Dunia perski-an, atau mungkin lebih tepatnya “permainan seluncur salju yang serius”, kembali mengguncang jagat liburan para sultan. Bayangkan saja, Ikon Pass, kartu sakti yang bisa membuka pintu gerbang ke berbagai resort ski mewah di seluruh dunia, kini semakin memperluas kekuasaannya ke wilayah Asia. Dulu, cuma Niseko United dan Arai Mountain Resort yang bisa dijajal. Sekarang? Siap-siap terbang lebih jauh, karena ada tambahan resort di Jepang, China, dan Korea Selatan yang siap menampung aksi flexing para snowboarder dan pemain ski kelas kakap.
Salju Jepang: Bukan Cuma Soal Ramen dan Anime
Buat para pencinta salju, Jepang memang selalu jadi magnet. Reputasi negeri sakura sebagai penghasil bubuk salju berkualitas tinggi memang nggak bisa dibantah. Shiga Kogen, yang terletak di “Alpen Jepang” sebelah utara Tokyo, adalah area ski terluas di Jepang dengan 1.483 acre lahan ski dan ketinggian vertikal sekitar 3.210 kaki. Memang sih, kalau dibandingkan dengan Mammoth Mountain di California (3.500 acre) atau Park City di Utah (7.300 acre), Shiga Kogen masih kalah luas. Tapi, untuk ukuran Jepang, ini sudah termasuk raksasa. Apalagi dengan lebih dari 50 lift yang siap mengangkut para pemain ski, dijamin nggak bakal desak-desakan kayak antre sembako.
Myoko Suginohara, yang letaknya nggak jauh dari Tokyo, punya lintasan grooming terpanjang di Jepang, mencapai 5,3 mil. Sementara itu, Furano, yang berada di Hokkaido tengah, terkenal dengan bubuk saljunya yang ringan dan kering, serta kombinasi jalur in-bounds dan off-piste. Nah, yang terakhir ini penting, karena nggak semua resort di Jepang mengizinkan main di luar jalur. Makanya, Furano jadi favorit para pemain ski internasional, apalagi cuacanya lebih stabil dibandingkan resort di dekat pantai seperti Niseko United.
APPI Resort dan NEKOMA Mountain, keduanya berada di bagian utara Honshu, pulau utama Jepang. Daerah ini biasanya nggak seramai resort ski di Hokkaido atau dekat Nagano. Jadi, cocok buat para pemain ski yang pengin menjelajahi lereng Jepang tanpa harus ngantre panjang. APPI Resort terkenal dengan akomodasi mewahnya, serta akses ke berbagai pemandian air panas (onsen). Sementara itu, NEKOMA menawarkan pemandangan indah dari puncak Danau Inawashiro yang menawan. Bayangkan, abis main ski, langsung berendam air panas sambil menikmati pemandangan danau. Kurang sultan apa coba?
“Snow Monsters” dan Mimpi Salju Abadi
Mt.T, yang juga berada di Alpen Jepang, punya rekor curah salju tertinggi di antara semua resort, sekitar 49 kaki atau 588 inci per tahun. Itu lebih banyak dari hampir semua resort di Amerika Serikat, termasuk Alta, Brighton, Snowbird, dan Sugar Bowl di dekat Danau Tahoe. Zao Onsen memang lebih kecil, cuma punya sekitar 30 jalur, tapi punya desa air panas bersejarah di dasarnya, yang cocok buat après-ski alias kegiatan bersantai setelah main ski. Zao Onsen juga terkenal dengan “snow monsters” – pepohonan yang tertutup salju dan es sepanjang musim, berubah jadi menara-menara raksasa yang unik.
Kalau di dunia game, mungkin fenomena “snow monsters” ini mirip kayak boss battle yang harus dihadapi para pemain ski. Tapi, alih-alih melawan monster salju, kita justru bisa menikmati keindahan dan keunikan mereka. Sebuah pengalaman yang nggak mungkin didapatkan di resort ski lain.
Ekspansi Ikon Pass: Merambah Negeri Tirai Bambu dan Ginseng
Nggak cuma Jepang, Ikon Pass juga melebarkan sayapnya ke China dan Korea Selatan. Di China, ada Yunding Snow Park, yang dibangun untuk Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022. Sementara itu, di Korea Selatan, ada Mona Yongpyong. Dengan 28 jalur dan 14 lift, Mona Yongpyong mungkin terlihat kecil jika dibandingkan dengan resort ski di Amerika Serikat. Tapi, resort ini adalah yang terbesar di Korea Selatan. Selain ski, Mona Yongpyong juga punya area seluncur, taman air dalam ruangan, restoran, dan kegiatan budaya seperti karaoke dan pemandian air panas tradisional Korea (jjimjilbang).
Buat yang belum tahu, jjimjilbang ini bukan sekadar tempat mandi biasa. Di sini, kita bisa merasakan sensasi relaksasi ala Korea dengan berbagai fasilitas seperti sauna, kolam air panas dengan berbagai suhu, dan ruang istirahat yang nyaman. Cocok banget buat melepas penat setelah seharian main ski. Jadi, anggap saja jjimjilbang ini sebagai healing potion setelah bertarung melawan dinginnya salju.
Ikon Pass vs Epic Pass: Pertarungan Dua Raksasa
Jumlah hari yang bisa didapatkan para pemain ski di setiap resort tergantung pada jenis Ikon Pass yang mereka punya. Pemegang Ikon Pass reguler akan mendapatkan tujuh hari ski atau snowboarding di setiap resort baru. Sementara itu, pemegang Ikon Base Pass bisa menikmati lima hari per resort, tanpa tanggal blackout. Sebelum pengumuman ini, Niseko United dan Arai Mountain Resort adalah dua resort di Asia yang termasuk dalam Ikon Pass.
Sama seperti Ikon Pass, Epic Pass dari Vail juga menawarkan akses ke 11 resort ski di Asia, semuanya di Jepang. Tapi, aksesnya bervariasi tergantung pada level pass. Jadi, bisa dibilang, Ikon Pass dan Epic Pass ini adalah dua raksasa yang bersaing ketat untuk memperebutkan hati para pencinta ski di seluruh dunia.
Jadi, Siapkah Dompet Anda?
Dengan semakin banyaknya pilihan resort ski di Asia yang bisa diakses dengan Ikon Pass, para pemain ski dan snowboarder punya lebih banyak alasan untuk menjelajahi lereng-lereng terbaik di dunia. Tapi, tentu saja, semua kemewahan ini datang dengan harga yang nggak murah. Jadi, sebelum memutuskan untuk membeli Ikon Pass, pastikan dompet Anda siap untuk diajak bertualang.
Pertanyaannya sekarang, apakah Anda lebih memilih untuk bersantai di onsen setelah main ski di Jepang, atau mencoba sensasi jjimjilbang di Korea Selatan? Pilihan ada di tangan Anda. Yang jelas, jangan sampai lupa bawa kartu kredit, karena petualangan ini nggak bakal murah.


