Popular Now

Vivo Y31T 5G Resmi Meluncur, Bisa Foto di Bawah Air hingga 1,5 Meter

Libur Main GTA VI Dibayar Masa Dinas: Antusias Game Besar Sampai ke Militer AS

Menyesap Romantisme dan Aroma Kolonial di Senja Kota Lama Semarang

Everplay Stabil: Omzet Naik Tipis, Laba Gaspol 10%

Di belantara angka-angka yang seringkali membingungkan investor, grup Everplay, yang dulunya dikenal dengan nama Team17, baru saja merilis laporan keuangan tahunan mereka untuk tahun fiskal 2025. Hasilnya? Pendapatan yang datar bagai papan selancar di kolam renang dan kenaikan laba kotor yang hanya sebesar 10%. Sebuah pencapaian yang cukup membingungkan, mengingat janji-janji manis tentang pertumbuhan yang biasanya mengiringi setiap pengumuman finansial di industri game yang serba cepat ini. Mari kita bedah apa saja yang tersembunyi di balik angka-angka yang terlihat biasa saja ini, sambil sesekali menertawakan ironi di balik kemapanan yang ditampilkan.

Grup yang kini menyandang nama Everplay, setelah rebranding dari Team17 Group pada Juni tahun lalu, telah menunjuk Mikkel Weider sebagai CEO baru per Januari 2026. Kehadiran CEO baru seringkali menjadi sinyal akan adanya perubahan atau setidaknya harapan akan arah baru. Namun, laporan keuangan ini justru menyajikan gambaran yang lebih statis, seolah-olah perubahan pucuk pimpinan belum sepenuhnya memutar kemudi kapal raksasa ini. Angka-angka yang dirilis mencerminkan kondisi keuangan yang ‘stabil’, namun dalam konteks industri yang volatil seperti game, ‘stabil’ kadang bisa berarti ‘tidak bergerak maju’ atau bahkan ‘tertinggal dari pesaing’.

Angka yang paling mencolok adalah pendapatan yang bertahan di angka £166 juta, sebuah rekor datar yang membanggakan sekaligus meresahkan. Bayangkan, seluruh kerja keras, pengembangan game, strategi pemasaran, dan mungkin juga doa-doa yang dipanjatkan para developer, menghasilkan angka yang sama persis dengan tahun sebelumnya. Ini seperti berhasil menyelesaikan speedrun sebuah game legendaris, namun waktu yang tercatat tetap sama persis dengan rekor pribadi yang sudah ada sejak lama. Sementara itu, laba kotor melonjak 10% menjadi £76.3 juta. Kenaikan ini patut diapresiasi, namun pertanyaannya, apakah ini buah dari peningkatan penjualan yang luar biasa, atau sekadar efek samping dari perubahan strategi yang lebih ‘efisien’?

Siapa Bilang Angka Itu Membosankan?

Everplay mengklaim bahwa pendapatan yang datar ini sebagian besar disebabkan oleh penghentian distribusi fisik game low-margin. Dalam bahasa yang lebih santai, mereka berhenti menjual barang-barang yang keuntungannya tipis-tipis, dan fokus pada hal yang lebih menguntungkan. Keputusan ini, meskipun terdengar logis dari sudut pandang efisiensi finansial, secara otomatis meningkatkan gross margin mereka. Jadi, angka pendapatan yang stagnan itu ternyata menutupi manuver strategis yang justru membuat kantong mereka lebih tebal. Jika kita mengesampingkan faktor distribusi fisik ini, pendapatan Everplay justru tumbuh 5%. Angka 5% ini mungkin terdengar kecil bagi sebagian orang, namun di industri yang semakin kompetitif, mempertahankan pertumbuhan bahkan sekecil itu patut dicatat sebagai keberhasilan.

Sektor yang benar-benar bersinar adalah segmen rilis baru. Pendapatan dari judul-judul game yang baru diluncurkan meroket hingga 80%. Ini membuktikan bahwa keberanian dalam meluncurkan 11 judul game baru di tahun 2025 membuahkan hasil yang signifikan. Beberapa nama yang patut disorot termasuk Date Everything dari Sassy Chap Games, Sworn dari Windwalk Games, Firefighting Simulator Ignite dari Weltenbauer Software Entwicklung, dan yang tak kalah menarik, Lego Bluey dari StoryToys. Keberagaman genre dan target audiens dari judul-judul ini menunjukkan bahwa Everplay tidak bermain di satu aman saja, melainkan mencoba menjangkau berbagai segmen pasar. Ini adalah strategi yang cerdas, seperti seorang pemain MMORPG yang tidak hanya fokus pada satu class, melainkan menguasai beberapa skill set untuk menghadapi berbagai tantangan.

Namun, tidak semua berita baik datang dari garis depan. Kinerja back catalogue atau katalog game lama, yang menyumbang 65% dari total pendapatan, dilaporkan “tidak sesuai dengan tingkat yang sangat tinggi” yang tercatat pada tahun 2024. Meskipun demikian, katalog lama ini tetap memberikan pertumbuhan double-digit dibandingkan tahun 2023. Ini menunjukkan bahwa meskipun game-game lama mungkin tidak lagi menjadi bintang utama, mereka masih menjadi sumber pendapatan yang stabil dan dapat diandalkan. Kehadiran back catalogue ini ibarat amulet keberuntungan yang selalu dibawa oleh seorang petualang; mungkin tidak sekuat epic gear terbaru, tetapi sangat membantu di saat-saat genting.

Everplay juga aktif dalam aksi akuisisi strategis. Pada tahun fiskal 2025, mereka berhasil mendapatkan saham minoritas di Bulkhead, pengembang game Battalion, bersama dengan Super Media Group dan Hiro Capital. Selain itu, mereka juga mengakuisisi hak dan aset dari franchise Hammerwatch, beberapa Intellectual Property (IP) dari Bearded Brothers, serta hak publikasi jangka panjang untuk tujuh judul game yang sebelumnya telah dirilis. Di antara judul-judul ini ada Operation: Tango dari Clever Plays, Heavenly Bodies dari 2pt Interactive, dan Spiritfall dari Gentle Giant. Langkah akuisisi ini menunjukkan ambisi Everplay untuk memperkuat portofolio mereka dan mengamankan sumber pendapatan di masa depan. Ini seperti seorang kolektor kartu langka yang terus mencari booster pack untuk melengkapi koleksinya.

Divisi yang Berlari Kencang dan yang Melambat

Mari kita lihat bagaimana performa divisi-divisi di bawah payung Everplay. Unit Team17 sendiri melaporkan peningkatan total penjualan sebesar 8% menjadi £106 juta. Enam game baru yang mereka luncurkan berhasil mendorong pendapatan dari rilis baru melonjak 700%. Ini adalah angka yang spektakuler, menunjukkan bahwa strategi peluncuran game baru di divisi ini berjalan sangat efektif. Salah satu bintangnya adalah Date Everything, yang berhasil menarik lebih dari 750.000 pemain sejak diluncurkan pada Juni 2025. Angka ini membuktikan bahwa game yang tepat dengan eksekusi yang baik dapat menarik audiens yang sangat besar, bahkan di tengah persaingan yang ketat.

Sementara itu, divisi Astragon mengalami penurunan pendapatan yang cukup signifikan, yaitu 33%. Penurunan ini juga terkait dengan penghentian distribusi fisik game low-margin. Tanpa faktor tersebut, pendapatan Astragon sebenarnya turun 18%. Everplay menyadari hal ini dan menyatakan bahwa meskipun rilis baru dan back catalogue mereka belum memenuhi ekspektasi, mereka berencana untuk memfokuskan investasi pada franchise Astragon yang paling populer dan skalabel. Harapannya, dengan penyesuaian strategi ini, kinerja Astragon akan jauh lebih baik di tahun fiskal 2026. Ini mirip seperti pelatih tim esports yang menganalisis kekalahan dan memutuskan untuk fokus melatih strategi tim pada map tertentu yang menjadi kelemahan.

Di sisi lain, StoryToys menunjukkan performa yang mengesankan dengan peningkatan pendapatan sebesar 25% menjadi £30.4 juta. Kesuksesan ini didukung oleh peluncuran satu aplikasi baru dan 740 pembaruan aplikasi. Salah satu pencapaian terbesarnya adalah peluncuran Lego Bluey, yang berhasil melampaui satu juta unduhan hanya dalam bulan pertama. Kinerja StoryToys membuktikan bahwa strategi konten yang konsisten, baik melalui peluncuran baru maupun pembaruan berkelanjutan, dapat menciptakan pertumbuhan yang solid. Ini menunjukkan kekuatan dari ekosistem konten yang hidup dan terus diperbarui, mirip seperti sebuah server game yang terus kedatangan event dan update menarik.

Menengok ke masa depan, Everplay optimis bahwa mereka berada dalam posisi yang baik untuk mencatat pertumbuhan yang menguntungkan di tahun fiskal 2026, serta pertumbuhan berkelanjutan dalam jangka menengah hingga panjang. CEO Mikkel Weider mengungkapkan kegembiraannya selama tiga bulan pertamanya menjabat, yang semakin memperkuat keyakinannya pada potensi jangka panjang grup. Ia menekankan pentingnya strategi portofolio Everplay yang terbukti efektif, dan berterima kasih kepada tim atas kerja keras mereka yang menghasilkan pertumbuhan laba double-digit yang mengesankan.

Weider menambahkan bahwa tahun fiskal 2026 akan menjadi tahun yang sangat sibuk dengan jajaran rilis baru berkualitas tinggi, termasuk IP first-party dan judul third-party yang menarik seperti Wardogs. Kombinasi antara kemitraan baru dan akuisisi yang telah dilakukan, menciptakan fondasi yang kuat untuk pertumbuhan di masa depan. Pernyataan ini memberikan gambaran bahwa meskipun tahun 2025 mungkin terasa datar di beberapa area, Everplay telah menanam benih untuk panen yang lebih melimpah di tahun-tahun mendatang. Analisis ini memang membuktikan bahwa di balik angka-angka yang terkadang membosankan, terdapat manuver strategis yang kompleks dan ambisi besar yang patut dicermati oleh para pengamat industri game.

Previous Post

Samsung Z Fold ‘Wide’: Layar Lebar atau Dompet Melar?

Next Post

Arab Saudi Geber Mobil Otonom: Selamat Tinggal Sopir?

Add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *