Pernah nggak sih, lagi asik-asikan dengerin musik indie, eh tiba-tiba kepikiran: “Ini band kok kayaknya lebih produktif dari cicilan rumah gue?” Nah, kalau iya, berarti kita senasib. Soalnya, band indie-pop asal Toronto, Cootie Catcher, ini kayaknya lagi marathon bikin album. Baru aja kemarin kita nobatkan mereka sebagai salah satu pendatang baru terbaik 2025, eh sekarang udah mau rilis album baru lagi. Bikin iri, kan?
Cootie Catcher: Dari “Shy At First” Sampai “Something We All Got” dalam Sekejap
Buat yang belum kenal, Cootie Catcher ini sebelumnya ngerilis album Shy At First di bulan Maret. Album itu yang bikin mereka masuk daftar band pendatang baru terbaik versi Stereogum. Nah, belum juga setahun, mereka udah ngumumin album baru lagi yang judulnya Something We All Got. Kayak nggak mau kasih kita napas, gitu. Tapi ya sudahlah ya, rejeki anak soleh emang beda.
Single pertama dari album baru ini judulnya “Straight Drop”. Kata sang vokalis sekaligus bassist, Anita Fowl, lagu ini lahir dari “frustrasi karena terlalu terbuka di tempat yang ‘salah'”. Jadi, ceritanya Anita ini lebih gampang nangis di depan orang asing di bus daripada di depan orang-orang terdekatnya. Relate, nggak? Mungkin dia ngerasa lebih aman curhat sama orang yang nggak kenal, daripada harus ribet jelasin ke temen yang kadang malah bikin esmosi.
Fenomena Produktivitas Band Indie: Antara Dedikasi dan FOMO
Sebenarnya, fenomena band indie yang super produktif ini bukan hal baru. Banyak band yang kayak dikejar deadline abadi. Mungkin karena persaingan di dunia musik indie emang keras. Kalau nggak rajin rilis karya, ya bisa-bisa dilupakan orang. Atau mungkin juga karena mereka emang punya banyak ide yang pengen diungkapin. Ya, namanya juga seniman, kan?
Tapi, di sisi lain, ada juga yang bilang kalau produktivitas berlebihan ini justru bisa jadi bumerang. Soalnya, kualitas karya bisa jadi menurun kalau terlalu fokus sama kuantitas. Ibaratnya kayak bikin kopi, kalau terlalu banyak airnya, ya rasanya jadi hambar. Jadi, penting juga buat band indie untuk tetep jaga kualitas karya, biar nggak cuma sekadar banyak, tapi juga berkesan.
“Straight Drop”: Curhat Colongan di Balik Musik Indie-Pop yang Ceria
Balik lagi ke “Straight Drop”, lagu ini sebenarnya cukup menarik. Musiknya ceria dan catchy khas indie-pop, tapi liriknya justru ngebahas tentang kegelisahan dan insecurity. Jadi, kayak lagi joged sambil nangis, gitu. Mungkin ini yang bikin lagu ini jadi relatable buat banyak orang. Soalnya, kita semua pasti pernah ngerasain hal yang sama: pura-pura bahagia padahal hati lagi berantakan.
Anita Fowl juga bilang kalau pengalamannya manggung itu mirip sama pengalamannya curhat. Dia ngerasa nggak pede kalau lagi ngobrol langsung, tapi justru bisa lebih lepas kalau lagi di atas panggung. Ini juga relate banget sih. Soalnya, kadang kita emang lebih gampang ngomong di depan banyak orang daripada di depan satu orang. Mungkin karena ada jarak yang bikin kita ngerasa lebih aman.
Tracklist Album “Something We All Got”: Sebuah Puzzle Pop yang Bikin Penasaran
Selain “Straight Drop”, album Something We All Got juga punya 13 lagu lain dengan judul-judul yang unik dan bikin penasaran. Ada “Loiter for the love of it”, “Lyfestyle”, “From here to halifax”, “No biggie”, “Rhymes with rest”, “Quarter note rock”, “Take me for granted”, “Wrong choice”, “Gingham dress”, “Puzzle pop”, “Stick figure”, “Going places”, dan “Pirouette”. Dari judul-judulnya aja udah keliatan kalau album ini bakal jadi perjalanan yang seru dan penuh kejutan.
Judul-judul ini tuh kayak teka-teki silang kehidupan. “Loiter for the love of it” kayak ngajak kita buat santai dan nikmatin hidup. “Lyfestyle” mungkin ngebahas tentang gaya hidup yang kekinian. “From here to halifax” bisa jadi cerita tentang perjalanan jauh. Dan seterusnya. Jadi, kita kayak diajak buat mikir dan ngerenungin makna hidup yang kadang absurd ini.
Prediksi: “Something We All Got” Bakal Jadi Album yang Relate Banget Sama Anak Muda Zaman Sekarang
Kalau ngeliat dari single pertama dan judul-judul lagunya, kayaknya album Something We All Got ini bakal jadi album yang relate banget sama anak muda zaman sekarang. Soalnya, album ini ngebahas tentang kegelisahan, insecurity, dan kebingungan yang sering kita rasain sehari-hari. Tapi, semua itu dikemas dengan musik indie-pop yang ceria dan catchy, jadi nggak bikin kita tambah depresi.
Kapan Rilis? Catat Tanggalnya Biar Nggak Ketinggalan!
Buat yang udah nggak sabar pengen dengerin album Something We All Got, catat tanggal rilisnya ya: 27 Februari. Album ini bakal dirilis via Carpark Records. Buat yang pengen langsung pesen duluan, bisa langsung klik di sini. Jangan sampe ketinggalan, biar nggak nyesel kayak ketinggalan promo cashback.
Jadi, buat Cootie Catcher, semoga album barunya sukses dan bisa jadi soundtrack hidup kita semua. Dan buat kita semua, semoga kita bisa tetep produktif kayak Cootie Catcher, tapi tetep inget buat jaga kesehatan mental dan jangan lupa istirahat. Soalnya, hidup ini bukan cuma tentang kerja keras, tapi juga tentang menikmati hidup.
Something We All Got: Album yang mungkin saja nggak kita sadari bahwa sebenarnya kita butuh. Atau jangan-jangan, ini cuma trik marketing biar kita beli albumnya? Ah, sudahlah, nikmati saja musiknya!


