Soundgarden mau bikin album baru? Seriusan? Ini bukan kayak nungguin antrean tiket konser Coldplay, kan? Soalnya, kabar ini udah kayak update status “on progress” di hubungan: bikin penasaran tapi nggak jelas kapan kelarnya. Tapi, mari kita berharap ini bukan sekadar PHP dari band legendaris ini.
Soundgarden dan Album “On Progress”: Sebuah Saga yang Lebih Panjang dari Antrean BPJS
Buat yang belum tahu (atau pura-pura lupa karena terlalu fokus sama K-Pop), Soundgarden ini band grunge legendaris dari era 90-an. Mereka satu angkatan sama Nirvana, Pearl Jam, dan Alice in Chains, band yang musiknya menemani kita galau waktu SMP. Nah, vokalis mereka, Chris Cornell, sayangnya udah nggak ada. Tapi, katanya, suara Cornell masih bisa kita denger di album baru ini. Kedengerannya kayak plot film horor, tapi semoga hasilnya lebih keren dari sekadar arwah gentayangan di studio rekaman.
Kabar tentang album baru ini sebenarnya udah lama beredar, kayak rumor transfer pemain bola. Dimulai dari selisih paham dengan estate Cornell soal hak cipta lagu. Setelah drama panjang yang lebih seru dari sinetron azab, akhirnya mereka sepakat. Ini kayak unlock achievement di game: satu masalah selesai, muncul masalah baru. Albumnya kapan kelar?
Matt Cameron, drummer Soundgarden, bilang mereka “pretty close” buat nyelesaiin album ini. “Pretty close” ini kayak bilang “bentar lagi” pas lagi main game online, padahal masih harus farming berjam-jam. Tapi, kita tetap berharap yang terbaik. Apalagi, mereka kerja sama sama Terry Date, produser yang udah bantuin mereka bikin album ‘Louder Than Love’ dan ‘Badmotorfinger’. Ini kayak manggil sensei buat ngelatih jurus pamungkas.
Sentuhan Klasik Soundgarden: Nostalgia atau Inovasi?
“Ada elemen-elemen familiar di musik baru ini,” kata Cameron. Ini bisa jadi kabar baik, bisa juga jadi kabar buruk. Kabar baiknya, kita bisa denger lagi sound Soundgarden yang khas, kayak reunion sama temen lama. Kabar buruknya, bisa jadi mereka cuma ngulang formula lama, kayak main game yang sama berulang-ulang tanpa ada update.
Cameron juga bilang ada beberapa lagu yang kedengeran kayak bab baru buat Soundgarden. Ini yang bikin penasaran. Apakah mereka bakal bereksperimen dengan genre baru, kayak band metal yang tiba-tiba bikin lagu dangdut? Atau mereka cuma nambahin sedikit sentuhan modern, kayak upgrade grafis di game klasik? Kita tunggu saja.
Yang pasti, proses bikin album ini nggak gampang. Denger suara Cornell lagi pasti bikin emosi campur aduk. “Bittersweet, of course,” kata Cameron. Ini kayak lagi nonton film lama bareng orang yang udah nggak ada: seneng bisa mengenang, tapi sedih karena dia nggak ada di sini sekarang.
Vokal Chris Cornell: Lebih dari Sekadar Arwah Gentayangan
Bassist Ben Shepherd bilang denger suara Cornell kayak denger dia nyanyi dari “over that horizon”. Ini kayak denger suara idola dari radio, jauh tapi tetep bikin semangat. Shepherd juga bilang lagu-lagu yang dibawa Cornell beberapa tahun lalu sekarang udah jadi lagu Soundgarden yang utuh. Ini kayak nemu harta karun yang udah lama ilang.
Cameron juga pernah bilang denger suara Cornell di lagu-lagu hard rock yang powerful itu “the most empowering thing in the world” buat dia. Tapi, di saat yang sama, dia juga ngerasa sedih karena Cornell udah nggak ada. Ini kayak lagi main game yang seru banget, tapi inget besok harus kerja.
Soundgarden di Rock and Roll Hall of Fame: Penghargaan atau Babak Baru?
Soundgarden baru aja masuk Rock and Roll Hall of Fame. Jim Carrey, yang ngasih pidato induksi, bilang musik Soundgarden udah ngebangkitin rock and roll buat dia. Ini kayak dapet buff dari item legendaris. Tapi, apakah ini berarti Soundgarden bakal terus berkarya, atau cuma jadi legenda yang dikenang di museum?
King Ultramega: Penghormatan atau Eksploitasi?
Beberapa personel Soundgarden, Alice in Chains, Mastodon, dan band lainnya bikin proyek kolaborasi bernama King Ultramega buat mainin lagu-lagu Chris Cornell. Ini kayak bikin tribute band buat ngrayain idola. Tapi, ada juga yang ngerasa ini cuma cara buat ngeksploitasi nama Cornell buat cari duit. Yah, namanya juga industri musik, kadang niat baik bisa jadi kontroversi.
Lalu, Kapan Albumnya Kelar?
Pertanyaan yang sama kayak nanyain kapan skripsi selesai ke mahasiswa abadi. Nggak ada yang tahu pasti. Tapi, yang jelas, Soundgarden udah ngasih harapan buat para penggemar. Semoga album ini beneran jadi karya yang epic, bukan cuma janji palsu yang bikin kecewa. Kita tunggu aja, sambil dengerin lagu-lagu lama mereka buat ngobatin kangen.
Pada akhirnya, album baru Soundgarden ini kayak misteri yang bikin penasaran. Apakah ini bakal jadi comeback yang gemilang, atau cuma jadi kenangan pahit? Kita cuma bisa berharap yang terbaik, sambil siap-siap kecewa kalo hasilnya nggak sesuai ekspektasi. Tapi, hey, setidaknya kita masih punya lagu-lagu lama mereka buat dinikmatin. Itu juga udah cukup, kan?


