Popular Now

Vivo Y31T 5G Resmi Meluncur, Bisa Foto di Bawah Air hingga 1,5 Meter

Libur Main GTA VI Dibayar Masa Dinas: Antusias Game Besar Sampai ke Militer AS

Menyesap Romantisme dan Aroma Kolonial di Senja Kota Lama Semarang

Musik Update: Santana, Cher, Houston Raih Grammy, HYBE Ekspansi ke Afrika!

Dunia musik itu kayak roller coaster, ya? Kadang naik karena album baru Taylor Swift, kadang turun karena… ya, urusan label rekaman yang bikin geleng-geleng kepala. Tapi tenang, Mojok hadir untuk ngasih lo *update* terbaru yang lebih seru dari drama Korea. Siap?

Penganugerahan Lifetime Achievement Award: Saatnya Berpesta di Tahun 2026!

The Recording Academy baru aja ngebocorin siapa aja yang bakal dapet Special Merits Awards di tahun 2026. Bayangin aja, ini kayak Avengers: Endgame-nya dunia musik. Ada Carlos Santana, Chaka Khan, Cher (as if we need to explain who she is!), Fela Kuti, Paul Simon, dan Whitney Houston. Mereka semua bakal nerima Lifetime Achievement Award. Kayak dapet *skin* legendaris di game, gitu deh. Sementara itu, Bernie Taupin, Eddie Palmieri, dan Sylvia Rhone bakal nerima Trustees Award, dan John Chowning dapet Technical Grammy Award. Upacara penghargaannya? Jangan lupa catat tanggalnya: 31 Januari 2026 di Wilshire Ebell Theatre. Siapa tau bisa sekalian cuci mata.

Harvey Mason Jr., CEO Recording Academy, bilang kalo penghargaan ini buat mereka yang udah ngasih pengaruh lintas generasi. Lebay dikit boleh lah ya, namanya juga penghargaan seumur hidup. Tapi emang bener sih, tanpa mereka, musik sekarang mungkin masih nyanyiin lagu-lagu perjuangan yang itu-itu aja.

Jerry Ragovoy: Pahlawan Tersembunyi di Balik Lagu-Lagu Hits

Selain itu, Songwriters Hall of Fame juga ngumumin kalo Jerry Ragovoy bakal diinduksi secara anumerta. Buat yang belum tau, Ragovoy ini kayak *support* di tim e-sports yang nggak pernah disorot, tapi jasanya gede banget. Dia nulis banyak lagu hits kayak “Time Is on My Side,” “Piece of My Heart,” dan masih banyak lagi. Bahkan, beberapa lagunya ditulis pake nama samaran Norman Meade. Gokil!

Ragovoy meninggal tahun 2011 di usia 80 tahun. Penghargaan ini jadi bukti kalo karyanya tetep abadi, meskipun orangnya udah nggak ada. Jadi inget kata-kata bijak: “What is dead may never die,” eh, tapi itu mah Game of Thrones.

Beggars Group “Mengakuisisi” XL Recordings: Bukan Jual Beli Biasa

Di dunia bisnis musik, ada berita yang lebih seru dari sinetron. Beggars Group, perusahaan musik independen, berhasil ngedapetin saham mayoritas di XL Recordings pada tahun 2024. Ini bukan kayak beli gorengan di pinggir jalan, ya. Ini transaksi serius yang melibatkan duit jutaan dolar.

Dulu, Beggars cuma punya 50% saham di XL. Tapi, laporan keuangan terbaru nunjukkin kalo mereka bayar $3.3 juta ke “pemegang saham lain” XL Recordings (baca: Richard Russell) buat ngedapetin mayoritas saham. Sekarang, Beggars punya 51% saham XL. XL sendiri terkenal karena ngerilis tiga album pertama Adele, juga hits dari The Prodigy, Fontaines D.C, dan banyak lagi. Jadi, XL sekarang resmi jadi anak perusahaan Beggars. Dari *joint venture* jadi anak kandung, gitu deh.

Caroline Ellis Naik Pangkat di Island Records: Promosi yang Bikin Iri

Di Island Records, ada kabar bahagia buat Caroline Ellis yang baru aja dipromosiin jadi Vice President, A&R. Ini kayak naik level di game, dapet *skill* baru, dan siap nge-carry tim. Ellis bakal terus ngurusin A&R buat artis-artis kayak Chappell Roan dan Suki Waterhouse. Dia juga baru aja nge-sign Waterhouse yang lagi sibuk di studio buat bikin musik baru. Keren!

Jackie Winkler, Senior Vice President, Head of A&R Island Records, muji Ellis abis-abisan. Katanya, Ellis punya selera musik yang bagus dan bisa ngehubungin artis dengan baik. “Her exceptional ear and steady temperament are true assets to the team,” kata Winkler. Jadi pengen ikutan dipuji kayak gitu, ya?

BMG dan TikTok: Jodoh yang Tak Terpisahkan

BMG baru aja memperpanjang dan memperluas perjanjian penerbitan musik langsungnya dengan TikTok. Ini kayak pasangan yang udah pacaran lama, terus mutusin buat nikah dan punya anak. Perjanjian ini bakal memperkuat posisi BMG dalam modernisasi perjanjian penerbitan, ningkatin standar pelaporan dan atribusi di platform digital, serta ngenalin perbaikan dalam cara hak penerbitan dikelola dan dipromosiin.

Universal Music Group dan Splice: Kolaborasi AI yang Bikin Penasaran

Universal Music Group (UMG) dan Splice sepakat buat kolaborasi dalam ngeksplorasi alat-alat kreasi musik berbasis AI generasi terbaru buat para artis. Ini kayak Iron Man kerja sama dengan Spiderman buat bikin *armor* yang lebih canggih. Perjanjian ini ngebangun *suite* alat kreasi berbasis AI-nya Splice dan juga bakal ngeksplorasi instrumen virtual berbasis AI yang memungkinkan artis UMG buat bawa suara mereka sendiri ke alur kerja AI-nya Splice.

Michael Nash, EVP & Chief Digital Officer, Universal Music Group bilang kalo mereka seneng bisa kerja sama dengan Splice buat ngepromosiin inovasi dan etika dalam memenuhi kepentingan komunitas kreatif buat manfaatin alat-alat berbasis AI. Wah, jadi penasaran bakal kayak gimana hasilnya, ya?

HYBE Ekspansi ke Afrika: BTS Mau Go Internasional Lagi?

HYBE ngumumin ekspansi signifikan ke pasar musik Afrika yang lagi berkembang pesat lewat kemitraan manajemen global baru dengan Brandon Hixon dan Colin Gayle. Ini kayak tim sepak bola Eropa yang ngerekrut pemain-pemain berbakat dari Afrika. Mereka berdua bakal ngeluncurin inisiatif manajemen global yang dirancang buat ngedongkrak artis Afrika, ngembangin cerita lintas budaya, dan ngebangun jalur kreatif jangka panjang di seluruh AS, Asia, dan dunia.

Di bawah kemitraan ini, HYBE bakal ngebentuk *pipeline* bakat baru dan mapan serta nge-sign artis baru. Tyla, yang dapet penghargaan di acara Young Hollywood-nya Variety, bakal jadi artis pertama yang didukung di bawah visi yang diperluas ini. Dia bakal terus dibimbing sama Hixon dan Gayle, dengan HYBE nyediain jangkauan global tambahan.

Patricia Leonard Jadi Executive Director ASCAP Foundation: Selamat Bertugas!

ASCAP Foundation, organisasi amal yang didedikasikan buat ngedukung pencipta musik Amerika, ngumumin kalo Patricia Leonard diangkat jadi *executive director*. Dia ngegantiin Nicole George-Middleton, yang baru aja dipromosiin jadi *executive vice president*, *head of creative membership* di ASCAP. Selamat buat keduanya!

Nick Hartley Pensiun dari [PIAS]: Akhir dari Sebuah Era

Nick Hartley, *chief operating officer* dan *chief financial officer* [PIAS] yang udah lama menjabat, ngumumin pensiunnya dan bakal mundur dari kedua peran serta posisinya di dewan perusahaan, efektif 31 Desember 2025. Ini kayak kapten tim yang mutusin buat gantung sepatu setelah bertahun-tahun berjuang.

Hartley ngawalin karirnya sebagai akuntan sebelum pindah dari Inggris ke Australia pada tahun 1984 buat ngambil peran pertamanya di industri musik dengan EMI Australia, di mana dia cepet naik jadi *finance director*. Dia kemudian pindah ke PolyGram Australia pada tahun 1990 sebagai CFO dan dipromosiin jadi peran CFO Grup PolyGram U.K. pada akhir tahun 1995 setelah balik ke Inggris. Dia ninggalin PolyGram pada akhir tahun 1998 setelah diakuisisi sama Universal dan gabung sama [PIAS] pada Januari 2000. Di bawah bimbingannya, perusahaan udah ngekspansikan operasi globalnya, ningkatin kinerja keuangan, dan terus ngebina kemitraan yang sukses dengan artis dan label. Dia juga mainin peran penting dalam akuisisi [PIAS] oleh Universal pada tahun 2024. Selamat menikmati masa pensiun, Pak Nick!

Jadi, itulah sekilas info tentang dunia musik yang lagi panas. Dari penghargaan buat legenda sampe perubahan struktur perusahaan, semuanya punya cerita seru sendiri. Kayak nonton film *blockbuster*, ada drama, aksi, dan sedikit komedi. Tinggal siapin *popcorn* aja deh.

Previous Post

SWC 2026: SNK Umumkan Turnamen Dunia dengan Hadiah Fantastis!

Next Post

Aesop: Ritual Kreatif Bersama Eny Lee Parker, Fernando Mastrangelo, Flynn McGarry

Add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *