Popular Now

Vivo Y31T 5G Resmi Meluncur, Bisa Foto di Bawah Air hingga 1,5 Meter

Libur Main GTA VI Dibayar Masa Dinas: Antusias Game Besar Sampai ke Militer AS

Menyesap Romantisme dan Aroma Kolonial di Senja Kota Lama Semarang

Nominasi Grammy 2026: Kejutan, Pujian, dan Siapa Bakal Jadi Bintang Utama?

Bayangkan, kamu lagi asik-asikan nge-scroll linimasa, eh, tiba-tiba muncul berita nominasi Grammy Awards. Otak langsung auto-refresh, mikir, “Wah, siapa nih yang bakal jadi the next big thing?” Nah, daripada cuma jadi penonton setia drama musikal ini, mending kita bedah aja nominasi Grammy Awards 2026 ini kayak lagi nge-debug kode program. Siapa tahu, kan, kita bisa prediksi siapa yang bakal menang dan siapa yang cuma jadi runner-up abadi.

Nominasi Grammy Awards 2026 udah diumumkan, dan seperti biasa, langsung bikin heboh jagat permusikan. Kendrick Lamar, dengan album GNX dan single hitsnya, memimpin dengan sembilan nominasi. Lady Gaga, Bad Bunny, dan Sabrina Carpenter juga nggak mau kalah, masing-masing mengamankan enam nominasi. Tapi, apakah Recording Academy udah beneran berhasil menangkap esensi musik tahun ini? Atau masih ada yang kelewatan?

Grammy Awards 2026: Antara Inovasi dan Tradisi

Untuk menjawab pertanyaan ini, Billboard ngajak beberapa stafnya buat diskusi seru. Mereka diminta ngasih penilaian, mulai dari seberapa akurat nominasi ini merefleksikan musik terbaik tahun lalu, sampai siapa aja yang seharusnya masuk nominasi tapi malah di-skip. Penilaiannya? Rata-rata 8 dari 10. Lumayan lah ya, daripada nilai rapor pas-pasan.

Katie Atkinson, salah satu staf Billboard, bilang kalau tahun ini nggak banyak perdebatan sengit kayak tahun-tahun sebelumnya. “Obrolannya lebih ke nitpicky aja,” katanya. Misalnya, kenapa lagu “Golden” masuk nominasi Song of the Year tapi nggak masuk Record of the Year? Atau sebaliknya, kenapa “The Subway” masuk Record of the Year tapi nggak masuk Song of the Year? Ya, namanya juga selera, susah ditebak.

Eric Renner Brown menambahkan, “Grammy udah ngasih daftar nominasi yang lumayan lah ya. Kategori mayoritasnya ngenalin berbagai artis mainstream yang diakui, dan kategori genrenya juga survei yang solid dari jenis musik masing-masing.” Tapi, dia juga nggak bisa nyembunyiin kekecewaannya karena MJ Lenderman, indie-rock breakout tahun lalu, nggak dapet nominasi sama sekali. “Sedih juga sih,” ujarnya.

Siapa yang Kelewatan? Dari Lorde sampai BigXThaPlug

Ngomongin soal yang kelewatan, beberapa nama muncul sebagai kejutan yang nggak menyenangkan. Kyle Denis nyebut Ravyn Lenae dan “Love Me Not” sebagai complete shutout yang nggak bisa dimaafkan. “Masa iya nggak ada yang ngelirik?” gerutunya. Dia juga menyayangkan BigXThaPlug yang nggak dapet nominasi sama sekali. Duh, kasian.

Eric Renner Brown juga nggak habis pikir kenapa Lorde nggak masuk nominasi. “Albumnya salah satu yang terbaik tahun ini, dan yang terbaik dari dia dalam satu dekade terakhir,” katanya. Selain Lorde, dia juga heran kenapa kolaborasi Elton John dan Brandi Carlile, Who Believes In Angels?, juga nggak dapet tempat. Padahal, menurutnya, lagu itu punya potensi Grammy banget.

Paul Grein punya pendapat sendiri. Dia kaget karena Alex Warren’s “Ordinary” nggak masuk nominasi. “Padahal lagu itu 10 minggu nangkring di puncak Hot 100,” ujarnya. Dia juga menambahkan kalau HUNTR/X’s “Golden” masuk Song of the Year tapi nggak masuk Record of the Year itu aneh. “Harusnya kebalik,” katanya.

Genre di Balik Layar: Audio Book Sampai Rock ‘n’ Roll

Selain kategori utama, kategori genre juga nggak kalah menarik. Katie Atkinson tertarik sama kategori Best Audio Book, Narration, and Storytelling Recording. “Nominasinya bener-bener campur aduk,” katanya. Ada Trevor Noah, Kathy Garver, Ketanji Brown Jackson, Dalai Lama, dan Fab Morvan. “Nggak ada yang lebih campur aduk dari ini,” ujarnya sambil ketawa.

Eric Renner Brown lebih tertarik sama kategori country, Americana, dan folk. Menurutnya, genre-genre ini kurang dapet perhatian di kategori utama. “Padahal banyak talenta baru kayak Tyler Childers, Billy Strings, dan Zach Top, sampai legenda kayak Willie Nelson dan Mavis Staples,” katanya. “Musik ini punya tahun yang kuat dan pantes dapet pengakuan lebih luas.”

Kyle Denis menyoroti kategori Best Dance Pop Recording sebagai salah satu yang paling kompetitif. “Gue bakal seneng kalau salah satu dari lagu itu menang,” katanya. Dia juga seneng karena kategori Best Album Cover nggak cuma mentingin artis A-list. “Bagus deh, jadi ada variasi,” ujarnya.

Diversifikasi Grammy: Sudah Cukupkah?

Recording Academy udah berusaha keras buat memperbarui dan diversifikasi anggotanya. Tapi, apakah nominasi Grammy tahun ini udah nunjukkin kalau mereka udah beneran representatif? Atau masih ada genre/demografi/area yang ketinggalan?

Katie Atkinson berpendapat kalau kategori Album of the Year udah lumayan representatif. “Ada tiga album rap, satu album berbahasa Spanyol, dan satu album R&B,” katanya. “Tapi, yang jadi pertanyaan, siapa yang bakal menang? Karena semuanya baru pertama kali masuk nominasi.”

Eric Renner Brown setuju. “Beberapa tahun lalu, nominasi kayak gini nggak kebayang deh,” katanya. “Mayoritas nominasinya orang kulit berwarna, dan ada tiga album rap yang dapet nominasi. Udah lebih representatif dari musik mainstream deh.”

Negara Mana yang Kurang Terwakili? Mohon Maaf, Country

Tapi, dia juga nyoroti kurangnya musik country dan dance/electronic di kategori utama. “Padahal musik dance udah ngebantu banget ngebentuk musik mainstream selama lebih dari satu dekade,” katanya. “Artis kayak Disclosure, Fred Again.., Skrillex, dan FKA twigs pantes dapet pengakuan lebih luas.”

Kyle Denis menyoroti representasi Karibia yang masih kurang. “Padahal banyak lagu crossover Karibia yang hits banget tahun ini,” katanya. “Masa iya nggak ada yang dapet nominasi selain kategori reggae album?”

Paul Grein sepakat kalau country masih kurang terwakili dari tahun ke tahun. “Academy harusPrioritaskan peningkatan keanggotaan countrynya,” katanya. Dia juga nyebut esai Melinda Newman di Billboard yang berjudul “Country Continues to Be the Grammys’ Poor Relation” sebagai bacaan wajib. “Semoga academy baca dan ambil pelajaran,” ujarnya.

Andrew Unterberger juga sependapat. “Country emang sering diabaikan di banyak ruang pop,” katanya. Dia menyoroti kontras antara artis country yang kurang dapet tempat di kategori Best New Artist dengan artis alt-rock yang lebih gampang dapet nominasi. “Kontrasnya kentara banget,” ujarnya.

Prediksi Pemenang: Siapa yang Bakal Bawa Pulang Grammy?

Terakhir, siapa yang bakal jadi pemenang besar di Grammy Awards nanti? Katie Atkinson menjagokan Kendrick Lamar. “Dia masuk dengan sembilan nominasi dan udah menang lima sebelumnya,” katanya. Tapi, dia juga ngasih perhatian ke Leon Thomas. “Dia punya peluang besar buat menang di lima kategori lainnya,” ujarnya.

Eric Renner Brown merasa ini tahunnya Bad Bunny. “Dia abis ngasih penampilan yang memukau di Super Bowl, dan album Debí Tirar Más Fotos arguably yang terkuat di kategori Album of the Year,” katanya. Tapi, dia juga nggak nolak kemungkinan Kendrick Lamar bakal bawa pulang banyak piala. “Dia udah menang Record and Song of the Year sebelumnya, dan dia belum pernah menang Album of the Year,” ujarnya.

Kyle Denis setuju kalau pertarungannya bakal sengit antara Kendrick Lamar dan Bad Bunny. “Tapi, sekarang, gue rasa Benito punya sedikit keunggulan,” ujarnya. Paul Grein bahkan berani prediksi kalau Kendrick Lamar bakal nyapu bersih tujuh Grammy. “Itu cuma kurang satu dari rekornya Michael Jackson dan Santana,” katanya. Dia juga prediksi Leon Thomas bakal menang lima Grammy, termasuk Best New Artist.

Andrew Unterberger bilang kalau dia bisa aja bikin argumen buat Lady Gaga atau Bad Bunny. “Tapi, sekarang, insting gue bilang Kendrick Lamar yang bakal menang,” ujarnya. “Dia disukain semua orang, dan semua orang pengen dia menang.”

Grammy Awards: Lebih dari Sekadar Piala

Jadi, siapa pun yang menang nanti, Grammy Awards tetaplah ajang yang menarik buat diikuti. Bukan cuma soal piala, tapi juga soal representasi, diversifikasi, dan bagaimana musik terus berkembang dan merefleksikan zaman. Siap-siap aja buat begadang demi nonton acara ini. Siapa tahu, kan, kita bisa dapet inspirasi buat bikin musik yang lebih keren lagi.

Previous Post

AI 1ForAll: Platform AI Terpadu Harga Terjangkau, Cocok untuk Kreator Indonesia

Next Post

Alien: Earth Season 2 Siap Teror! Noah Hawley Kembali dengan Makhluk Antar Bintang Baru?

Add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *