Popular Now

Vivo Y31T 5G Resmi Meluncur, Bisa Foto di Bawah Air hingga 1,5 Meter

Libur Main GTA VI Dibayar Masa Dinas: Antusias Game Besar Sampai ke Militer AS

Menyesap Romantisme dan Aroma Kolonial di Senja Kota Lama Semarang

Sejarah Seni Korea: You Hong-jun Jembatani Kesenjangan Global

Kalian pernah nggak sih ngerasa, pas lagi pamerin pengetahuan tentang seni Korea, eh, malah dikira lagi ngomongin menu makanan Korea? Padahal, hyung dan oppa di drama itu nggak cuma jago masak ramen, tapi juga punya warisan seni yang nggak kalah keren dari Tembok Cina!

Seni Korea: Antara Ada dan Tiada di Mata Dunia

Menurut You Hong-jun, seorang sejarawan seni kawakan, seni Korea itu kayak karakter sampingan di film blockbuster. Padahal, punya peran penting, tapi ya gitu deh, nggak banyak yang ngeh. Ini bukan karena seni Koreanya nggak bagus, tapi karena sejarahnya yang kurang beruntung. Pas negara lain udah sibuk bikin teori seni, Korea malah lagi dijajah Jepang. Jadi, ya, keteteran deh bikin kajian seni yang mendalam.

Nah, sekarang, You Hong-jun yang menjabat sebagai direktur National Museum of Korea (NMK), berusaha buat nambal bolongnya pengetahuan kita tentang seni Korea. Caranya? Lewat dua buku terbarunya: “Introduction of Korean Art” dan “Story of Korean Art”. Dua-duanya ditulis dalam bahasa Korea dan isinya mirip-mirip, tapi “Introduction of Korean Art” ini spesial dibikin buat pembaca internasional.

Bayangin aja, kamu lagi main game RPG. Pasti butuh guide book kan, biar nggak nyasar dan tahu skill apa yang harus di-upgrade? Nah, buku ini tuh kayak guide book buat seni Korea. Nggak kayak buku sejarah yang ngebosenin, “Introduction of Korean Art” ini dibagi berdasarkan genre: seni prasejarah, seni makam, kerajinan, seni Buddha, keramik, lukisan, arsitektur, dan seni rakyat. Jadi, lebih gampang dicerna buat kita-kita yang otaknya udah penuh sama TikTok dan Mobile Legends.

Kenapa Harus Genre, Nggak Kronologis Aja?

Biar nggak kayak lagi baca buku pelajaran sejarah yang bikin ngantuk! You Hong-jun sadar betul, kalo mau menarik perhatian generasi sekarang, kudu pake cara yang beda. Ibaratnya, kalo mau ngajak kenalan sama gebetan, ya jangan langsung ngasih biodata lengkap. Mending mulai dari kesamaan hobi, kan?

Nah, si buku ini juga gitu. Diajakin ngobrolin seni prasejarah dulu, yang ternyata punya akar budaya yang sama dengan seni Cina dan Jepang. Tapi, tetep ada bedanya dong! Seni Korea punya ciri khas sendiri yang bikin dia unik. Jadi, sambil belajar sejarah, kita juga diajak buat ngehargain perbedaan dan persamaan budaya.

Nggak Cuma Buat Bule, Buat Lokal Juga Dong!

Eits, jangan salah paham dulu. Meskipun targetnya pembaca internasional, “Introduction of Korean Art” ini tetep terbit dalam bahasa Korea duluan. Alasannya? Biar bisa dinikmati sama orang asing yang udah tinggal di Korea, yang lagi berusaha jadi warga negara Korea, atau yang emang jago bahasa Korea. Jadi, nggak cuma bule yang bisa pinter, kita-kita juga bisa!

Tapi, tenang aja. Buat kita-kita yang cuma bisa bahasa Indonesia (atau Inggris pas-pasan), lagi diusahain kok buat diterjemahin ke bahasa Inggris, Cina, dan Jepang. Jadi, sabar ya, guys. Sambil nunggu, bisa kok nyicil belajar bahasa Korea lewat drama atau variety show.

Isi Buku: Dari Zaman Batu Sampai Era Joseon

Buku setebal 571 halaman ini ngebahas seni Korea dari zaman prasejarah sampe Dinasti Joseon (1392-1910). Lengkap banget kan? Bayangin aja kayak ensiklopedia seni Korea yang bisa dibawa ke mana-mana.

Di bab pertama, kita dikenalin sama artefak prasejarah, lukisan dinding dari makam Goguryeo, perhiasan emas dari Kerajaan Silla, harta karun dari makam kerajaan Baekje, dan karya “najeonchilgi” (kerajinan lakuer ibu mutiara). Keren-keren banget! Kayak lagi nemuin item legendaris di game online.

Seni Buddha: Pagoda, Stupa, dan Kuil di Gunung

Terus, ada juga bab tentang seni Buddha yang ngebahas patung dan arsitektur. Mulai dari pagoda, stupa, sampe “sansa” (kuil gunung) yang unik karena nyatu sama alam Korea yang berbukit-bukit. Ada juga lukisan Buddha dari era Goryeo dan Joseon yang elegan banget. Bikin adem kayak lagi meditasi di kuil.

Keramik Korea juga nggak ketinggalan. Goryeo celadon, buncheong stoneware, dan porselen putih Joseon emang udah terkenal banget di dunia. Kayak K-Pop yang mendunia, keramik Korea juga punya daya tarik sendiri yang bikin orang jatuh cinta.

Lukisan Joseon: Potret, Pemandangan, dan Empat Tanaman Budiman

Nah, yang paling seru nih, bab tentang lukisan era Joseon. Di sini, kita diajak buat ngeliat berbagai genre lukisan: potret, pemandangan, lukisan genre, lukisan burung dan bunga, dan lukisan “sagunja” (Empat Tanaman Budiman). Lengkap banget kan? Kayak lagi nonton serial drama sejarah yang penuh intrik dan keindahan.

Di bagian akhir, ada seni rakyat, kerajinan, dan sulaman dari era Joseon. Seni-seni ini sering banget dilupain, padahal nunjukkin kehidupan sehari-hari masyarakat Korea yang penuh seni. Kayak easter egg di game, seni rakyat ini nunjukkin detail-detail kecil yang bikin kita makin ngehargain budaya Korea.

Efek K-Pop: Museum Korea Kebanjiran Pengunjung

Tau nggak sih? Tahun ini, museum Korea kebanjiran pengunjung! Dari Januari sampe Agustus aja udah ada 4 juta orang yang dateng. Salah satu penyebabnya? Film animasi Netflix yang lagi booming, “KPop Demon Hunters”. Film ini nyampurin tradisi Korea sama pop modern, jadi daya tariknya kuat banget. You Hong-jun ngerasa punya tanggung jawab buat ngerespon “tuntutan zaman” ini.

“Di seluruh dunia, ada rasa ingin tahu yang berkembang tentang tradisi budaya yang membentuk akar Korean Wave,” katanya. “Ini adalah buku yang diminta oleh zaman, dan saya merasa bertanggung jawab untuk menyajikan tinjauan panoptik sejarah seni Korea pada saat ini.”

You Hong-jun emang udah lama jadi tokoh terkenal di Korea. Dia dikenal lewat serial “My Exploration of Cultural Heritage” yang dimulai tahun 1993. Dari tahun 2004 sampe 2008, dia menjabat sebagai kepala Cultural Heritage Administration, yang sekarang dikenal sebagai Korea Heritage Service.

Saatnya Seni Korea Naik Level

Jadi, tunggu apa lagi? Mumpung lagi demam Korea, yuk kita gali lebih dalam tentang seni Korea. Jangan cuma tau ramen sama drama doang. Seni Korea itu kayak hidden gem di dunia seni. Kalo kita jeli, pasti bisa nemuin keindahan dan keunikan yang bikin kita makin cinta sama budaya Korea. Siapa tahu, abis baca buku ini, kamu jadi sejarawan seni dadakan dan bisa pamerin pengetahuan kamu di depan temen-temen. Dijamin, mereka bakal bengong dan kagum sama kecerdasanmu!

Previous Post

Creeper: Sanguivore II, Opera Rock Vampir Goth yang Memukau!

Next Post

JBL Flip 7 Turun Harga! Speaker Bluetooth Terbaik Ini Cuma Rp1,7 Jutaan

Add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *