Popular Now

Vivo Y31T 5G Resmi Meluncur, Bisa Foto di Bawah Air hingga 1,5 Meter

Libur Main GTA VI Dibayar Masa Dinas: Antusias Game Besar Sampai ke Militer AS

Menyesap Romantisme dan Aroma Kolonial di Senja Kota Lama Semarang

Combo Devils: Smash Bros + Street Fighter + Roguelite = Pusing tapi Seru!

Combo Devils, sebuah platform fighter hasil kickstarter dari Punkzilla, datang dengan elevator pitch paling menjanjikan di dunia game pertarungan. Bayangkan inti Smash Brothers, dibumbui mekanik 2D fighter modern, lalu ditutup dengan mode pemain tunggal bergaya roguelite. Sebuah resep yang terdengar seperti ditargetkan langsung ke selera para veteran genre ini. Setelah membedah mekaniknya di lab, mencoba mode pemain tunggal, dan bertarung daring, Combo Devils berhasil mencengkeram dengan cara yang belum pernah terjadi lagi sejak era Smash Brothers.

Namun, perlu digarisbawahi sejak awal: meskipun fondasi gameplay-nya terasa solid, game ini masih terasa sangat dini. Baru empat karakter dari sembilan yang direncanakan tersedia—jika slot karakter yang remang-remang di layar pemilihan adalah petunjuknya. Ada peringatan “Hati-hati: Masih dalam Pengerjaan” yang jelas terpampang di sebelah mode roguelite, dan mode latihan pun masih minim fungsi dasar yang lazim. Game ini jelas butuh waktu lebih untuk matang, namun apa yang tersaji menunjukkan potensi luar biasa.

Inti sistem pertarungannya sangat mengingatkan pada Smash Bros. Setiap karakter memiliki serangan ringan, kuat, dan jurus spesial (atas, bawah, depan, netral). Sentuhan menarik pertama adalah perisai yang bersifat directional; harus diarahkan sesuai serangan lawan. Melompat masuk ke arah lawan yang diprediksi bertahan di depan? Perlu tilt perisai ke atas. Lawan bergerak ke belakang? Perisai harus sigap memblokir sisi tersebut. Ini membuka peluang manuver cerdik, seperti melompat menyerang lawan yang siap bertahan di depan, melakukan air dash menembus pertahanan, lalu mengejutkan dengan crossup dari belakang.

Mekanik yang Keras tapi Memuaskan

Integrasi gaya kombo tradisional ke dalam format platform fighter patut diacungi jempol. Bagi pemain yang baru mencoba karakter, ada semacam urutan dasar yang bisa diandalkan: serangan ringan netral bisa berlanjut ke serangan ringan directional, yang kemudian dapat disambung ke serangan berat atau jurus spesial. Ini adalah semacam bread-and-butter combo universal untuk setiap karakter. Lebih menarik lagi, saat lawan terlempar ke udara, ada satu kali air dash cancel gratis. Ini memungkinkan pembatalan recovery jurus udara dan dash ke arah tertentu untuk melanjutkan kombo, menambah sedikit damage ekstra demi mengamankan KO.

Ditambah lagi, hadirnya super meter yang dikelola, layaknya di kebanyakan 2D fighter modern. Satu bar meter bisa digunakan untuk EX special moves, yang memperkuat jurus spesial dengan berbagai cara: mulai dari meningkatkan knockback dan damage, mempercepat eksekusi, hingga menambahkan properti baru. Tiga bar penuh membuka jurus super dengan input gerakan klasik fighter, siap mengakhiri kombo dengan flair dan kekuatan KO maksimal. Sistem pertarungan ini terasa sangat matang, memfasilitasi kombo yang spektakuler dan memuaskan untuk dieksekusi.

Dari sisi karakter, empat yang tersedia menawarkan variasi playstyle yang menarik. Yang terbaik, tidak ada satupun yang terasa meniru karakter dari platform fighter yang sudah ada. Karakter favorit penulis adalah Shai, si pengantar game yang bertarung menggunakan skateboard, power glove, dan gasing. Ia bahkan memiliki jurus spesial netral ala Gears of Waractive reload untuk memuat lebih cepat. Sementara itu, Jingo, si anjing ninja, memukau dengan kecepatan kilat, proyektil mematikan, dan jurus teleportasi ke kupu-kupu yang ditanam pada lawan, membuka peluang kombo tak terduga.

Roguelite yang Masih Berjalan di Tempat

Mode roguelite, meski diapresiasi sebagai upaya Punkzilla menghadirkan sesuatu yang non-konvensional, terasa meleset—setidaknya pada tahap pengembangannya saat ini. Daya tarik roguelite terletak pada setiap sesi permainan yang unik, memaksa adaptasi terhadap apa pun yang dilempar game, baik memanfaatkan keberuntungan atau merangkak keluar dari situasi sulit. Di Combo Devils, setiap sesi terasa monoton.

Pemain memilih karakter, lalu bertarung melawan musuh generik di beberapa ruangan yang hanya berkeliaran, berkedip putih, dan melancarkan serangan yang harus diblokir atau dihindari. Selama sesi, pemain akan mendapatkan power-ups, meningkatkan statistik, dan melawan bos. Namun, tidak ada elemen yang benar-benar mengubah pendekatan atau membuat sesi lebih menarik. Memang ada peringatan “Masih dalam Pengerjaan” yang gamblang, jadi bukan tidak mungkin Punkzilla akan memperbaiki ini. Namun, saat ini, mode ini bukanlah nilai jual utama Combo Devils.

Online yang Solid dan Menjanjikan

Nilai jual utamanya adalah permainan daring, dan untungnya, pengalaman daring sejauh ini luar biasa. Implementasi rollback netcode bekerja sangat baik sepanjang sesi bermain, membuat mekanik presisi tinggi seperti active reload Shai terasa sama nyaris dengan bermain secara offline. Semua elemen ini menunjukkan bahwa Combo Devils sedang menuju perpaduan platform fighter dan 2D fighter yang hebat, dengan perpaduan mekanik cerdas, karakter menarik, permainan daring berkualitas, kombo memukau, dan gaya visual yang apik.

Jelas masih banyak pekerjaan rumah bagi Punkzilla. Namun, jika mereka berhasil memoles apa yang ada dan melengkapi sisa game dengan kualitas yang sama seperti demo ini, Combo Devils berpotensi menjadi pemain besar di kancah platform fighter. Pengalaman bermainnya sangat memuaskan, menyajikan potensi besar untuk genre yang kadang terasa stagnan. Ini adalah game yang patut dicermati perkembangannya, terutama bagi penggemar berat genre fighting.

Previous Post

Mobil Berkulit Sintetis: Cara Unik Peringatkan Bahaya Sinar Matahari

Next Post

Neurosis: Kerasnya Hidup, Lirihnya Kemanusiaan Lewat Gendang Keras

Add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *