Dulu, kalau mau dengerin musik, kita harus beli kaset atau CD. Sekarang? Tinggal buka Spotify, semua ada. Tapi, pernah nggak sih lo ngerasa kayak lagi scrolling timeline mantan? Banyak yang baru, tapi kok ya tetep kangen sama yang lama. Nah, The Fiery Furnaces ini kayak mantan yang tiba-tiba ngajak balikan—dengan album Blueberry Boat yang re-issue. Pertanyaannya, masih relevan nggak sih?
Era Ketika Band New York Bercelana Kulit Merajalela
Bayangin deh, awal 2000-an. Band-band New York kayak The Strokes dan Interpol lagi naik daun. Semua pada pake jaket kulit, lagunya edgy, pokoknya keren abis. Tapi, The Fiery Furnaces muncul dengan musik yang—hmm, gimana ya—lebih mirip Captain Beefheart nyasar ke pesta teh. Mereka nggak peduli sama tren. Eleanor Friedberger bahkan bilang band-band itu “jelek” dan dia “nggak peduli”. Wah, Savage.
Matthew dan Eleanor Friedberger, dua bersaudara asal Chicago ini pindah ke New York dan bikin band. Matthew beliin Eleanor gitar dan drum, terus mereka mulai jamming bareng. Matthew, yang umurnya 52, bilang mereka seneng karena Blueberry Boat bikin mereka nggak dicap sebagai “band New York City kelas dua yang pake jaket kulit”. Sebuah pernyataan yang—mari kita jujur—agak menghina.
Blueberry Boat: Opera Rock Bajak Laut yang Bikin Bingung Kritikus
Blueberry Boat itu album yang ambisius—75 menit opera rock bajak laut yang terinspirasi dari The Who. Album ini dapet skor 9.6 dari Pitchfork, tapi juga dapet 1/10 dari NME. Ya, namanya juga selera. Matthew bilang dia seneng karena bisa bikin sesuatu yang unik dan dapet perhatian di “pojok kecil musik”. Semacam achievement unlocked buat musisi idealis.
Indie Rasa Religi dan Komentar Julid
Matthew nggak nyangka kalo scene indie bakal “melempem” setelah Blueberry Boat keluar. Dia bilang, mereka sempet jadi band pembuka buat band indie yang—katanya sih—kayak “rock Kristen”. Eleanor ngelarang Matthew buat nyebut nama band itu. Tapi, ada satu cerita menarik: salah satu personel band itu bilang album baru mereka “pretty gay“. Sebuah komentar yang sangat 2004.
Dari Minta T*t*d Sampai Hiatus Panjang
Eleanor nambahin, salah satu personel band itu kemudian “minta liat t*t*d” dia di acara All Tomorrow’s Parties. Eleanor langsung bilang, “Ini udah ngelantur.” Nah, dari sini kita bisa liat kalo The Fiery Furnaces emang band yang—ya, begitulah. Mereka rilis tujuh album studio, bikin banyak orang bingung, dan akhirnya hiatus di 2011. Mereka sempet solo karir, tapi sekarang balik lagi dengan re-issue Blueberry Boat dan tur singkat.
The Fiery Furnaces: Anarkis dan Unik di Era 2000-an
Banyak yang ngerasa The Fiery Furnaces itu salah satu band paling unik dan berani di era 2000-an. Mereka bikin lagu-lagu yang anarkis dan—ya, unik banget lah pokoknya. Dan Bejar dari Destroyer bilang dia kaget sama aransemen mereka yang “sama-sama ugal-ugalan dan ketat kayak psikopat”. Dia juga bilang lirik mereka “makin lama makin aneh, padet, dan mempesona”. Sampai-sampai kayak nyerang penyanyinya sendiri. Untungnya, Eleanor Friedberger nggak goyah.
Cuma 17 Ribu Pendengar Spotify dan TikTok yang Isinya Khotbah
Tapi, ironisnya, The Fiery Furnaces cuma punya 17 ribu pendengar bulanan di Spotify. Kalo nyari “fiery furnaces” di TikTok, yang keluar malah video khotbah. Ini bikin Blueberry Boat kayak album hilang yang terlupakan. Matthew sendiri bilang dia nggak ngerasa albumnya punya pengaruh besar. Sebuah paradoks di era ketika semua serba gampang diakses.
Nggak Cocok Jadi Sukses?
Matthew dan Eleanor nggak kaget atau kecewa dengan kondisi ini. Mereka bilang mereka emang nggak cocok buat jadi sukses. Eleanor ngerasa mereka berdua punya kapasitas terbatas buat “mengekspos diri” dan “berbagi hal” ke publik. Sebuah pernyataan yang jujur dan—sekali lagi—agak menghina industri musik.
Bikin Album Biar Bisa Ledakin Basement?
Sebelum album Bitter Tea di 2006, musik The Fiery Furnaces kayak makin intens tiap album. Matthew bilang dia pengen bikin sebanyak mungkin dalam waktu singkat. Dia terinspirasi dari band-band kayak Small Faces dan The Clash. “Lo punya dua, tiga, empat tahun dan lo pengen bikin sebanyak mungkin. Dan liat apa yang terjadi—lo pengen nyampur obat dan liat basement mana yang bisa lo ledakin,” katanya.
Sibuk Mikirin Musik, Nggak Peduli Sama Manajemen
Eleanor bilang mereka nggak terlalu mikirin apa-apa selain musik. “Gue denger band lain ngomongin ‘manajemen gue’ dan kita nggak pernah punya attitude kayak gitu. Mungkin itu yang bikin kita nggak sukses, tapi emang udah bawaannya begitu,” katanya. Sebuah pengakuan yang jujur dan—oke, gue janji ini yang terakhir—agak menghina industri musik.
Jadi Kakak Adik Bikin Nggak Bisa Jaim?
Matthew bilang, jadi kakak adik bikin mereka nggak bisa jaim atau bikin-bikin. “Di band lain, lo bisa punya pengalaman seru karena lo bisa bikin diri lo jadi orang lain dan nunjukkin itu ke orang-orang. Kita nggak mungkin ngelakuin itu. Jadi kakak adik, kita nggak bakal terlalu kagum sama satu sama lain,” katanya. Sebuah pernyataan yang—ya, lo tau lah.
Dulu Diributin, Sekarang Ngobrolin Masalah Keluarga
Dulu, banyak yang penasaran sama dinamika kakak adik yang “prickly” ini. Sekarang, Eleanor lebih banyak diem sementara Matthew ngelantur ke mana-mana. Latihan buat tur mereka lebih sering diisi dengan obrolan soal “masalah keluarga sama orang tua”. Dari band indie yang aneh, jadi keluarga yang—ya, keluarga.
Terlalu Sopan atau Terlalu Banyak Ngomong?
Soal debat, Matthew bilang mereka terlalu sopan. Eleanor nambahin, mereka terlalu banyak ngomong dan kurang gerak. Matthew langsung nyaut, “Lo sering ngomong gitu di situasi apa pun.” Sebuah interaksi kakak adik yang—oke, gue bohong, ini yang terakhir beneran—agak menghina.
Mungkin Sekarang Lebih Cocok Buat Jadi Aneh?
The Fiery Furnaces sempet mau reuni dan bikin album baru di 2020, tapi pandemi bikin rencana itu gagal. Mereka rilis single baru, “Down at the So and So on Somewhere”, tapi sisanya nggak jelas. Sekarang, mereka balik lagi dan mau tur. Mereka ngerasa mungkin sekarang lebih cocok buat jadi aneh. Eleanor bilang, “Sekarang lo bisa jadi jauh lebih aneh dan nggak ada yang peduli.”
Matthew nyebut ini sebagai “Balkanisasi partikularisasi dalam kehidupan yang dikurasi secara spesifik tanpa henti yang seharusnya dijalani orang”. Panjang banget, ya? Tapi intinya, The Fiery Furnaces balik lagi dan mungkin—mungkin aja—sekarang dunia udah siap buat keanehan mereka. Siap dengerin Blueberry Boat lagi? Atau lo lebih milih scroll TikTok?
Re-issue Blueberry Boat udah rilis di Everything Nice. The Fiery Furnaces bakal main di National Sawdust, Brooklyn (25 Oktober), Pitchfork festival, London (6 November), Botanique, Brussels (7 November), dan Le Guess Who? festival, Utrecht (8 November).


