Popular Now

Vivo Y31T 5G Resmi Meluncur, Bisa Foto di Bawah Air hingga 1,5 Meter

Libur Main GTA VI Dibayar Masa Dinas: Antusias Game Besar Sampai ke Militer AS

Menyesap Romantisme dan Aroma Kolonial di Senja Kota Lama Semarang

Disney Incar Epic Games: Unreal Engine Jadi Magic Kingdom?

Perusahaan raksasa hiburan, Disney, punya mimpi besar merambah dunia gaming, seolah tak cukup dengan kerajaan film dan taman bermain. Rencana mereka untuk menyajikan video generatif AI di Disney+ mendadak mandek karena OpenAI menarik diri dari proyek Sora. Tapi, jangan salah, fokus mereka tak pernah bergeser dari industri yang digemari generasi Z dan milenial. Investasi sebesar 1,5 miliar dolar AS ke Epic Games pada 2024 lalu, pengembang shooter Fortnite dan software game engine populer Unreal Engine, jelas bukan sekadar iseng belaka. Kini, bisik-bisik soal Disney mengakuisisi Epic Games semakin kencang, membuat para developer deg-degan memikirkan nasib Unreal Engine 5 di bawah bendera Tikus Berkerah.

Kejar Tayang Versi Baru: Disney ke Epic Games, Apa Kata Dunia Gaming?

Investasi awal Disney ke Epic Games digadang-gadang untuk menciptakan konten bernuansa game di Disney+ dan membangun ekosistem yang saling terhubung antara dunia Disney dan Fortnite. Hasilnya? Sejauh ini, baru ada event Disneyland in-game di Fortnite dan peluncuran beberapa map bertema Star Wars. Proyek ambisius ini terkesan bergerak lambat, padahal valuasi Epic Games saat investasi itu mencapai 22,5 miliar dolar AS. Angka yang fantastis, namun patut dicatat, sang pengembang tengah menghadapi badai. Fortnite memang pernah jadi tambang emas, tetapi bertaruh semua pada satu game live-service free-to-play ternyata tak lagi secerah dulu.

Disney logo and Epic Games logo on an image of a Disneyland-like world created in Unreal Engine

(Image credit: Disney / Epic Games)

Epic gencar melakukan kolaborasi dan ekspansi Fortnite menjadi platform hiburan lebih luas, termasuk festival musik dan pemutaran film virtual, seperti versi animasi Kill Bill ala Tarantino. Upaya ini memang berhasil menjaga Fortnite tetap relevan, tapi semakin sulit menciptakan kebaruan yang signifikan. Tanda-tanda bahwa era kejayaan Fortnite mungkin mulai berlalu sudah cukup terlihat.

PHK Massal: Sinyal Merger atau Krisis Internal Epic?

Tak lama setelah investasi Disney, Epic mengumumkan pemutusan hubungan kerja terhadap lebih dari 1.000 karyawannya. CEO Tim Sweeney menyalahkan “tantangan industri secara menyeluruh,” namun mengakui adanya masalah internal, termasuk penurunan keterlibatan pemain yang dimulai sejak tahun lalu. “Meskipun Fortnite tetap menjadi salah satu game paling sukses di dunia, kami mengalami kesulitan dalam menghadirkan ‘sihir Fortnite’ yang konsisten di setiap musim,” ujar Sweeney. Pernyataan ini memicu spekulasi bahwa PHK tersebut adalah langkah strategis untuk membuat perusahaan tampak lebih menarik bagi calon pembeli.

Star Wars in Fortnite

Star Wars assets available in Unreal Editor for Fortnite
(Image credit: Epic Games)

Jurnalis teknologi Alex Heath menyebutkan dalam podcast “The Town” bahwa eksekutif senior di Disney memang ada yang menginginkan akuisisi Epic. Bagi mereka, Disney adalah “rumah paling alami” jika Epic memutuskan untuk tidak lagi menjadi perusahaan independen. Kekhawatiran terbesar para developer game adalah Epic Games bukan hanya Fortnite. Unreal Engine telah melampaui Unity dan mendominasi pasar game di Steam. Disney sendiri sudah memanfaatkan Unreal Engine 5 untuk atraksi taman bermain, film, dan serial TV. Namun, Unreal Engine juga digunakan untuk berbagai proyek, mulai dari game independen seperti Clair Obscur: Expedition 33 hingga proyek animasi seperti KPop Demon Hunters.

Model bisnis Unreal Engine 5 yang gratis untuk digunakan, dengan pungutan royalti hanya jika pendapatan game melebihi 1 juta dolar AS, telah membuatnya sangat populer di kalangan developer indie. Mereka yang mengincar grafis sekelas AAA dengan anggaran terbatas sangat bergantung pada kemudahan akses ini. Pertanyaannya, apakah Disney akan mempertahankan model harga yang ramah developer ini? Banyak yang mengkhawatirkan kelangsungan eksistensi Unreal Engine itu sendiri jika berada di bawah kendali raksasa hiburan.

“Jika Disney membeli Epic, maka saya harus belajar C# atau GDscript. Saya tidak akan melanjutkan menggunakan engine dari perusahaan yang bisa saja ditutup,” tulis seorang developer di Reddit. Ada pula yang berujar, “Sebagai seseorang yang beralih dari Unity ke Unreal, jika Disney mengakuisisi Epic, saya akan membuat bahasa dan engine sendiri.” Kekhawatiran ini bukan tanpa alasan, mengingat rekam jejak perusahaan besar yang terkadang mengubah arah produk secara drastis setelah akuisisi.

Potensi dan Risiko: Disney di Balik Unreal Engine 5

Di sisi lain, tidak semua pandangan pesimistis. Beberapa pihak melihat potensi positif. Mereka menunjuk pada rekam jejak Disney yang bekerja sama dengan Alias (kemudian diakuisisi Autodesk) di era 90-an dan bagaimana Pixar terus menerbitkan makalah penelitian teknis mereka. Ada spekulasi bahwa teknologi film dari Disney dan Pixar dapat diintegrasikan ke dalam Unreal Engine, memperkaya kapabilitasnya. “Walt Disney Imagineering telah membawa begitu banyak hal berguna untuk pembuatan film, acara, dan game, sehingga ini bukan ide yang buruk,” ungkap seorang pengamat.

Pihak lain menambahkan, “Disney secara aneh memang tampak banyak membuka diri: banyak sekali makalah penelitian keren yang diterbitkan dan orang-orang memanfaatkan riset bernilai miliaran dolar yang sering kali terintegrasi ke dalam open source.” Mereka melihat Disney sebagai entitas yang menghargai penelitian dan pengembangan (R&D), serta berinvestasi pada talenta teknik yang pada akhirnya memberikan kontribusi balik pada komunitas pengembang, meski beberapa teknologi tetap dijaga kerahasiaannya.

Epic Games adalah perusahaan yang dikendalikan oleh pendirinya, sehingga keputusan untuk menjual sepenuhnya berada di tangan Tim Sweeney. Sejauh ini, ia belum menunjukkan niat tersebut. Rumor tentang Disney yang tertarik mengakuisisi perusahaan game lain, seperti EA, juga pernah beredar namun tak terealisasi. Jika akuisisi Epic terjadi, Disney juga harus bernegosiasi dengan Tencent dari Tiongkok, yang saat ini memegang saham 28% di Epic Games. Kompleksitas kepemilikan dan kontrol ini menambah lapisan tantangan dalam negosiasi. Apakah akuisisi ini akan menjadi langkah brilian atau blunder strategis bagi Unreal Engine 5? Hanya waktu yang akan menjawabnya, sambil para developer bersiap untuk skenario terburuk dengan mencari alternatif lain seperti Godot.

Previous Post

Krim Botox Hingga Lipstik Anti-Filler: Tren Estetika Bikin Dompet Kering?

Next Post

Austin Noll: Dari Indie-Rock Jangle Ke Country Amble, Karyanya Tetap Bikin Merinding

Add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *