Sebuah pertanyaan filosofis yang sering menghantui para gamer adalah: “Apakah kita benar-benar membutuhkan game adaptasi superhero yang lain?”. Jawabannya, tentu saja, adalah tergantung. Tergantung apakah game tersebut mampu menghadirkan sesuatu yang baru, atau malah terjebak dalam formula usang yang membosankan. Dan sayangnya, Marvel Cosmic Invasion hadir untuk menjawab dengan tegas: “Tidak, Anda tidak membutuhkannya.”
Dirilis pada 1 Desember 2025, dan dikembangkan oleh Tribute Games, Marvel Cosmic Invasion hadir sebagai sebuah brawler yang menjanjikan aksi seru ala komik Marvel. Tersedia di berbagai platform mulai dari PC hingga konsol next-gen seperti Switch 2, game ini seharusnya menjadi angin segar bagi para penggemar genre ini. Tapi alih-alih menjadi angin segar, yang kita dapatkan malah badai topan yang bikin pusing.
Saya, sebagai seseorang yang mencintai brawler, seharusnya merasa senang dengan kehadiran game ini. Tapi apa daya, cinta tak selalu berbalas. Marvel Cosmic Invasion adalah contoh nyata bagaimana sebuah ide yang bagus bisa hancur berantakan di tangan eksekusi yang kurang matang. Ibarat makan nasi goreng yang nasinya keras, bumbunya kurang, dan telurnya gosong. Mengecewakan.
Ketika Pahlawan Super Terasa Kurang “Super”
Salah satu masalah utama Marvel Cosmic Invasion adalah bagaimana para superhero di dalamnya terasa kurang “super“. Masalah yang sama pernah saya rasakan saat memainkan Ultimate Alliance 3, tapi di game ini, masalahnya terasa jauh lebih parah. Sebagian besar musuh adalah tipe penyerang jarak jauh, yang notabene adalah tipe musuh paling menyebalkan di genre brawler. Bayangkan She-Hulk, yang seharusnya bisa menghancurkan tembok dengan satu pukulan, malah kewalahan menghadapi gerombolan AIM yang menembaki dari kejauhan. Memalukan.
Desain level yang dipenuhi oleh musuh tipe “sniper” adalah bukti nyata betapa amatirnya tim pengembang dalam merancang sebuah game brawler. Serangan grab, yang seharusnya menjadi gerakan standar, malah dijadikan kemampuan khusus yang hanya dimiliki oleh beberapa karakter saja. Entah siapa yang punya ide bodoh seperti itu. Karakter juga hanya bisa memilih antara menghindar atau memblokir serangan, tapi tidak bisa melakukan keduanya. Alhasil, para superhero ini terasa seperti manusia biasa yang kebetulan memakai kostum.
Untungnya, ada banyak karakter yang bisa dimainkan, termasuk beberapa karakter yang jarang muncul seperti Beta Ray Bill dan Nova, serta karakter-karakter populer seperti Iron Man dan Venom. Hingga empat pemain bisa bergabung dalam satu sesi permainan, dan percayalah, Anda akan membutuhkan bantuan mereka.
Roster Banyak, Aksi Kurang Greget
Meskipun ada banyak karakter yang bisa dipilih, dan setiap pemain bisa membawa dua karakter sekaligus, sistem kombat di game ini terasa monoton dan terbatas, apapun pilihan Anda. Setiap karakter memiliki gerakan yang terbatas, banyak di antaranya yang terasa mirip satu sama lain. Variasi musuh juga sangat minim, dan serangan bantuan dari partner Anda terasa membosankan – mereka hanya muncul sebentar untuk melakukan gerakan standar mereka, itu saja. Tidak ada perubahan mekanis yang signifikan berdasarkan kombinasi partner yang Anda pilih, padahal itu bisa menjadi nilai tambah yang menarik.
Dan bagian yang paling mengecewakan adalah serangan Focus. Setiap karakter memiliki kemampuan ultimate, tapi semuanya terasa sangat lemah. Jangkauan serangan yang pendek, animasi yang aneh, dan kemungkinan meleset yang tinggi membuat serangan-serangan ini terasa tidak berguna. Serangan Focus Spider-Man adalah contoh yang paling parah, di mana dia hanya menembakkan beberapa bola jaring kecil yang bergerak dalam lintasan yang tidak jelas. Serangan-serangan ini sama sekali tidak mencerminkan kekuatan dahsyat yang seharusnya dimiliki oleh para superhero.
Satu hal yang menjadi jelas sejak awal adalah bahwa Cosmic Invasion dirancang sepenuhnya untuk mode co-op. Gerombolan musuh yang menyebalkan dan bos-bos yang tebal darahnya sama sekali tidak peduli dengan pemain solo. Saya hampir tidak merasa senang saat bermain sendiri, kecuali saat bermain online dengan pemain lain. Jadi, jika Anda berencana untuk bermain sendiri, atau bermain online dua minggu setelah game ini dirilis (karena saya yakin lobby akan sepi saat itu), sebaiknya hindari game ini.
Grafis Retro yang Kurang Memukau
Marvel Cosmic Invasion mengusung grafis retro yang seharusnya bisa membangkitkan nostalgia para pemain veteran. Tapi sayangnya, grafis di game ini tidak terlalu memukau. Animasi karakter yang kaku dan lingkungan yang datar tidak sebanding dengan brawler bergaya retro lainnya. Ada beberapa serangan yang terlihat keren, tapi tidak cukup untuk menutupi betapa polos, tidak terinspirasi, dan kurang detailnya grafis di game ini. Jika dibandingkan dengan Shredder’s Revenge yang nyaris sempurna di semua aspek, game ini terasa sangat menyedihkan.
Umur game ini juga sangat pendek. Level-levelnya sangat singkat, kurang dari sepuluh menit per level, dan jumlahnya juga tidak banyak. Mengingat betapa minimnya variasi yang ditawarkan, saya ragu ada orang yang mau memainkan ulang level-level yang hambar ini. Meskipun karakter bisa naik level, peningkatan statistik yang mereka dapatkan tidak berdampak signifikan pada gameplay, yang terasa monoton dari awal hingga akhir.
Harga Tidak Sesuai Kualitas
Dengan harga $29.99, game ini terasa sangat mahal mengingat betapa sedikitnya konten yang Anda dapatkan, dan betapa sedikitnya konten yang benar-benar bisa dinikmati. Harga ini seperti harga tiket konser band terkenal, tapi yang tampil malah band indie yang baru belajar main musik.
Marvel Cosmic Invasion adalah sebuah beat ’em up yang pendek, tipis, dan terlalu mahal, yang menawarkan jauh lebih sedikit daripada pesaing-pesaingnya di genre ini. Mengandalkan popularitas merek Marvel, sungguh menakjubkan betapa cepatnya Anda merasa bosan dengan game ini, padahal Anda bisa menyelesaikan kampanye yang menyedihkan ini dalam waktu singkat. Game ini bahkan belum selesai membersihkan kaki di keset sebelum sudah merasa tidak betah, dan siap untuk pergi secepatnya. Benar-benar sampah.
Jadi, Apakah Layak Dimainkan?
Setelah semua yang telah saya paparkan, mungkin Anda sudah bisa menebak jawabannya. Marvel Cosmic Invasion adalah sebuah game yang sebaiknya Anda hindari, kecuali jika Anda adalah seorang kolektor game superhero garis keras yang tidak peduli dengan kualitas. Bahkan jika Anda adalah penggemar berat Marvel, ada banyak game lain yang jauh lebih layak untuk dimainkan. Jadi, simpan uang Anda, dan belikan kopi untuk diri sendiri. Atau, kalau mau lebih bermanfaat, sumbangkan saja ke panti asuhan. Dijamin lebih berkah.


