
Kisah Gilboa-Dalal dan M. Shadows ini memang nggak masuk akal, tapi justru di situlah letak keindahannya. Di dunia yang penuh dengan kebencian dan kekerasan, masih ada harapan dan kebaikan. Dan kadang, harapan itu datang dari tempat yang paling nggak terduga: musik metal. Jadi, jangan pernah meremehkan kekuatan musik. Siapa tahu, musik bisa jadi penyelamatmu suatu hari nanti.


