Radiohead mainin ‘Climbing Up The Walls’ lagi? Fix, kiamat makin deket. Bukan karena lagunya serem, tapi terakhir mereka bawain lagu ini tahun 2018. Itu kayak nungguin antrean BPJS, lamanya bikin lupa kalo sakit.
Radiohead Gebrak Panggung O2 dengan Kejutan Nostalgia
Buat yang semalem (24 November 2025) dateng ke konser Radiohead di O2 London, selamat! Kalian saksi sejarah. Thom Yorke dan kawan-kawan, di konser ketiga dari empat konser mereka di sana, mutusin buat ngasih kejutan: ‘Climbing Up The Walls’ muncul lagi setelah tujuh tahun ngumpet.
Kembalinya ‘Climbing Up The Walls’ ini kayak nemu duit di kantong celana yang udah lama nggak dipake. Nggak nyangka, tapi bikin seneng. Lagu ini nongol di akhir set sebelum encore, diapit sama ‘Let Down’ dan ‘Bodysnatchers’. Buat yang penasaran, ada video amatir dari fans yang bisa kalian tonton di bawah ini:
Begitu setlist konser semalem dirilis, fans yang nggak dateng langsung pada mewek berjamaah di media sosial. Bayangin, udah kayak ketinggalan flash sale di e-commerce, nyeseknya sampe ubun-ubun.
Salah satu fans nulis: “gue baru tau radiohead mainin CLIMBING UP THE WALLS LIVE dan air mata gue beneran jatuh… kenapa gue nggak di sana… F*CK”. Reaksi yang cukup menggambarkan betapa pentingnya momen ini bagi para penggemar Radiohead.
i just found out that radiohead played CLIMBING UP THE WALLS LIVE and there are real tears falling from my eyes… why am i not there… FUCK
— lauren!! 🌈 (@laurenlavida) November 24, 2025
RADIOHEAD PKAYED CLIMBING UP THE WALLS ABD I WASNT THERW (also just broke up with my boyfriend)
— amelia ♡ . ࣪ ⋆ (@SKlNTYFlA) November 24, 2025
Mengulik Makna ‘Climbing Up The Walls’: Lebih Dalam dari Sekadar Lagu
Buat yang belum tau, ‘Climbing Up The Walls’ ini diambil dari album masterpiece Radiohead, ‘OK Computer’. Lagu ini terinspirasi dari pengalaman Thom Yorke saat kerja di rumah sakit jiwa. Isinya tentang paranoia dan perjuangan melawan setan dalam diri. Jadi, jangan heran kalo lagunya bikin merinding. Apalagi pas bagian klimaksnya, waktu Yorke teriak judul lagunya. Itu kayak dengerin suara hati waktu lagi skripsi, penuh tekanan dan keputusasaan.
Di tahun 2012, klimaks lagu ini bahkan dinobatkan sebagai salah satu momen paling bikin merinding dalam diskografi Radiohead. Ya iyalah, coba aja dengerin malem-malem sendirian, dijamin langsung keinget cicilan yang belum dibayar.
Selain ‘Climbing Up The Walls’, lagu-lagu dari ‘OK Computer’ lain yang juga sering muncul di setlist Radiohead adalah ‘Paranoid Android’, ‘Lucky’, ‘Subterranean Homesick Alien’, ‘Karma Police’, ‘Let Down’, dan ‘No Surprises’. Jadi, buat yang pengen konser bareng Radiohead, siap-siap aja dengerin lagu-lagu deep cuts mereka.
Setlist Lengkap: Radiohead di London, 24 November 2025
Biar nggak penasaran, ini dia setlist lengkap konser Radiohead di London semalem:
‘Planet Telex’
‘2 + 2 = 5’
‘Sit Down. Stand Up.’
‘Lucky’
’15 Step’
‘The Gloaming’
‘Kid A’
‘No Surprises’
‘Videotape’
‘Weird Fishes/Arpeggi’
‘Idioteque’
‘Everything In Its Right Place’
‘Bloom’
‘The National Anthem’
‘Daydreaming’
‘Let Down’
‘Climbing Up The Walls’
‘Bodysnatchers’
‘Fake Plastic Trees’
‘Jigsaw Falling Into Place’
‘Paranoid Android’
‘All I Need’
‘You And Whose Army?’
‘Just’
‘Karma Police’
Banyak juga ya? Itu kayak daftar belanja bulanan, panjangnya bikin dompet menjerit. Tapi, namanya juga Radiohead, kualitasnya nggak perlu diragukan lagi.
Radiohead: Antara Nostalgia dan Eksperimen di Panggung Arena
Andrew Trendell dari NME, dalam ulasannya tentang konser Radiohead di O2 pada Jumat (21 November), ngasih nilai lima bintang dan bilang: “Pertunjukan yang luar biasa: energi yang visceral, tontonan yang berkelas, semuanya disajikan dengan semangat yang murah hati, Yorke dalam mode rockstar penuh saat band bertukar tempat untuk mengurus setiap sudut venue. Untuk band yang pernah malu dengan gagasan ‘arena rock’, tidak ada yang melakukannya lebih baik. Album baru dan malam seperti ini tidak bisa datang terlalu cepat.”
Radiohead emang band yang nggak pernah puas dengan zona nyaman. Mereka selalu nyoba hal-hal baru, baik dari segi musik maupun penampilan panggung. Ini yang bikin mereka tetep relevan sampe sekarang, nggak kayak mantan yang cuma bisa ngungkit masa lalu.
“Busking Approach”: Strategi Setlist Radiohead yang Bikin Deg-degan
Radiohead ternyata lagi ngambil “busking approach” buat setlist konser mereka. Artinya, mereka bebas mainin lagu apa aja, kapan aja. Nggak ada urutan yang pasti, semuanya tergantung mood. Mereka udah nyiapin sekitar 70 lagu, jadi setiap konser pasti beda. Ini kayak main gacha, nggak tau dapet karakter apa, tapi tetep bikin nagih.
Selain itu, mereka juga tampil “in the round” di tengah venue. Jadi, penonton bisa ngeliat mereka dari segala arah. Ini kayak nonton konser di tengah tawuran, seru tapi juga bikin was-was. Takutnya ada yang nyasar lempar botol ke panggung.
Tur Radiohead masih lanjut dengan konser terakhir di London hari ini, sebelum mereka terbang ke Copenhagen dan Berlin akhir bulan ini sampe Desember. Buat yang pengen nonton, buruan nabung dari sekarang. Siapa tau mereka mainin lagu kesukaan kalian.
Setelah Nostalgia, Lalu Apa?
Radiohead mainin ‘Climbing Up The Walls’ lagi itu kayak ngasih kode. Kode buat para fans, kode buat industri musik, dan kode buat diri mereka sendiri. Bahwa mereka masih punya banyak hal buat ditawarin, masih punya kejutan yang nggak terduga. Dan buat kita yang dengerin, ya nikmatin aja. Siapa tau abis ini mereka mutusin buat cover lagu dangdut, kan lumayan buat joged-joged di kamar.


