Bill Wyman, mantan bassist Rolling Stones, bukan cuma tukang betot bass biasa. Dia ini jantungnya band selama lebih dari 30 tahun. Dari band R&B Inggris abal-abal sampai jadi salah satu band paling sukses sejagat raya, Wyman ada di sana. Tapi, siapa sangka, di balik tampangnya yang cool, tersimpan segudang cerita kocak tentang para legenda rock?
Jimi Hendrix: Bakar Gitar Itu Keren, Tapi…
Wyman pertama kali lihat Hendrix tahun 1966 di sebuah klub di Queens, New York. Saat itu, Hendrix masih dikenal sebagai Jimmy James. “Dia ngelakuin hal-hal yang nggak biasa,” kata Wyman, “main gitar di belakang kepala, gigit senar. Tapi, ya, sebenarnya orang lain juga udah pernah ngelakuin.”
Hendrix memang keren, tapi Wyman punya cerita lain. “Waktu balik dari Amerika, gue ketemu The Animals di Scotch Of St James. Chas [Chandler, bassist The Animals] bilang mau ke Amerika. Gue bilang, ‘Kalo lo di New York, coba deh liat Hendrix. Dia keren banget!'”
Chandler nurut, ketemu Hendrix, terus ngontrak dia dan bawa ke London. Wyman jadi salah satu orang pertama yang nonton Hendrix di London. “Gue nonton dia di Bromley. Kayaknya itu manggung pertama dia di Inggris. Sepi banget. Tapi, tetep aja dia nyiram gitarnya pake bensin dan ngebakar itu gitar malam itu.” Gila!
The Yardbirds: Belajar Riff Blues dari Rolling Stones?
Sebelum The Yardbirds terkenal, mereka ternyata fans berat Rolling Stones. “Dulu, waktu Stones masih main di Station Hotel di Richmond, banyak anak muda yang nyamperin kita,” kenang Wyman. “Mereka nanya, ‘Lagu Jimmy Reed ini mainnya di kunci apa?’ atau ‘Bagian tengah lagu Slim Harpo itu gimana sih?'”
Salah satu anak muda itu adalah Paul Samwell-Smith, bassist The Yardbirds. “Dia nanyain gue, beli senar gitar di mana. Ternyata, dia sama teman-temannya itu The Yardbirds. Mereka belajar riff blues dari kita.” Tapi, Wyman mengakui, The Yardbirds nggak pernah sepopuler Rolling Stones.
Sampai akhirnya, Eric Clapton gabung dan The Yardbirds jadi band yang beda. “Gue temenan sama Eric sejak saat itu. Jimmy Page juga sama. Dulu, dia sering nonton Stones main di tempat-tempat kecil tahun ’63, waktu dia masih jadi gitaris sesi.” Jadi, bisa dibilang, Rolling Stones ini guru les blues-nya para legenda rock!
Brian Jones: Malaikat atau Setan?
Brian Jones, salah satu pendiri Rolling Stones, punya tempat khusus di hati Wyman. “Dulu, kalo Stones tur, gue sama Brian selalu sekamar. Dia bisa jadi orang yang manis dan baik banget. Dia juga lebih pinter dari yang lain. Tapi, kadang dia juga bisa jadi brengsek. Dia punya sisi jahat yang diingat banyak orang.”
Wyman cerita, Brian pernah nyolong pacarnya. “Dia ngelakuin hal-hal kotor, terus minta maaf dengan senyum polosnya. ‘Maaf, bro. Gue nggak sengaja.’ Jadi, lo cinta sama dia, tapi juga benci sama dia.” Dilema banget!
Tapi, Wyman tetap menghormati Jones sebagai pendiri Rolling Stones. “Gue nggak peduli apa kata orang tentang Mick sama Keith, kalo bukan karena Brian, mereka mungkin cuma punya band kampung di Dartford.” Wyman juga nggak lupa nyindir Mick Jagger. “Mick itu bukan orang London, tapi sok-sokan ngomong pake aksen Cockney. Padahal, yang beneran kelas pekerja di Stones itu cuma gue sama Charlie.” Pedes!
Rolling Stones: Keluarga yang Bikin Stress
Meski udah keluar dari Rolling Stones, Wyman tetap berhubungan baik dengan mantan rekan-rekannya. “Keith masih ngirimin gue lilin aroma terapi pas Natal. Kita semua saling kirim kado ulang tahun dan Natal. Ini masih kayak keluarga, bukan bisnis. Kayak saudara jauh – ada tante Elsie sama om Fred yang baik banget, tapi lo nggak mau ketemu mereka tiap hari.”
Tapi, keluar dari Rolling Stones nggak semulus jalan tol. “Awalnya, hubungan gue sama mereka agak renggang. Mereka nggak mau gue keluar. Jadi, mereka mulai nyinyir. Mick ngomong hal-hal absurd dan bodoh, dengan sikap manja dia. Dia bilang, ‘Ah, kalo emang harus ada yang main bass, gue juga bisa. Nggak susah-susah amat.’ Keith bilang, ‘Nggak ada yang keluar dari band ini kecuali di peti mati.'”
Selama dua tahun, Rolling Stones masih nawarin Wyman buat balik. “Charlie sama Mick sering telepon, nanya apa gue beneran mau keluar. Apa gue udah mikir ulang.” Tapi, Wyman nggak pernah menyesal. “Nggak ada satupun penyesalan.”
Keith Moon: Overdosis dan Lempar Kucing?
Wyman juga punya cerita gila tentang Keith Moon, drummer The Who yang terkenal dengan kelakuannya yang urakan. “Gue sering nginep di rumah Moonie. Keith itu orangnya baik banget, tapi dia keterlaluan kalo soal narkoba dan alkohol. Dokter dateng, ngasih dia banyak banget obat. Tiga hari kemudian, semua obat itu udah abis dimakan sama dia.”
Wyman cerita, Moon selalu minum sampanye di pagi hari, dicampur brandy. “Gue cuma bisa geleng-geleng kepala ngeliat dia.” Tapi, yang paling gila adalah cerita tentang pacar Moon. “Suatu pagi, gue lagi bikin teh, pacarnya dateng. Mukanya penuh cakaran, berdarah. Gue nanya, ‘Annette, kenapa?’ Dia jawab, ‘Ah, nggak apa-apa. Keith cuma ngelempar kucing ke gue.'” Buset!
Moon juga sering ngelakuin hal-hal aneh. “Kalo mau ketemu gue sama Ringo di Tramp, dia dateng pake baju pemburu lengkap. Pernah juga dia beliin John Entwistle [bassist The Who] kuburan di West Country sebagai kado ulang tahun.” Emang nggak ada obatnya ini orang!
Legenda Rock: Lebih dari Sekadar Musik
Dari Jimi Hendrix yang bakar gitar sampai Keith Moon yang lempar kucing, cerita-cerita Bill Wyman ini nunjukin kalo dunia rock ‘n’ roll itu nggak cuma soal musik. Ada persahabatan, persaingan, dan kelakuan gila yang bikin para legenda ini semakin legendaris. Dan, yang pasti, cerita-cerita ini lebih seru dari sinetron!


